Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Balapan F1 yang Dibatalkan per 24 Maret 2026, Ada Bahrain dan Arab

5 Balapan F1 yang Dibatalkan per 24 Maret 2026, Ada Bahrain dan Arab
ilustrasi pembalap McLaren di Formula 1 (pexels.com/Jonathan Borba)
Intinya Sih
  • FIA resmi membatalkan GP Bahrain dan GP Arab Saudi 2026 karena konflik di kawasan Timur Tengah yang menimbulkan risiko tinggi terhadap keamanan dan logistik tim F1.
  • Sejumlah balapan sebelumnya juga dibatalkan, seperti GP Emilia Romagna 2023 akibat banjir besar, serta GP Belgia 2021 yang hanya berlangsung dua putaran karena hujan ekstrem.
  • Pandemi COVID-19 pada 2020 menyebabkan pembatalan masif termasuk GP Australia, menegaskan bahwa keselamatan dan kondisi global menjadi faktor utama dalam penentuan kalender Formula 1.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Formula 1 secara resmi membatalkan GP Bahrain dan GP Arab Saudi pada musim balap 2026 akibat situasi yang tidak kondusif. Keputusan ini menambah daftar seri balapan yang gagal diselenggarakan dalam beberapa tahun terakhir. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa balapan F1 sangat bergantung kepada berbagai faktor, baik di dalam maupun di luar lintasan.

Berbagai faktor seperti konflik, bencana alam, dan pandemik menjadi penyebab utama pembatalan sejumlah seri. Dalam beberapa musim terakhir, F1 juga telah membatalkan beberapa seri di berbagai sirkuit. Berikut lima balapan F1 terakhir yang terpaksa dibatalkan karena berbagai pertimbangan.

1. GP Arab Saudi 2026 resmi dibatalkan untuk menggelar balapan Formula 1

Formula 1 membatalkan gelaran GP Arab Saudi 2026 yang rencananya diselenggarakan di Jeddah. Belum padamnya konflik di kawasan Timur Tengah memicu kekhawatiran besar terkait aspek keamanan selama balapan berlangsung. FIA mengambil keputusan tegas untuk tidak melanjutkan seri tersebut demi meminimalisasi risiko.

Pihak penyelenggara menilai kondisi saat ini masih tidak memungkinkan untuk menjamin keselamatan seluruh tim, pembalap, maupun kru. Selain faktor keamanan, gangguan pada jalur distribusi logistik juga menjadi kendala utama. Keputusan pembatalan ini berdampak kepada perubahan struktur kalender F1 2026, khususnya untuk seri di kawasan Timur Tengah.

2. GP Bahrain 2026 menjadi balapan di Timur Tengah kedua yang dibatalkan akibat konflik

Selain Arab Saudi, Formula 1 juga membatalkan GP Bahrain 2026 yang awalnya berlangsung pada awal April 2026. Eskalasi konflik yang melibatkan Iran, Israel, dan Amerika Serikat di kawasan Teluk menjadi alasan pembatalan seri ini. Situasi tersebut berdampak langsung kepada kesiapan balapan.

Sama seperti GP Arab Saudi, FIA mempertimbangkan risiko tinggi terhadap operasional tim serta jalur distribusi logistik peralatan balap. Mereka memutuskan untuk menghapus dua seri di Timur Tengah tersebut dari kalender balap 2026. Keputusan tegas ini diambil guna memastikan faktor keselamatan dan keamanan tetap menjadi prioritas utama di atas segalanya.

3. GP Emilia Romagna 2023 harus dibatalkan akibat banjir yang melanda kawasan sekitar

GP Emilia Romagna 2023 yang sedianya berlangsung di Sirkuit Imola juga pernah dibatalkan. Keputusan ini diambil lantaran banjir besar melanda wilayah tersebut, yang mengharuskan evakuasi besar bagi warga setempat. Kondisi darurat yang terjadi memaksa otoritas berwenang untuk mengalihkan seluruh fokus pada penanganan bencana dan keselamatan warga.

Formula 1 memilih meniadakan balapan guna mendukung penuh upaya penyelamatan dan pemulihan di area terdampak. Selain faktor kemanusiaan, infrastruktur saat itu juga tidak memungkinkan untuk menampung kegiatan olahraga berskala internasional. Langkah ini diambil sebagai bentuk empati dan tanggung jawab sosial terhadap masyarakat yang terdampak bencana.

4. GP Belgia (2021) hanya berlangsung dua putaran di bawah kawalan safety car

GP Belgia 2021 berlangsung dalam kondisi cuaca ekstrem di Sirkuit Spa-Francorchamps. Hujan yang sangat deras menyebabkan balapan tidak dapat berjalan normal sejak awal dimulai. Race director akhirnya memutuskan untuk menghentikan perlombaan setelah para pembalap hanya melakukan dua putaran di belakang safety car.

Meski begitu, FIA tetap mengesahkan hasil balapan dan memberikan setengah poin kepada para pembalap. Keputusan ini tentu sangat aneh karena balapan hanya berlangsung singkat dan tidak ada aksi salip-menyalip seperti balapan normal. Situasi tersebut menjadikan GP Belgia 2021 salah satu balapan paling kontroversial dalam sejarah Formula 1.

5. GP Australia (2020) tidak jadi dilaksanakan karena semakin banyaknya terjadi kasus COVID-19

Formula 1 tercatat pernah membatalkan GP Australia 2020 hanya beberapa jam sebelum jadwal dimulai. Keputusan mendadak ini diambil setelah pandemik COVID-19 menyebar di dalam paddock, yang memicu kekhawatiran terhadap keselamatan banyak orang. Adanya kasus positif di salah satu tim menjadi alasan utama F1 segera menghentikan seluruh aktivitas balapan di Melbourne.

F1 akhirnya memutuskan untuk meniadakan berbagai seri balapan demi menjaga protokol kesehatan global. Selain GP Australia, seri seperti Vietnam, Belanda, Monako, Azerbaijan, Kanada, Prancis, Singapura, Jepang, Amerika Serikat, Mexico City, dan Brasil resmi dibatalkan pada 2020. Serangkaian pembatalan ini menunjukkan bahwa pandemik yang terjadi pada 2020 memberikan dampak yang sangat masif terhadap kalender F1.

Penyelenggaraan Formula 1 pada akhirnya sangat bergantung kepada berbagai faktor. Tiap keputusan pembatalan balapan selalu menempatkan aspek keselamatan sebagai prioritas utama. Kelima contoh di atas membuktikan bahwa jadwal seri F1 dapat berubah sewaktu-waktu menyesuaikan kondisi di sekitar sirkuit.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Gagah N. Putra
EditorGagah N. Putra
Follow Us

Latest in Sport

See More