Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Polusi Udara Telah Merusak Populasi Semut, Dampaknya Mengerikan

Polusi Udara Telah Merusak Populasi Semut, Dampaknya Mengerikan
ilustrasi semut (freepik.com/wirestock)
Intinya Sih
  • Peneliti Institut Max-Planck menemukan bahwa polusi udara, khususnya ozon, merusak bau khas semut yang penting untuk mengenali anggota koloni mereka.
  • Paparan ozon setara tingkat perkotaan selama 20 menit cukup untuk mengubah alkena pada tubuh semut, menyebabkan agresivitas dan serangan antaranggota koloni sendiri.
  • Eksperimen juga menunjukkan ozon mengganggu perilaku perawatan larva hingga menyebabkan kematian, menandakan dampak serius polusi terhadap keseimbangan populasi semut global.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Bau sangat penting bagi semut karena setiap semut dalam koloni mengenakan tanda keanggotaan berupa hidrokarbon berbau. Polusi udara manusia, menurut studi baru dari peneliti Institut Max-Planck, mengacaukan masyarakat semut dengan mengganggu bau khas ini.

Parfum setiap spesies semut terbentuk dari alkana stabil, ditambah campuran alkena yang spesifik untuk koloni. Sayangnya, alkena ini sangat mudah bereaksi dengan ozon, polutan oksidatif yang konsentrasinya meningkat di udara akibat aktivitas manusia.

Temuan peneliti

Di luar kawasan perkotaan, konsentrasi ozon biasanya hanya mencapai sekitar 10 bagian per miliar, sementara udara kota dapat mengandung antara 30 hingga 200 bagian per miliar, tergantung pada tingkat polusi.

Peneliti ingin mengetahui apakah paparan terhadap tingkat ozon yang lebih tinggi akan mengubah tanda aroma semut, yang mengakibatkan agresivitas saat mereka kembali ke koloni.

Jawabannya benar. Tim tersebut mengekspos semut dari enam spesies yang berbeda ke udara yang terkontaminasi ozon dengan dosis 100 bagian per miliar, setara dengan tingkat polusi udara di kota-kota yang terkontaminasi selama musim panas.

Bahkan paparan selama 20 menit terhadap tingkat ozon perkotaan telah berdampak besar pada semut, merusak alkena yang membantu mereka membedakan teman dari musuh.

Perubahan perilaku semut

ilustrasi semut (commons.wikimedia.org/Muhammad Mahdi Karim)
ilustrasi semut (commons.wikimedia.org/Muhammad Mahdi Karim)

Degradasi alkena terjadi pada hidrokarbon kutikula dari keenam spesies semut yang diteliti; pada lima dari spesies tersebut, hal ini mengganggu pengenalan sesama koloni sedemikian rupa sehingga semut dari koloni yang sama mengancam dan menyerang rekan-rekan mereka yang terpapar ozon.

Paparan ozon memengaruhi pengenalan sesama anggota sarang karena semut membawa setidaknya jumlah kecil alkena yang mudah terurai di tubuh mereka.

Peneliti mengaku terkejut dengan perubahan perilaku yang dramatis setelah semut terpapar ozon. Ternyata, meskipun jumlahnya kecil, alkena sangat penting untuk keunikan bau koloni.

Populasi semut yang terganggu

Dalam eksperimen terpisah, koloni semut kecil namun fungsional dan larva yang mereka rawat terpapar ozon pada tingkat perkotaan. Polusi ini "mengganggu perilaku perawatan larva dalam koloni semut, mengakibatkan kematian larva".

Ada sekitar 30.000 spesies semut di dunia dan para ilmuwan memperkirakan mereka memiliki biomassa yang sama dengan semua burung dan mamalia yang digabungkan. Mereka mengolah tanah, menyebarkan biji, dan membersihkan lingkungan.

Meskipun penurunan populasi serangga secara global sering dikaitkan dengan pestisida, perubahan iklim, dan hilangnya habitat, studi ini mengingatkan bahwa kita mungkin mengganggu masyarakat serangga dengan cara yang bahkan belum kita pertimbangkan.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Achmad Fatkhur Rozi
EditorAchmad Fatkhur Rozi
Follow Us

Latest in Science

See More