Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Punya Kekuatan Super, 5 Pohon Ini Bisa Tumbuh Subur di Batuan Padat!
ilustrasi pohon yang tumbuh di atas pohon (unsplash.com/Drew Walker)
  • Lima jenis pohon seperti Bodhi, Juniper Utah, Ara Batu, Pinus Bristlecone, dan Socotra Fig mampu tumbuh subur di batuan padat berkat adaptasi akar dan struktur uniknya.
  • Pohon-pohon ini menunjukkan ketahanan ekstrem terhadap kondisi lingkungan keras seperti kekeringan, suhu ekstrem, serta minimnya nutrisi dengan strategi penyimpanan air dan pertumbuhan lambat.
  • Fenomena ini menegaskan kemampuan luar biasa flora untuk bertahan hidup di ekosistem ekstrem sekaligus menjadi simbol kegigihan dalam menghadapi keterbatasan alam.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Pernahkah kamu membayangkan sebuah pohon tumbuh subur di atas batuan keras? Alih-alih tertanam di tanah yang gembur dan kaya nutrisi, beberapa jenis pohon justru dibekali “kekuatan super” yang membuat mereka mampu mencengkeram dan membelah batuan padat. Ketangguhan ini bukan sekadar bertahan hidup, melainkan bentuk adaptasi luar biasa di mana akar mereka mampu mencari celah kecil apa pun demi mendapatkan air dan kehidupan.

Fenomena alam yang menakjubkan ini membuktikan bahwa batas-batas ekosistem ekstrem bukanlah halangan bagi flora tertentu. Dari tebing curam hingga bongkahan batu granit yang keras, pohon-pohon ini sukses tumbuh dengan baik. Penasaran, apa saja pohon tangguh yang punya kemampuan ini? Yuk, simak daftar lima pohon dengan kekuatan super yang bisa tumbuh subur di atas batuan padat berikut ini!

1. Pohon Bodhi , Ficus religiosa, sang penakluk tembok dan batuan kuno

ilustrasi pohon Bodhi (commons.wikimedia.org/Basile Morin)

Pohon Bodhi, yang juga disebut pohon peepal dan salah satu pohon yang sangat sakral dalam kebudayaan India karena nilai spiritualnya yang mendalam. Dalam tradisi Hindu, pohon ini dianggap sebagai simbol alam semesta dan tempat bersemayamnya para dewa, dikutip laman Times of India. Tidak hanya dari sisi spiritual, pohon ini dianggap sebagai pahlawan lingkungan karena keunikan ilmiahnya. Berbeda dengan mayoritas pohon lain, pohon Bodhi mampu melepaskan oksigen bahkan di malam hari, menjadikannya penyaring udara alami yang luar biasa.

Bahkan, pohon ini adalah salah satu penakluk batuan paling agresif di dunia tumbuhan. Benih pohon ini sering disebarkan oleh burung dan jatuh di celah-celah sempit, seperti di tebing batu, dinding batuan candi tua, atau retakan beton modern. Pohon ini akan menumbuhkan akar udara yang bergerak ke bawah mencari tanah atau sumber air sekecil apa pun.

2. Juniper Utah, Juniperus utahensis, bertahan di tebing tandus Amerika

ilustrasi pohon Juniper Utah (commons.wikimedia.org/Krzysztof Ziarnek, Kenraiz)

Pohon Utah Juniper merupakan salah satu tanaman paling tangguh di kawasan Colorado Plateau karena mampu tubuh subur langsung di celah-celah batuan sedimen yang tandus. Meskipun harus menghadapi cuaca ekstrem mulai dari panas yang menyengat, dingin yang menusuk tulang, hingga angin kencang, pohon ini tetap bertahan berkat sistem perakaran raksasa di bawah tanah. Akar mereka menyusun dua pertiga dari total massa pohon, dengan akar tunggang yang bisa menghujam sedalam 7,5 meter ke bawah dan akar lateral yang menyebar hingga 30 meter ke samping demi memburu sisa-sisa kelembapan.

Dilansir laman National Park Service (NPS), keterbatasan air di habitatnya membuat pertumbuhan Utah Juniper berjalan sangat lambat, pohon yang tingginya hanya 1,5 meter bisa jadi sudah berumur 50 tahun. Untuk menyiasati kekeringan jangka panjang, pohon yang dapat hidup hingga ratusan bahkan seribu tahun ini memiliki kemampuan unik bernama self pruning (pemangkasan mandiri). Mereka akan sengaja memutus aliran nutrisi dan air ke cabang-cabang tertentu hingga mongering dan terlihat mati, demi menghemat energi dan memastikan bagian utama pohon tetap bertahan hidup.

3. Pohon Ara Batu, Ficus petiolaris, eksotisme dari lereng Gunung Meksiko

ilustrasi Rock Fig (commons.wikimedia.org/JMK)

Ficus petiolaris atau populer disebut Rock Fig adalah pohon unik asli Meksiko yang memiliki kemampuan luar biasa untuk bertahan hidup di lingkungan gurun yang gersang dan berbatu. Berbeda dengan pohon lain yang membutuhkan tanah gembur, tanaman ini justru beradaptasi dengan cara menumbuhkan akarnya yang tebal secara melebar di atas permukaan tebing dan batu hitam. Karena akar-akar putih kekuningannya yang menjalar kuat menyerupai aliran lava di atas batu, pohon eksotis ini juga sering dijuluki sebagai pohon lava, dikutip dari The University of Arizona.

4. Pinus Bristlecone, Pinus longaeva, spesies tertua yang hidup di atas batuan dolomit

ilustrasi Pohon Pinus Bristlecone (commons.wikimedia.org/Jane S. Richardson)

Pohon Pinus Bristlecone atau Pinus longaeva di Amerika Serikat selama ini dikenal sebagai organisme tunggal tertua di bumi dengan usia mencapai hampir 5.000 tahun. Rahasia umur panjang pohon ini terletak pada kemampuannya bertahan di lingkungan ekstrem berkat pertumbuhan yang sangat lambat, sehingga menghasilkan kayu yang sangat padat dan kebal dari serangan hama atau penyakit.

Dilansir laman National Geographic, pohon ini merelakan sebagian besar tubuh pohonnya mati dan mengering, sementara kehidupan tetap dialirkan melalui sebagian kecil kulit kayu yang tersisa untuk menghemat energi dan air. Pinus Bristlecone biasa tumbuh di puncak-puncak gunung tertinggi yang terisolasi dan berbatu. Para ahli optimis jika pohon ini akan mampu bertahan hidup melewati perubahan iklim ekstrem di masa depan.

5. Socotra Fig, Dorstenia gigas, endemik dari Pulau Socotra

ilustrasi pohon endemik Socotra Island (unsplash.com/Andrew Svk)

Dorstenia gigas merupakan tanaman unik dan mengagumkan dari keluarga ara (tin) yang berasal dari Pulau Socotra, sebuah wilayah gersang di selatan Jazirah Arab. Dilansir laman UC Davis Botanical Conservatory, tanaman ini memiliki batang raksasa yang berfungsi sebagai tangki penyimpanan air alami agar mereka dapat bertahan hidup di lingkungan gurun yang sangat kering. Di habitat aslinya, tanaman ini tumbuh kokoh langsung dari bebatuan di tebing-tebing curam.

Sama seperti di alam liar, tanaman ini memiliki siklus hidup yang bergantung pada musim. Kemudian proses perkembangbiakkan tanaman ini membutuhkan perhatian yang sangat detail tidak terjadi sendiri. Pohon ini memiliki struktur bunga aneh mirip makhluk asing yang uniknya tidak bisa membuahi dirinya sendiri. Karena bunga betina matang lebih dulu daripada bunga jantan, para ahli di konservasi harus mencari dua tanaman berbeda yang berbunga bersamaan, lalu memindahkan serbuk sari secara manual menggunakan kuas cat.

Kemampuan adaptasi ekstrem ini bukan sekadar tentang bertahan dari rasa haus dan minimnya nutrisi, melainkan sebuah fenomena yang menjadi bukti nyata bahwa keterbatasan lingkungan bukanlah akhir dari segalanya. Keberadaan pohon-pohon tangguh ini menyisakan pesan mendalam tentang arti sebuah kegigihan. Jika sebatang pohon saja bisa memecah batu pembatas demi mencari kehidupan dan tumbuh dengan subur, bukankah kita juga harus bangkit di tengah situasi sesulit apa pun?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

Related Article