ilustrasi tanah retak akibat gempa bumi (pexels.com/Samiran)
Meski gempa dangkal cenderung lebih berbahaya bagi wilayah di dekat sumbernya, bukan berarti setiap gempa dangkal pasti merusak. Magnitudo tetap memiliki peran besar.
Gempa dangkal bermagnitudo 3, misalnya, umumnya tidak menghasilkan energi sebesar gempa bermagnitudo 7. Gempa bermagnitudo besar yang terjadi sangat dangkal dan dekat dengan kawasan padat penduduk dapat menghasilkan kerusakan yang luar biasa. Skenario yang paling berisiko adalah ketika gempa berkekuatan besar terjadi pada kedalaman dangkal, dekat dengan permukiman, di wilayah dengan tanah yang dapat memperkuat guncangan, serta memiliki banyak bangunan yang tidak tahan gempa.
Singkatnya, gempa dangkal lebih berpotensi merusak karena sumber energinya berada dekat dengan permukaan. Gelombang seismik tidak perlu menempuh jarak yang terlalu jauh sehingga lebih sedikit energi yang hilang sebelum mencapai bangunan dan manusia.
Referensi
Al-Jazeera. Diakses pada September 2026. Why do Shallow Earthquakes Cause More Destruction than Deep Ones?
ITV. Diakses pada September 2026. What is a Shallow Earthquake and Why are They so Dangerous?
Phys.org. Diakses pada September 2026. How Shallow, Deep Earthquakes Differ
Smithsonian Magazine. Diakses pada September 2026. Seven Factors That Contribute to the Destructiveness of an Earthquake
The Conversation. Diakses pada September 2026. Why are Shallow Earthquakes More Destructive? The Disaster in Java is a Devastating Example