(Ilustrasi Karhutla di Sumsel) IDN Times/istimewa
Di lapangan, penggunaan tepung singkong dirancang tetap sederhana dengan mencampurkan konsentrat atau bahan formulasi ke dalam tangki air sebelum penyemprotan. Konsentrasi optimum belum ditetapkan dan akan ditentukan melalui penelitian sehingga formulasi tetap memiliki kemampuan retensi yang baik tanpa menyebabkan viskositas berlebihan, sedimentasi, atau penyumbatan pada pompa dan nozzle.
Secara taktis, cairan retardan berbasis pati singkong–APP berpotensi dikembangkan untuk penyebaran melalui udara maupun darat.
Namun, penyebaran melalui udara harus memiliki viskositas dan distribusi ukuran droplet yang sesuai agar kehilangan akibat drift dan penguapan dapat diminimalkan tanpa mengganggu kemampuan pompa dan nozzle.
Untuk operasi berbasis drone, formulasi dapat diarahkan untuk penyemprotan presisi pada titik api awal, sisi atau flank kebakaran, spot fire, serta pembentukan garis retardan pada vegetasi yang belum terbakar. Kamera termal dapat digunakan untuk membantu identifikasi titik panas dan mengevaluasi potensi penyalaan kembali setelah penyemprotan.
Untuk operasi darat, armada pemadam dapat menyemprotkannya langsung pada bahan bakar vegetasi di sekitar titik api atau pada area yang perlu dilindungi. Pendekatan lainnya adalah membentuk retardant line, yaitu jalur vegetasi yang telah dilapisi bahan retardan untuk memperlambat perambatan api menuju area berikutnya.