Parade Planet akan Menghiasi Langit, Bisa Dilihat dari Indonesia

- Ada enam planet yang akan berbaris dan menerangi langit malam pada 28 Agustus 2024.
- Fenomena ini disebut sebagai parade planet, di mana Merkurius, Mars, Jupiter, Uranus, Neptunus, dan Saturnus akan terlihat sejajar.
- Pengamat langit dapat melihat beberapa planet dengan mata telanjang, namun untuk Neptunus dan Uranus memerlukan teleskop atau teropong berkekuatan tinggi.
Fenomena parade planet akan segera terjadi. Setidaknya ada enam planet yang berbaris dan menerangi langit malam.
Melansir dari laman New York post, pada 28 Agustus 2024 mendatang, Merkurius, Mars, Jupiter, Uranus, Neptunus dan Saturnus akan berbaris sejajar. Waktu terbaik untuk melihatnya adalah saat dini hari, sebelum matahari terbit.
Kenapa disebut planet sejajar?
Planet sejajar terjadi ketika ada lebih dari dua planet sejajar di langit. Jika tiga planet sejajar, itu dikenal sebagai planet sejajar mini; empat planet berarti planet sejajar kecil, lima planet atau lebih dianggap besar, dan pada kesempatan yang sangat langka ketika delapan planet atau ditambah Pluto, disebut sebagai planet sejajar yang besar atau planet sejajar penuh.
Ketika ada lima planet atau lebih yang berbaris di area langit yang kecil, maka kesejajarannya ditingkatkan menjadi parade, bukan istilah astronomi resmi. Peristiwa yang terjadi minggu ini memenuhi syarat untuk disebut sebagai parade planet.
Bentuk aslinya tidak sejajar

Meski mendapat julukan planet sejajar, nyatanya fenomena semacam ini hanya ilusi optik, bukan garis lurus seperti yang banyak dipikirkan. Tidak seperti keselarasan Jupiter, Saturnus, Uranus, dan Neptunus pada 1974 yang dipotret oleh wahana antariksa Voyager, planet-planet yang terlihat pada 28 Agustus besok akan terlempar melintasi langit dengan kedalaman, jarak, dan posisi yang bervariasi.
Fenomena ini diibaratkan seperti menempatkan enam orang secara acak di enam tempat berbeda di sebuah lapangan. Sementara pengamat langit akan mengumpulkan semuanya dalam lensa kamera sekaligus.
Kondisi dari masing-masing planet
Mengutip laman Starwalk, pengamat langit dapat melihat Merkurius, Mars, Jupiter, dan Saturnus dengan mata telanjang. Tapi Merkurius akan berada lebih dekat ke cakrawala dan lebih sulit dikenali. Untuk melihat Neptunus dan Uranus, mereka memerlukan teleskop atau teropong berkekuatan tinggi.
Saturnus akan terlihat kekuningan (magnitudo 0,6), tampak di langit mulai larut senja. Planet keenam itu akan tampak dengan mata tanpa alat di rasi Aquarius. Untuk Neptunus (magnitudo 7,8), akan tampak di rasi Pisces, namun pengamatannya akan membutuhkan teropong berkekuatan tinggi untuk melihatnya. Di pagi hari, saat planet-planet lain terbit, Saturnus dan Neptunus akan bergeser ke ufuk barat.
Kemudian di malam hari, Uranus (magnitudo 5,7) akan terbit. Planet ini akan berada di rasi Taurus dan bisa dilihat dengan teropong bintang berkekuatan tinggi.
Jupiter (magnitudo -2,3) dan Mars (magnitudo 0,8) akan terbit setelahnya. Kedua planet ini akan tampak dengan mata tanpa alat di rasi Taurus. Bulan sabit yang memudar juga akan bersinar di dekatnya, memberikan pemandangan yang lebih spektakuler.
Saat fajar menyingsing, Merkurius (magnitudo 1,7) akan terbit. Planet ini akan berada di rasi Leo. Diaakan tampak dengan mata telanjang, tapi jangan menunggu terlalu lama untuk melihatnya, karena Matahari akan segera terbit di sebelahnya.
Waktu pengamatan

Waktu yang ideal untuk melihat peristiwa langit ini adalah sekitar satu jam sebelum matahari terbit pada 28 Agustus, sekitar pukul 05:20 pagi untuk orang-orang yang tinggal di New York.
Bagaimana dengan Indonesia? Profesor Riset Astronomi dan Astrofisika, Badan Riset dan Nasional (BRIN) Thomas Djamaluddin menjelaskan bahwa ada 4 planet yang bisa dilihat dari langit Indonesia pada 28 dan 29 Agustus.
"Ada 3 planet terang yang bisa dilihat pagi hari pukul 05:00; Jupiter, Mars, dan Saturnus. Plus planet redup Merkurius," ujarnya kepada IDN Times.
Lebih lanjut dia menjelaskan bahwa Jupiter dan Saturnus bisa terlihat sebagai bintang terang dengan mata telanjang. Sementara Mars sebagai bintang kemerahan. Untuk pengamatan terbaik, bisa dengan teleskop sehingga cincin planet Saturnus juga bisa terlihat.



















