Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You
    It helps you see more of our articles when you search on Google
    Tingkatan Status Gunung Berapi Beserta Langkah Mitigasinya
    ilustrasi gunung (pexels.com/Daneswara Eka)
    • PVMBG menetapkan empat status gunung api: Normal, Waspada, Siaga, dan Awas, dengan Level IV menandakan potensi erupsi besar dalam 24 jam serta ancaman awan panas, lava, dan abu.
    • Abu vulkanik dapat memicu gangguan pernapasan, iritasi, pencemaran makanan dan air, gagal panen, kerusakan elektronik serta atap, hingga gangguan navigasi dan penerbangan.
    • Mitigasi meliputi memantau informasi resmi, menyiapkan tas siaga dan jalur evakuasi, menjauhi zona bahaya, memakai pelindung, membersihkan abu, serta tetap di pengungsian sampai aman.
    This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

    Belakangan ini, aktivitas gunung berapi di Indonesia kembali meningkat. Hal ini menjadi pengingat untuk memahami langkah mitigasi sebagai persiapan. Salah satunya adalah mengenali tingkatan status gunung api.

    Pemerintah menetapkan empat tingkat isyarat gunung berapi di Indonesia. Setiap tingkatan punya ancaman bahaya yang perlu diwaspadai. Simak tingkatan dan langkah mitigasinya di bawah ini?

    1. Tingkatan status gunung berapi

    ilustrasi gunung meletus (pexels.com/Israel Torres)

    Sebelum erupsi, gunung berapi akan menunjukkan tanda-tanda tertentu. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) membagi status keaktifan gunung api ke dalam empat level. Normal dengan warna hijau, Waspada kuning, Siaga oranye, dan Awas merah. Berikut penjelasannya!

    • Level I (Normal): Aktivitas gunung api tampak normal, tidak ada perubahan aktivitas secara visual, seismik, maupun vulkanik. Namun, kemungkinan ada gas beracun di sekitar gunung.

    • Level II (Waspada): Mulai terlihat adanya peningkatan aktivitas seismik atau vulkanik dan perubahan di sekitar kawah. Kondisi ini membuat daerah sekitar kawah berbahaya.

    • Level III (Siaga): Tampak perubahan seismik yang didukung dengan pemantauan vulkanik lainnya. Terlihat jelas perubahan secara visual maupun aktivitas kawah. Erupsi kecil terjadi tapi tidak mengancam pemukiman penduduk.

    • Level IV (Awas): Kondisi paling memungkinkan terjadinya erupsi. Kemungkinan erupsi besar terjadi dalam 24 jam. Ancaman bahaya dapat berupa awan panas, guguran lava pijar, hingga abu vulkanik.

    2. Dampak abu vulkanik dari gunung berapi

    ilustrasi gunung meletus (pexels.com/Suhairy Tri Yadhi)

    Salah satu hal yang ditakuti saat gunung berapi meletus adalah hujan abu vulkanik. Semburan abu vulkanik ini bisa menjangkau radius yang sangat jauh tergantung pada arah dan kecepatan angin. Material ini membawa berbagai dampak negatif, antara lain:

    • Dampak kesehatan: Partikel abu vulkanik yang sangat halus memicu gangguan pernapasan akut (ISPA), asma, infeksi paru-paru, iritasi mata, hingga iritasi kulit.

    • Dampak lingkungan: Abu vulkanik yang beterbangan bisa mencemari makanan dan minuman. Mencemari sumber air bersih dan memicu gagal panen.

    • Dampak infrastruktur: Merusak peralatan elektronik, mesin, dan atap rumah. Memicu hubungan arus pendek atau korsleting.

    • Dampak pada sektor penerbangan: Abu vulkanik yang tebal bisa mengurangi jarak pandang, mengganggu navigasi hingga risiko kecelakaan. Ini sebabnya banyak penerbangan yang akan dihentikan sementara.

    3. Langkah mitigasi

    ilustrasi packing pakai koper (unsplash.com/Kateryna Hilznitsova)

    Melihat betapa berbahayanya dampak dari letusan gunung berapi, mempersiapkan diri dengan baik adalah langkah awal yang penting. Mitigasi bencana gunung berapi terbagi ke dalam tiga tahap, diantaranya:

    Sebelum Erupsi:

    • Memantau informasi resmi dari BMKG maupun PVMBG.

    • Mengenali jalur evakuasi dan titik kumpul aman yang telah ditentukan.

    • Menyiapkan tas siaga bencana yang berisi dokumen penting, konsumsi, pakaian, maupun obat-obatan.

    Saat bencana:

    • Segera jauhi zona bahaya dan radius aman yang direkomendasikan petugas.

    • Gunakan masker dan pelindung mata untuk melindungi diri dari abu vulkanik.

    Setelah erupsi:

    • Tetap gunakan masker dan pelindung mata saat berada di wilayah yang terdampak abu vulkanik.

    • Bersihkan atap rumah dari penumpukan abu vulkanik.

    • Tetap berada di tempat pengungsian sampai keadaan dinyatakan aman.

    Belakangan ini, aktivitas vulkanik di sejumlah wilayah kembali meningkat. Agar tidak panik saat situasi darurat datang, mengenali setiap tingkatan statusnya adalah kunci utama keselamatan. Jadi, sudah sejauh mana kamu siap dan tanggap jika erupsi tiba-tiba terjadi?

    This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

    Curated For You

    Editorial Team

    Related Article