Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
9 Penyakit dan Hama yang Bisa Merusak Tanaman Sawit
ilustrasi hama dan penyakit sawit (pexels.com/Pok Rie)
  • Sawit yang bernilai ekonomi tinggi tetap rentan terhadap penyakit bakteri dan jamur, termasuk busuk tunas, busuk pangkal batang Ganoderma, layu Fusarium, serta bercak daun Pestalotiopsis.
  • Busuk pangkal batang akibat Ganoderma ditularkan melalui tanah dan belum memiliki penanganan efektif; tanaman terinfeksi perlu dibuang serta lokasi tersebut tidak ditanami sawit kembali.
  • Kutu putih, kumbang badak, hama pemakan daun, tikus, dan rayap dapat merusak daun, batang, maupun buah, sehingga pengecekan rutin diperlukan untuk membatasi kerugian panen.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Tanaman sawit (Elaeis guineensis) adalah salah satu komoditas penting di Indonesia yang cukup masif dibudidayakan, baik skala perorangan maupun industri. Tanaman ini banyak dibudidayakan sebagai sumber utama minyak nabati yang digunakan dalam berbagai kebutuhan industri seperti pangan maupun kosmetik. Selain memiliki nilai ekonomi yang tinggi, tanaman sawit juga termasuk tanaman budidaya yang tangguh di lapangan sehingga semakin banyak diminati.

Meski secara umum tanaman sawit memiliki ketahanan yang tinggi di lapangan, beberapa ancaman hama dan penyakit terkadang juga menyerang tanaman sawit. Di mana serangan hama dan penyakit ini bisa menyebabkan kerugian hasil panen. Apa saja hama dan penyakit tanaman sawit? Inilah yang perlu kamu ketahui.

1. Busuk tunas oleh bakteri Erwinia spp

ilustrasi hama dan penyakit tanaman sawit (pexels.com/K)

Busuk tunas bakteri adalah penyakit tanaman sawit yang menyebabkan pembusukan pada tunas daun sawit. Gejalanya ditandai dengan perubahan warna pada rachi atau tulang daun sawit yang berubah kecokelatan, daun mengalami klorosis atau layu, hingga menyebabkan daun roboh dan menggantung dari pangkal. Jika tidak ditangani, penyakit busuk tunas ini bisa mengganggu perkembangan tanaman sawit dan menyebabkan kematian.

Untuk menangani busuk tunas pada tanaman sawit, buang bagian daun yang terinfeksi atau menunjukkan gejala yang disebutkan di atas. Kamu juga bisa menyemprotkannya dengan fungisida berbasis tembaga untuk mencegahnya menyebar ke tanaman lain.

2. Busuk pangkal batang oleh jamur Ganoderma spp

ilustrasi jamur ganoderma (pexels.com/William ZALI)

Ganoderma spp. adalah jamur yang kerap sekali menyebabkan penyakit busuk pangkal batang pada sawit. Jamur ini biasanya tumbuh pada batang sawit, menginfeksinya, dan menyebabkan busuk batang. Akibatnya, pertumbuhan kelapa sawit terhambat dan menyebabkan kerusakan pada daun dan pelepah yang menjadi hijau pucat, terjadi pelunakan, hingga klorosis dan nekrosis.

Busuk pangkal batang oleh jamur Ganoderma spp. adalah penyakit yang ditularkan dari dalam tanah dan memiliki pertahanan diri yang sangat kuat. Untuk saat ini, masih belum ditemukan cara efektif menangani penyakit ini kecuali membuang tanaman yang terinfeksi dan tidak menanam sawit pada lokasi yang sama. Nah, untuk mewaspadainya, Ganoderma memiliki ciri-ciri morfologi berwarna merah bata hingga cokelat kemerahan, keras, pahit, dan berbentuk kipas atau seperti kuku.

3. Penyakit layu oleh jamur Fusarium oxyfarum

ilustrasi hama tanaman sawit (pexels.com/Ihsan Adityawarman)

Penyakit jamur lainnya yang kerap menyerang tanaman sawit adalah layu Fusarium. Penyakit ini ditandai dengan klorosis pada daun yaitu perubahan warna daun menjadi kuning cerah, dari ujung anak daun yang bergerak ke tangkai hingga pelepah. Selain itu, layu Fusarium juga dapat menyebabkan perlambatan pertumbuhan yang menyebabkan daun mengecil dan penurunan kondisi pertumbuhan lainnya. Saat infeksi jamur menyebar, layu Fusarium bisa membunuh tanaman sawit.

4. Bercak daun oleh jamur Pestalotiopsis

ilustrasi hama dan penyakit tanaman sawit (pexels.com/Ihsan Adityawarman)

Infeksi jamur Pestalotiopsis sp. menyebabkan timbulnya bercak bintik-bintik hitam pada daun yang kemudian membesar membentuk lesi berbentuk elips. Lesi ini juga bisa terdapat pada tangkai daun dan tulang daun. Meski terlihat sederhana, penyakit ini bisa menyebar semakin parah pada tanaman sawit. Jika sudah parah, pohon tersebut harus segera dikeluarkan dari perkebunan dan dimusnahkan.

5. Serangan kutu putih Dysmicoccus brevipes

ilustrasi kutu putih (pexels.com/SweeMing YOUNG)

Dysmicoccus brevipes adalah serangga berbentuk pipih oval hingga bulat berwarna putih. Serangga ini bisa menarik semut dan pertumbuhan jamur jelaga. Jadi, ketika serangannya sangat masif, kutu putih ini juga bisa menyebabkan serangan semut dan jamur jelaga yang masif pula. Di mana kemudian bisa menyebabkan kerusakan tanaman, terutama pada bagian daun tanaman sawit.

6. Serangan kumbang badak

ilustrasi kumbang badak (pexels.com/Joaquin Reyes Ramos)

Kumbang badak (Oryctes rhinoceros), atau dalam bahasa Jawa sering dikenal engkes, adalah hama yang juga populer pada budidaya tanaman sawit. Serangga ini biasanya menyerang tanaman muda, tetapi juga bisa menyerang tanaman dewasa. Kerusakan tanaman sawit akibat serangan kumbang badak adalah menyebabkan kerusakan pada daun tanaman menjadi potongan-potongan daun. Selain itu, kumbang badak juga bisa membentuk sayatan pada pelepah dan melubangi tulang daun sawit. Serangan yang parah bisa menyebabkan kerusakan pada tanaman sawit muda.

7. Hama pemakan daun

ilustrasi hama dan penyakit sawit (pexels.com/Pok Rie)

Selain kumbang badak dan kutu putih, ada beberapa hama lain yang juga kerap menyerang daun tanaman sawit, seperti cacing kantong (Pteroma pendula, Metisa plana, Mahasena corbetti), ngengat tussock (Dasychira spp., Orgyia spp.), dan ulat jelatang (Darma trima, Setona nitens, Setothosea asigna). Hama ini memakan daun hingga menyebabkan lubang-lubang pada daun. Sementara pada serangan yang parah, hama-hama ini bisa mengikis semua daun dan hanya meninggalkan tulang rusuk daun saja.

8. Hama tikus (Rattus spp.)

ilustrasi hama tikus (pexels.com/Devilal PV)

Selain serangga, tikus juga menjadi hama penting dalam budidaya tanaman sawit. Pada tanaman sawit yang masih muda, tikus sering memakan daun tanaman dan menyebabkan kematian. Sedangkan pada tanaman dewasa, tikus dapat memakan buah dalam tandan dan menyebabkan kerusakan. Di mana pada akhirnya, kerusakan buah matang ini bisa menurunkan hasil panen karena bisa memengaruhi hasil minyak nabati yang diproduksi.

9. Rayap

ilustrasi rayap (pexels.com/Petr Ganaj)

Rayap adalah hama yang paling sering menyerang tanaman sawit pada daerah gambut. Ini karena gambut merupakan daerah yang kaya akan bahan organik, seperti residu kayu, sehingga mudah ditumbuhi rayap. Salah satu spesies rayap yang sering menjadi ancaman serius bagi tanaman sawit adalah Coptotermes curvignathus, yang merupakan jenis rayap bawah tanah.

Rayap dapat membangun lumpur di sekitar batang, pangkal daun, dan tombak (pelepah muda), yang kemudian merusak jaringan hidup dan membunuh tanaman sawit secara perlahan. Dilansir AAR NEWSLETTER, tanaman sawit bisa mati karena serangan rayap sekitar 6 hingga 7 bulan setelah serangan.

Tanaman sawit adalah tanaman budidaya yang memiliki ketahanan yang tinggi. Namun, beberapa hama dan penyakit akibat bakteri atau jamur juga bisa menyerang dan menyebabkan kerugian. Oleh sebab itu, jangan lupa melakukan  pengecekan secara rutin untuk mencegah penularan yang semakin parah.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article