Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Fakta Castelmezzano, Desa Italia yang Berdiri di Lereng Pegunungan

5 Fakta Castelmezzano, Desa Italia yang Berdiri di Lereng Pegunungan
Castelmezzano, Italia (commons.wikimedia.org/Dina Benedetto Ferrandina)
  • Castelmezzano adalah desa di Basilicata, Italia selatan, yang dibangun di lereng berbatu Dolomiti Lucane dalam kawasan taman regional, dengan tebing, puncak runcing, dan ngarai dramatis.
  • Sejarahnya ditelusuri hingga koloni Yunani abad ke-6–5 SM bernama Maudoro; penduduk kemudian berlindung dari serangan Saracen, sebelum Norman membangun benteng Castrum Medianum.
  • Wisatawan dapat menjelajahi pusat desa abad pertengahan, Gereja Santa Maria dell’Olmo, Jalur Tujuh Batu menuju Pietrapertosa, serta wahana Volo dell’Angelo sepanjang 1.415 meter.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Bayangkan sebuah desa kecil yang rumah-rumahnya tampak menempel di lereng pegunungan. Di sekelilingnya berdiri puncak batu yang terjal, sementara gang sempit dan tangga mengikuti bentuk permukaan bebatuan. Pemandangan seperti ini bukan hanya bagian dari negeri dongeng, tapi bisa kita lihat di Castelmezzano, sebuah desa di Basilicata, Italia selatan.

Castelmezzano berada di tengah lanskap Dolomiti Lucane, kawasan pegunungan dengan formasi batuan yang membuat desa ini terlihat sangat berbeda dari permukiman Italia pada umumnya. Pemandangannya memang menjadi salah satu alasan wisatawan datang, tetapi daya tarik Castelmezzano tidak berhenti di sana. Desa ini juga menyimpan sejarah panjang hingga wahana zip line menantang yang memungkinkan pengunjung terbang di antara dua desa. Kalau kamu baru pertama kali mendengar nama Castelmezzano, yuk simak lima fakta berikut untuk mengenalnya lebih dalam!

  1. 1. Terletak di lereng pegunungan berbatu Dolomiti Lucane

    Castelmezzano terletak di tengah Dolomiti Lucane
    Castelmezzano terletak di tengah Dolomiti Lucane (commons.wikimedia.org/Sergio Manicone)

    Castelmezzano merupakan sebuah comune atau wilayah administratif di Provinsi Potenza, Basilicata, Italia selatan. Desa ini berada di kawasan Parco Regionale di Gallipoli Cognato Piccole Dolomiti Lucane, sebuah taman regional yang melindungi kawasan alam di sekitar Pegunungan Lucanian Apennines. Di dalam kawasan tersebut terdapat Piccole Dolomiti Lucane atau Dolomiti Kecil Lucania, yang merujuk pada kelompok pegunungan berbatu dengan bentuk puncak yang khas.

    Nama Dolomiti diberikan karena formasi batuannya mengingatkan pada Dolomites di Italia utara, meskipun keduanya merupakan kawasan pegunungan yang berbeda. Tebing, puncak batu yang runcing, dan ngarai yang dalam membuat lingkungan di sekitar Castelmezzano terlihat dramatis. Desa ini pun dibangun mengikuti bentuk medan tersebut sehingga rumah-rumahnya tampak seperti menempel pada lereng pegunungan.

  2. 2. Sejarahnya sudah berlangsung sejak abad ke-6 SM

    Castelmezzano, Italia
    Castelmezzano, Italia (commons.wikimedia.org/Jon Shave)

    Castelmezzano memiliki sejarah yang jauh lebih tua daripada bangunan-bangunan yang sekarang terlihat di desa tersebut. Melansir dari laman Villages Italy, asal-usulnya dapat ditelusuri hingga sekitar abad ke-6 dan ke-5 SM, ketika para kolonis Yunani memasuki Lembah Basento. Mereka kemudian mendirikan sebuah permukiman bernama Maudoro, yang berarti dunia emas.

    Berabad-abad kemudian, kawasan ini mengalami berbagai pergantian kekuasaan dan konflik. Pada abad ke-10 M, serangan bangsa Saracen memaksa penduduk setempat untuk mencari tempat perlindungan di antara bebatuan terjal. Masyarakat setempat mengisahkan seorang gembala bernama Paolino yang menemukan lokasi strategis di antara puncak-puncak curam dan formasi batuan menjulang. Formasi batu yang tinggi membuat penduduk dapat mempertahankan diri di sana. Posisi ini memungkinkan penduduk  menghalau para penyerbu dengan menggulingkan bongkahan batu ke arah mereka. Kemudian pada abad ke-11 hingga ke-13 M , bangsa Norman datang dan membangun benteng di kawasan ini.

  3. 3. Nama Castelmezzano berasal dari nama sebuah benteng Norman

    Reruntuhan benteng Castrum Medianum yang masih tersisa berupa bagian dinding dan tangga panjang.
    Reruntuhan benteng Castrum Medianum yang masih tersisa berupa bagian dinding dan tangga panjang. (commons.wikimedia.org/Lorenzo Palazzo)

    Kehadiran bangsa Norman meninggalkan jejak penting dalam identitas Castelmezzano. Mereka membangun sebuah benteng yang dikenal sebagai Castrum Medianum, yang berarti “kastil tengah”. Benteng tersebut berada di posisi strategis di antara benteng Pietrapertosa dan Albano di Lucania. Dari nama benteng inilah nama Castelmezzano kemudian berasal.

    Meskipun sebagian besar bangunannya sudah tidak utuh, peninggalan benteng masih dapat ditemukan hingga sekarang. Di antaranya terdapat bagian dinding serta tangga panjang dan curam yang dipahat langsung pada batu menuju titik pengamatan. Dahulu, posisi tersebut memungkinkan penjaga mengawasi lembah Sungai Basento dari tempat yang lebih tinggi.

  4. 4. Ada banyak hal menarik untuk dijelajahi selain pemandangannya yang indah

    Percorso delle Sette Pietre atau Jalur Tujuh Batu yang menghubungkan Castelmezzano dan Pietrapertosa melalui jalur kuno sekitar 2 kilometer.
    Percorso delle Sette Pietre atau Jalur Tujuh Batu yang menghubungkan Castelmezzano dan Pietrapertosa melalui jalur kuno sekitar 2 kilometer. (commons.wikimedia.org/Mboesch)

    Setelah mengetahui sejarahnya, kamu mungkin mulai bertanya, sebenarnya ada apa saja di Castelmezzano? Salah satu cara terbaik untuk menjawabnya adalah dengan berjalan kaki menyusuri pusat desanya. Tata kota abad pertengahan masih terasa melalui rumah-rumah yang dibangun di antara batu, gang sempit, tangga, dan berbagai sudut pandang yang mengarah ke pegunungan. Salah satu bangunan penting di Castelmezzano adalah Gereja Induk Santa Maria dell’Olmo. Sebuah gereja yang dibangun menggunakan batu lokal dan menyimpan sejumlah karya seni.

    Selain itu, pengunjung juga bisa melakukan perjalanan hiking melalui Jalur Tujuh Batu atau dikenal juga dengan nama Percorso delle Sette Pietre. Jalur ini merupakan jalur pendakian sepanjang 2 kilometer yang menghubungkan desa Castelmezzano dengan desa Pietrapertosa. Jalur tujuh batu terinspirasi dari buku karya penulis Mimmo Sammartino yang berjudul Vito ballava con le streghe (Vito menari dengan para penyihir). Oleh karena itu, di sepanjang jalan pengunjung akan menemukan banyak ukiran batu dan instalasi yang menggambarkan tema-tema dari legenda tersebut. Oleh karena itu, perjalanan di jalur ini bukan sekadar aktivitas berjalan kaki, tetapi juga menjadi cara bagi pengunjung untuk mengenal cerita dan tradisi yang berkembang di kawasan tersebut.

  5. 5. Wisatawan bisa terbang dari Castelmezzano ke Pietrapertosa

    Wahana Volo dell’Angelo atau penerbangan malaikat menghubungkan desa Castelmezzano dengan desa Pietrapertosa melewati jalur udara.  (commons.wikimedia.org/Lorenzo Palazzo)
    Wahana Volo dell’Angelo atau penerbangan malaikat menghubungkan desa Castelmezzano dengan desa Pietrapertosa melewati jalur udara. (commons.wikimedia.org/Lorenzo Palazzo)

    Inilah salah satu alasan yang membuat Castelmezzano semakin dikenal wisatawan. Desa ini terhubung dengan Pietrapertosa, desa lain di Dolomiti Lucane, melalui sebuah wahana bernama Volo dell’Angelo yang berarti Penerbangan Malaikat. Pengunjung dipasangi perlengkapan keselamatan lalu meluncur menggunakan kabel baja yang membentang di antara dua desa.

    Pengalaman tersebut membuat wisatawan seolah-olah terbang di atas lembah sambil melihat puncak-puncak Dolomiti Lucane dari udara. Dilansir Italia.it, wahana ini memiliki dua jalur dengan perbedaan ketinggian masing-masing sekitar 118 dan 130 meter. Jalur ini membentang sepanjang 1.415 meter dan dapat mencapai kecepatan hingga 110 kilometer per jam. Wah, benar-benar wahana yang memicu adrenalin ya!

    Nah, itulah lima fakta menarik mengenai Castelmezzano. Castelmezzano mungkin hanya sebuah desa kecil di pegunungan Basilicata, tetapi cerita yang dimilikinya jauh lebih besar daripada ukurannya. Dari permukiman Yunani kuno bernama Maudoro, benteng Norman Castrum Medianum, hingga rumah-rumah yang masih bertahan di antara tebing, semuanya menunjukkan bagaimana manusia beradaptasi dengan lanskap yang keras selama berabad-abad.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More