4 Negara dengan Hewan Nasional Unik, Ada yang Pakai Makhluk Mitologi

- Skotlandia memilih unicorn sebagai hewan nasional karena simbol kesucian dan kekuatan dalam mitologi, bukan karena keberadaan asli atau spesies langka.
- Bhutan menetapkan takin sebagai hewan nasional karena nilai budaya dan legenda penciptaannya oleh tokoh suci, Lama Drukpa Kunley.
- Kanada memilih berang-berang sebagai hewan nasional untuk mewakili kedaulatan negara, sejarah perdagangan bulu, dan simbol kebijaksanaan dalam budaya Indigenous.
- Nepal memilih sapi sebagai hewan nasional karena alasan budaya dan kepercayaan Hindu, di mana sapi dianggap suci dan memiliki peran penting dalam kehidupan sehari-hari.
Banyak negara di dunia punya hewan nasional, baik yang ditetapkan secara resmi oleh pemerintah maupun yang dijadikan simbol budaya masyarakatnya. Ada beberapa faktor yang membuat suatu hewan dipilih sebagai hewan nasional, di antaranya sejarah atau identitas bangsa, makna budaya, keunikan atau endemisme, serta peran ekologis. Amerika Serikat, misalnya, melalui undang-undang secara resmi menetapkan burung elang botak (Bald Eagle) sebagai hewan nasional. Indonesia juga lewat undang-undang memilih komodo sebagai hewan nasionalnya.
Dari sekian banyak negara yang punya hewan nasional, ada juga yang memilih hewan unik, tidak biasa, bahkan terkesan aneh untuk dijadikan simbol negara atau hewan nasional. Yuk, kita bahas satu per satu negara mana saja yang punya hewan nasional unik!
1. Skotlandia – Unicorn

Pasti tidak banyak yang menyangka kalau hewan nasional Skotlandia ternyata adalah Unicorn. Menurut laman Historic UK, makhluk mitologi berbentuk kuda dengan satu tanduk spiral ini sudah menjadi simbol nasional sejak abad ke-14. Bahkan, lambang unicorn pertama kali dipakai di kerajaan Skotlandia pada abad ke-12 oleh Raja William I. Jadi meskipun hanya ada di legenda, Skotlandia tetap menjadikan unicorn sebagai hewan nasionalnya.
Unicorn dipilih bukan karena hewan asli Skotlandia atau spesies langka yang perlu dilestarikan. Alasannya lebih ke makna simbolis. Dalam mitologi, unicorn melambangkan kesucian dan kekuatan. Menariknya, simbol unicorn bisa ditemukan di banyak bangunan penting di Skotlandia, seperti gerbang Holyroodhouse, kapel St. Margaret di Kastel Edinburgh, patung di St. Andrews, sampai kapal HM Frigate Unicorn di Dundee.
2. Bhutan – Takin

Bhutan secara resmi menetapkan takin sebagai hewan nasional pada 25 November 2005, seperti dilansir Daily Bhutan. Penetapan ini bukan hanya karena Bhutan merupakan habitat alami takin, tetapi juga karena nilai budaya yang melekat pada hewan unik berbentuk campuran kambing dan sapi tersebut.
Dalam budaya Bhutan, takin terkenal berkat bentuknya yang aneh sekaligus legenda penciptaannya oleh Lama Drukpa Kunley, seorang tokoh suci. Konon, ketika diminta menunjukkan mukjizat, ia menyatukan kepala kambing dengan tubuh sapi. Dari situlah lahir hewan baru yang disebut Dong Gyem Tsey, atau yang kini dikenal sebagai takin.
3. Kanada – Berang-berang

Biasanya, pemilihan hewan sebagai simbol atau hewan nasional dilakukan untuk mewakili kekuatan dan kejayaan suatu negara. Contohnya singa, beruang, dan elang yang kerap dianggap lambang kekuatan, kecepatan, serta kejayaan. Namun, Kanada justru berbeda. Menariknya, negara ini memilih berang-berang sebagai hewan nasionalnya. Padahal, Kanada juga menjadi rumah bagi hewan-hewan gagah seperti beruang grizzly, beruang kutub, dan elang emas.
Menurut laman Canadian Geographic, berang-berang resmi diakui sebagai simbol kedaulatan Kanada lewat National Symbol of Canada Act pada 24 Maret 1975. Undang-undang ini sebenarnya hanya mempertegas tradisi lama, karena jauh sebelumnya berang-berang sudah erat dengan sejarah dan budaya Kanada. Hewan ini punya peran penting dalam perdagangan bulu (fur trade) pada masa kolonial, tampil di lambang Hudson’s Bay Company sejak 1671, menghiasi perangko pertama Kanada “Three-Pence Beaver” pada 1851, hingga hadir dalam warisan budaya dan mitologi masyarakat Indigenous (dikenal dengan sebutan amik atau amisk) sebagai simbol kebijaksanaan dan pembawa air. Selain itu, berang-berang juga dianggap sebagai pekerja keras karena perilakunya yang senang membuat bendungan.
4. Nepal - Sapi

Menurut laman Source Nepal, pemerintah Nepal resmi menetapkan sapi sebagai hewan nasional sejak tahun 1962. Kenapa sapi? Padahal Nepal punya banyak hewan endemik dan khas yang cukup populer, seperti ikan Snow Trout Nepal, Assamese Monkey, atau katak Nepal yang juga bisa dijadikan simbol nasional. Nah, justru di sinilah keunikannya.
Alih-alih memilih hewan endemik dari alam Nepal, pemerintah lebih memilih sapi karena alasan budaya dan kepercayaan. Mayoritas masyarakat Nepal menganut agama Hindu, di mana sapi dianggap hewan suci. Sapi dipandang sebagai perwujudan Dewi Lakshmi (dewi kekayaan dan kemakmuran), sehingga sering dipuja saat perayaan Laxmi Puja. Selain itu, produk sapi seperti susu, mentega, dan ghee punya peran penting dalam kehidupan sehari-hari, baik untuk konsumsi, upacara keagamaan, maupun ekspor ke India. Bahkan, tindakan membunuh sapi di Nepal dianggap pelanggaran hukum dan bisa dikenai sanksi.
Melihat berbagai pilihan hewan nasional dari tiap negara, kita jadi tahu bahwa simbol suatu bangsa tidak selalu harus berupa hewan yang gagah atau endemik. Kadang, alasan budaya, sejarah, hingga mitologi justru menjadi pilihan. Dari unicorn di Skotlandia, takin di Bhutan, berang-berang di Kanada, sampai sapi di Nepal, semuanya menunjukkan betapa uniknya cara tiap bangsa memaknai identitas mereka.