Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
4 Perbedaan antara Kura-kura dan Penyu, Ternyata Berbeda!
ilustrasi kura-kura (pexels.com/Doğan Alpaslan Demir)
  • Kura-kura hidup di darat dengan kaki kokoh mirip gajah, sedangkan penyu hidup di laut dengan kaki berbentuk sirip untuk berenang.
  • Tempurung kura-kura cenderung tinggi dan melengkung untuk perlindungan di darat, sementara tempurung penyu datar agar lebih aerodinamis di air.
  • Kura-kura bertelur di tanah kering dekat habitatnya, sedangkan penyu bertelur di pasir pantai lalu kembali ke laut setelahnya.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Kura-kura dan penyu mungkin kerap dianggap sebagai hewan yang sama dikarenakan memiliki bentuk tubuh yang hampir mirip, yaitu tempurung keras dan juga berjalan dengan lambat. Namun, sebetulnya secara ilmiah kedua hewan tersebut merupakan spesies yang berbeda dan memiliki ciri khas masing-masing, terutama apabila dilihat dari bentuk tubuh, habitat, dan cara hidupnya.

Memahami perbedaan antara kura-kura dan penyu tentu merupakan langkah penting agar kamu tidak sampai salah dalam merawat dan mengenali kedua hewan tersebut, apalagi keduanya termasuk ke dalam hewan yang difokuskan dalam upaya pelestarian. Oleh sebab itu, yuk, kenali beberapa perbedaan utama berikut ini dari kura-kura dan penyu agar kamu bisa membedakannya.

1. Habitat hidup: darat vs laut

ilustrasi penyu (pexels.com/Maria Isabella Bernotti)

Kura-kura pada umumnya hidup di daratan dan hanya sesekali masuk ke air tawar, seperti sungai atau kolam untuk mendinginkan tubuhnya. Mereka biasanya akan merasa lebih nyaman pada saat berada di kondisi lingkungan yang kering dan juga dapat berjalan di tanah dengan baik, sebab memang kakinya didukung untuk melakukan berbagai aktivitas darat.

Sebaliknya yang berbeda dengan penyu yang merupakan hewan laut dan menghabiskan hampir sebagian besar hidupnya di perairan air asin, seperti laut dan juga samudera. Penyu biasanya hanya akan naik ke darat ketika betina hendak bertelur di pantai, lalu secara otomatis kembali ke laut setelahnya.

2. Bentuk kaki: kura-kura memiliki kaki yang mirip seperti gajah

ilustrasi kura-kura (unsplash.com/Ray Hennessy)

Kura-kura memiliki kaki yang terlihat pendek dan kokoh dengan bagian cakar yang kuat untuk bisa menggali tanah dan juga memanjat permukaan yang cenderung kasar. Struktur ini sebetulnya sangat cocok untuk mendukung kehidupan darat dikarenakan bisa memberi stabilitas tersendiri pada saat berjalan atau pun berdiri di permukaan yang keras.

Sementara penyu memiliki kaki yang tertutup sirip atau mirip seperti dayung, sehingga lebih efisien digunakan untuk berenang di dalam air. Dikarenakan bentuk kakinya tersebut, maka penyu justru akan rentan mengalami kesulitan pada saat berjalan di darat dan biasanya akan terlihat lebih lambat ketika naik ke pantai.

3. Bentuk tempurung: tinggi vs datar

ilustrasi penyu (unsplash.com/Randall Ruiz)

Tempurung kura-kura pada umumnya lebih melengkung dan tinggi, sehingga bisa membantu mereka untuk memproteksi diri dari predator yang ada di daratan. Tempurung ini juga dapat memberikan ruang yang cukup bagi kepala dan anggota tubuhnya untuk bisa masuk ke dalam ketika mereka sedang merasa terancam.

Berbeda dengan itu penyu memiliki tempurung yang datar dan juga lebih aerodinamis untuk mempermudah gerakan mereka pada saat berenang. Bentuk ini dapat membantu penyu untuk bisa meminimalisir hambatan air dan juga berenang dengan lebih cepat di kondisi lautan.

4. Pola reproduksi: bertelur di tanah vs di pasir pantai

ilustrasi penyu (pexels.com/Dee Onederer)

Kura-kura betina pada umumnya akan menggali lubang di tanah kering untuk bisa bertelur dan juga kemudian meninggalkan telur-telurnya tanpa mengerami terlebih dahulu. Lokasi sarang biasanya tersembunyi dan tidak jauh dari tempat tinggalnya, sehingga cukup mudah ditemukan.

Sementara untuk penyu betina biasanya akan kembali ke pantai tempat ia dilahirkan untuk bisa bertelur di pasir ketika musim tertentu. Setelah menggali lubang dan meletakkan telur-telurnya, maka penyu tersebut nantinya akan kembali ke laut dan membiarkan telur-telur tersebut menetas dengan sendirinya.

Kura-kura dan penyu memang terlihat serupa, namun sebetulnya kedua hewan tersebut memiliki perbedaan ilmiah tersendiri. Dengan memahami perbedaan yang ada, maka bisa lebih bijak dalam mengenali dan menjaga keberadaan kedua hewan unik tersebut. Tidak sulit untuk membedakan kedua hewan tersebut.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team