Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
5 Perbedaan Ular Piton dan Anakonda, Keduanya Berukuran Raksasa
ilustrasi ular berukuran besar (pexels.com/Antonio Di Giacomo)
  • Ular piton tersebar di Afrika, Asia, dan Australia, sedangkan anakonda hidup di Amerika Selatan terutama sekitar Sungai Amazon dan Orinoco.
  • Anakonda hijau memiliki tubuh lebih tebal dan berat hingga 250 kg, sementara piton retikulata bisa mencapai panjang sekitar 8 meter.
  • Ular anakonda lebih cepat bergerak dan berenang dibandingkan piton, serta bereproduksi secara ovovivipar berbeda dengan piton yang bertelur.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Apakah kamu pecinta ular? Ular adalah reptil dengan bentuk panjang dan kemampuan bisa yang mematikan. Uniknya tidak semua jenis ular berbisa, melainkan beberapa di antaranya melumpuhkan musuh dengan cara melilit atau menelannya hidup-hidup.

Apabila melihat film yang bertema ular raksasa, suasananya terasa lebih mencekam. Ketegangan semakin nyata seakan ular berukuran besar menerkam manusia. Jenis ular yang sering muncul yaitu anakonda dan piton.

Apakah kamu tahu perbedaan piton dan anakonda ? Banyak orang mengira kedua jenis ular ini sama. Berikut perbedaan ular yang berukuran besar ini.

1. Habitat ular piton dan anakonda

ilustrasi habitat ular piton (pixabay.com/Stufforge)

Di Indonesia, ular piton lebih mudah ditemukan dibandingkan anakonda. Ular piton tersebar di Arfrika sub-Sahara, India, Asia Tenggara, serta Australia. Sebagian jenis piton suka hidup dekat perairan, sementara jenis lainnya tinggal di pepohonan.

Sedangkan habitat ular anakonda berasal dari Amerika Selatan , khususnya di daerah tropis seperti lembah Sungai Amazon dan Orinoco. anakonda menyukai wilayah sungai berarus lambat, rawa-rawa, atau hutan hujan,

2. Penampilan fisik ular piton dan anakonda

ilustrasi penampilan fisik ular anakonda (unsplash.com/Marie Dip)

Jenis anakonda terkenal yaitu anakonda hijau. Tubuh anakonda cenderung lebih pendek dan tebal dibandingkan ular piton. Anakonda hijau mempunyai tubuh besar dengan warna zaitun yang khas. Aksen bintik-bintik hitam berbentuk oval menghiasi tubuhnya secara berselang-seling. Kepalanya lebih besar dan memanjang, sehingga terlihat jelas pembeda antara kepala dan leher.

Apa kamu familiar dengan ular sanca kembang? Nah, ular sanca kembang atau piton batik adalah salah satu jenis piton yang ada di Indonesia. Bentuk kepala piton lonjong dengan ujung cenderung segitiga.

3. Manakah yang lebih besar?

ilustrasi ular anakonda yang besar (pixabay.com/vandylouw)

Posisi ular terbesar di dunia dimenangkan oleh ular anakonda hijau yang diukur berdasarkan berat dan lingkar tubuhnya. Panjang ular ini mencapai 9 meter (kurang lebih 30 kaki) dan beratnya 250 kg (sekitar 550 pon).

Ular piton yang terpanjang di Asia yaitu ular piton retikulata (Malayopython reticulatus) dengan panjang 7 sampai 8 meter (23–26,2 kaki). Bahkan, terdapat laporan panjang ular piton dari 10 meter (32,8 kaki) pada 1912.

4. Anakonda bergerak lebih cepat

ilustrasi ular anakonda bergerak (unsplash.com/juan daniel guzman zapata)

Ular piton dan anakonda, manakah yang lebih cepat di antara keduanya? Ular piton memburu mangsanya dengan cara bersembunyi, tetapi mereka jago naik ke pohon dengan melilitkan tubuhnya. Kecepatan maksimum ular piton sekitar 1 mph di darat dan konstan selama di air.

Sedangkan ular anakonda bergerak lebih gesit dengan kecepatan 5 mph di darat dan berenang dengan kecepatan 10 mph. Keistimewaan ini menjadikan ular anakonda sebagai pemburu aktif dan perenang handal.

5. Cara ular bereproduksi

ilustrasi telur ular (pixabay.com/Soundfrau)

Tidak semua jenis ular berkembang biak dengan cara bertelur. Ular piton bereproduksi dengan cara bertelur (ovipar). Setelah telur keluar, ular piton melilit telur atau mengerami supaya suhu telur tetap stabil. Di sini lain, cara reproduksi ular anakonda tergolong unik.

Ular anakonda bereproduksi secara bertelur dan melahirkan (ovovivipar). Anakonda betina menyimpan telur-telurnya di dalam tubuhnya. Ular anakonda menyimpan telur di tubuhnya kurang lebih tujuh bulan. Selanjutnya, mereka melahirkan anak ular yang telah menetas.

Ternyata, perbedaan ular piton dan anakonda banyak sekali apabila dipelajari lebih dalam. Padahal keduanya mempunyai persamaan yaitu tidak berbisa dan melilit mangsanya. Meskipun tidak mempunyai bisa, kamu tetap harus berhati-hati saat bertemu dengan ular ini.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

Related Article