Rahasia di Balik Aroma Tanah yang Harum Setelah Hujan

- Aroma tanah setelah hujan disebut petrichor, dihasilkan oleh senyawa geosmin dari bakteri Actinomycetes dan minyak tanaman yang terpapar air hujan.
- Faktor musim kemarau panjang, cuaca, dan aktivitas petir berperan dalam munculnya aroma petrichor, namun tidak semua jenis tanah mampu menghasilkannya.
- Tanah berpasir, liat, dan longgar memiliki kemampuan melepaskan aerosol geosmin dengan mudah, sementara tanah padat atau mengandung bahan kimia berlebih tidak mampu menghasilkan aroma petrichor.
Pernahkah kamu memperhatikan aroma tanah yang menyerbak setelah hujan reda? Bagi sebagian orang, aroma tersebut terasa sangat harum dan menyegarkan. Aroma khas ini muncul dari kombinasi beberapa faktor alam. Penasaran bagaimana proses munculnya aroma alami ini? Yuk, simak penjelasannya melalui artikel berikut ini!
Apa yang menyebabkan aroma khas tanah setelah hujan?

Aroma harum tanah yang muncul setelah hujan dalam bahasa ilmiahnya disebut petrichor. Istilah petrichor dalam bahasa Yunani terdiri dari dua kata, yaitu petra yang berarti batu dan ichor yang berarti cairan mengalir dalam tubuh para dewa. Jadi, petrichor dapat dirtikan sebagai 'cairan dari batu'.
Lalu bagaimana air hujan bisa menimbulkan aroma khas yang menyegarkan? Aroma ini muncul karena senyawa khusus bernama geosmin, di mana senyawa tersebut dihasilkan oleh bakteri Actinomycetes yang hidup di lapisan tanah kering.
Berkat tetesan air hujan yang lembut menyentuh permukaan tanah, bakteri tersebut akan menyebar ke udara. Melepaskan harum yang menenangkan. Tidak hanya itu, minyak alami dari tanaman yang mengendap selama musim kemarau turut menguap saat terkena air hujan, diikuti ozon petir yang menambah kekuatan aroam tersebut.
Faktor yang mempengaruhi munculnya aroma tanah setelah hujan

Di balik keharuman tanah setelah hujan, terdapat faktor pendukung yang bekerja sama demi menciptakan wangi tersebut. Faktor ini melibatkan musim kemarau yang panjang. Semakin lama musim kemarau, maka semakin menumpuk geosmin dan minyak tanaman di dalam tanah, saat hujan turun aroma yang selama ini tersimpan pun meledak ke udara.
Tidak hanya faktor cuaca saja, petir juga menjadi bagian penting terciptanya aroma petrichor. Adanya sambaran petir membantu memecah oksigen menjadi ozon, yang turun disertai hujan dengan menambah nuansa segar pada permukaan tanah yang basah.
Apakah semua tanah bisa menghasilkan aroma khas setelah hujan?

Tidak semua jenis tanah mampu menghasilkan aroma petrichor yang kuat. Kondisi ini dikarenakan tidak semua tanah memiliki bakteri Actinomycetes yang cukup.
Beberapa jenis tanah seperti tekstur berpasir, tanah liat, dan longgar yang memiliki pori memiliki kemampuan untuk melepaskan aerosol geosmin dengan mudah saat air hujan menyentuh permukaan, sehingga petrichor menghasilkan bau yang lebih kuat.
Sebaliknya, aroma khas justru tidak akan kuat jika tanahnya cenderung padat layaknya beton kasar. Tanah yang mengandung bahan kimia berlebih juga menghambat aroma petrichor keluar ke udara, karena bakteri Actinomycetes yang sulit tumbuh.
Itu dia penjelasan mengenai aroma khas tanah yang muncul setelah hujan. Bisa disimpulkan, bahwa aroma tersebut muncul karena adanya senyawa geosmin yang dihasilkan dari bakteri Actinomycetes. Tentu didukung faktor lain seperti struktur tanah, cuaca, dan aktivitas petir.


















