ilustrasi Paus Beluga (animalia.bio)
Hanya karena seekor beluga berhasil melewati serangkaian tes cermin secara lengkap, bukan berarti semua beluga bisa melakukannya, tetapi hal ini menjadi pertanda bahwa lebih banyak lagi hewan luar biasa ini yang mungkin mampu melakukannya.
Ini adalah bukti pertama bahwa paus beluga, spesies yang menunjukkan tingkat kompleksitas sosial yang tinggi, juga menunjukkan tingkat kesadaran diri yang tinggi. Pengakuan diri melalui cermin selama ini dianggap sebagai kemampuan unik manusia dan hanya sejumlah kecil spesies lain yang menunjukkan kemampuan ini.
Perlu dicatat bahwa beluga-beluga yang dipelihara ini mungkin sedikit lebih terbiasa melihat bayangan diri mereka sendiri dibandingkan dengan yang hidup di alam liar, karena jendela pengamatan dari plexiglass di kolam mereka menciptakan permukaan semi-reflektif.
Tim peneliti berharap bahwa dengan menunjukkan kemampuan beluga dalam menyadari diri sendiri, hal ini dapat menginspirasi orang lain untuk melindungi mereka. Populasi liar menghadapi berbagai ancaman akibat aktivitas manusia, termasuk polusi industri, polusi suara, perubahan iklim, dan perburuan.
Saat ini, setidaknya ada 300 ekor beluga yang dipelihara di penangkaran di seluruh dunia. Amerika Serikat dan Kanada telah melarang penangkapan beluga hidup-hidup. Natasha dan Maris telah dipindahkan antar akuarium berkali-kali sepanjang hidup mereka, dan akhirnya terpisah. Maris meninggal pada tahun 2015 di Georgia Aquarium pada usia 21 tahun.
Natasha, yang kini diperkirakan berusia sekitar 42 tahun, masih hidup di Mystic Aquarium di Connecticut. Ia adalah salah satu beluga tertua yang masih hidup di penangkaran manusia.