Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Mengapa Suhu Bisa Turun Saat Gerhana Matahari Total?
ilustrasi gerhana matahari (pexels.com/Israel Torres)
  • Saat gerhana Matahari total, Bulan menghalangi radiasi Matahari sehingga permukaan Bumi sementara kehilangan pasokan energi dan udara di jalur totalitas dapat mendingin.
  • Pendinginan terjadi seperti matahari terbenam yang sangat cepat: tanah melepas panas setelah menerima lebih sedikit cahaya, bukan karena Matahari menjadi lebih dingin.
  • Suhu terendah dapat muncul beberapa menit setelah totalitas akibat jeda respons udara; besarnya penurunan serta perubahan angin dipengaruhi cuaca, permukaan, dan durasi gerhana.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Saat mengalami gerhana Matahari total, suasana siang tiba-tiba berubah menjadi gelap. Namun, pernahkah kamu memerhatikan udara jadi terasa lebih dingin dalam hitungan menit? Ketika Bulan menutupi Matahari, bukan hanya cahaya yang menghilang. Suhu di sekitar jalur gerhana juga dapat ikut turun.

Lantas, mengapa gerhana Matahari total bisa membuat udara terasa dingin? Apakah Matahari benar-benar menjadi lebih dingin? Jawabannya berkaitan dengan cara Bumi menerima dan menyimpan energi Matahari.

1. Sinar Matahari biasanya menghangatkan permukaan Bumi

Sebagian besar panas yang kita rasakan pada siang hari berasal dari energi Matahari. Sinar Matahari menembus atmosfer dan kemudian diserap oleh berbagai permukaan di Bumi, seperti tanah, laut, tumbuhan, hingga bangunan. Permukaan yang sudah menerima energi tersebut kemudian menghangatkan udara di sekitarnya. Udara hangat akan naik, sementara udara yang lebih dingin bergerak menggantikannya. Proses ini membantu mendistribusikan panas di lapisan atmosfer dekat permukaan Bumi.

Namun, situasinya berubah ketika terjadi gerhana Matahari total. Bulan berada tepat di antara Matahari dan Bumi sehingga bayangannya menutupi wilayah tertentu. Di jalur totalitas, piringan Matahari bahkan dapat tertutup sepenuhnya.

Akibatnya, jumlah radiasi Matahari yang mencapai permukaan Bumi turun secara drastis untuk sementara waktu. Tanpa pasokan energi seperti biasanya, permukaan Bumi mulai kehilangan panas.

2. Mirip Matahari terbenam, tetapi terjadi jauh lebih cepat

Penurunan suhu saat gerhana Matahari total sebenarnya bisa dibayangkan seperti matahari terbenam yang berlangsung sangat cepat. Saat matahari terbenam, permukaan Bumi perlahan berhenti menerima energi langsung dari Matahari sehingga suhunya mulai menurun. Bedanya, saat gerhana, proses tersebut terjadi ketika Matahari sebenarnya masih berada tinggi di langit.

Bayangan Bulan bergerak melintasi permukaan Bumi. Ketika cahaya Matahari semakin tertutup, tanah menerima lebih sedikit energi. Permukaan yang sebelumnya sudah menyimpan panas kemudian mulai melepaskannya ke lingkungan sekitar.

Inilah yang membuat udara dapat terasa lebih sejuk secara tiba-tiba. Jadi, bukan Matahari yang mendadak kehilangan panas, melainkan Bumi untuk sementara menerima jauh lebih sedikit energi Matahari.

3. Mengapa suhu terendah bisa terjadi setelah totalitas

ilustrasi gerhana matahari (pexels.com/Drew Dempsey)

Menariknya, suhu udara tidak selalu mencapai titik terendah tepat ketika Matahari tertutup sepenuhnya. Suhu terendah justru dapat terjadi beberapa menit setelah fase totalitas berakhir.

Hal ini berkaitan dengan cara permukaan Bumi dan atmosfer merespons panas. Energi Matahari pertama-tama banyak diserap oleh permukaan tanah. Setelah itu, permukaan tersebut memanaskan udara di atasnya.

Ketika sinar Matahari tiba-tiba berkurang, permukaan tanah merespons lebih cepat. Udara di dekat permukaan membutuhkan waktu sedikit lebih lama untuk ikut mendingin. Karena itu, terdapat jeda antara saat gerhana mencapai puncaknya dan saat suhu udara mencapai titik terendah.

Selain itu, suhu permukaan tanah dapat mengalami penurunan lebih besar dibandingkan suhu udara. Besarnya perubahan bergantung pada seberapa lama dan seberapa luas cahaya Matahari tertutup.

4. Tidak semua tempat mengalami penurunan suhu yang sama

Jangan heran jika penurunan suhu saat gerhana berbeda-beda di setiap lokasi. Ada banyak faktor yang memengaruhinya, mulai dari tutupan awan, kelembapan tanah, vegetasi, ketinggian tempat, angin, hingga jenis permukaan tanah.

Lokasi yang mengalami gerhana total dengan langit cerah dan sinar Matahari yang kuat berpotensi mengalami penurunan suhu yang lebih terasa. Sebaliknya, jika sejak awal langit sudah berawan atau gerhana hanya sebagian, perubahan suhu bisa lebih kecil.

Durasi gerhana juga berpengaruh. Semakin lama suatu wilayah berada di bawah bayangan Bulan, semakin panjang pula waktu permukaan Bumi kehilangan pasokan energi Matahari secara langsung.

5. Gerhana Matahari total juga bisa memengaruhi angin

Dampaknya tidak berhenti pada suhu. Pendinginan permukaan Bumi yang berlangsung cepat juga dapat memengaruhi kondisi atmosfer di sekitar jalur gerhana.

Ketika permukaan tanah mendingin, udara hangat di dekat permukaan tidak lagi naik sekuat sebelumnya. Kondisi ini dapat menyebabkan perubahan sementara pada kecepatan atau arah angin.

Kelembapan dan pembentukan awan juga berpotensi mengalami perubahan, meski efeknya sangat bergantung pada kondisi cuaca setempat. Semua perubahan tersebut biasanya hanya berlangsung sementara dan mengikuti pergerakan bayangan Bulan.

Jadi, jika kamu merasa udara tiba-tiba dingin saat gerhana Matahari total, itu bukan sekadar perasaan. Bayangan Bulan benar-benar dapat mengurangi energi Matahari yang mencapai permukaan Bumi dan membuat suhu turun untuk sementara waktu. Fenomena singkat ini menjadi pengingat menarik bahwa perubahan jumlah sinar Matahari dalam waktu yang sangat singkat pun bisa langsung terasa di lingkungan sekitar kita.

Referensi

AccuWeather. Diakses pada Agustus 2026. Why the Weather Changes During a Total Solar Eclipse
CNN. Diakses pada Agustus 2026. How This Week’s Solar Eclipse Will Alter the Weather
Fox Weather. Diakses pada Agustus 2026. How a Total Solar Eclipse Will Affect the Weather
NASA. Diakses pada Agustus 2026. Temperature Change during Totality
Science Insights. Diakses pada Agustus 2026. What Occurs During a Solar Eclipse, Explained
Space.com. Diakses pada Agustus 2026. Brrr! How Much Can Temperatures Drop During a Total Solar Eclipse?

Curated For You

Editorial Team

Related Article