Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Perjalanan Freiburg Menembus Final Liga Europa 2025/2026, Bisa Juara?

Perjalanan Freiburg Menembus Final Liga Europa 2025/2026, Bisa Juara?
ilustrasi pertandingan (unsplash.com/howardbouchevereau)
Intinya Sih
  • Freiburg melaju ke final Liga Europa 2025/2026 usai tampil impresif di fase liga dengan lima kemenangan, tiga hasil imbang, dan satu kekalahan dari sembilan laga.
  • Tim asuhan Julian Schuster sukses melakukan dua comeback penting, menyingkirkan KRC Genk 5-1 di leg kedua 16 besar dan membalikkan keadaan atas Braga di semifinal.
  • Freiburg akan menghadapi Aston Villa pada final di Besiktas Stadium, Turki, berpeluang meraih trofi mayor pertama dalam sejarah klub sejak berdiri tahun 1904.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Freiburg bakal berhadapan dengan Aston Villa pada final Liga Europa 2025/2026. Tim Jerman itu akan bertarung dengan lawannya dari Inggris di Besiktas Stadium, Turki, pada 20 Mei 2026. Skuad besutan Julian Schuster berjuang cukup keras untuk mencapai partai puncak. Mereka tercatat dua kali melakukan comeback. Berikut ulasan perjalanan Christian Guenter dan kolega.

1. Freiburg menang 5 kali, seri 3 kali, dan kalah 1 kali pada fase liga

Freiburg lolos ke Liga Europa 2025/2026 berkat berakhir di posisi kelima di Bundesliga Jerman 2024/2025. Ini merupakan kali ketujuh mereka tampil di kompetisi level kontinen. Sebelumnya, klub yang terbentuk pada 1904 itu melakukannya di UEFA Cup 1995/1996 dan 2001/2002 serta Liga Europa 2013/2014, 2017/2018, 2022/2023, dan 2023/2024. Pencapaian terbaik Die Breisgau-Brasilianer adalah 16 besar.

Tim yang bermarkas di Europa-Park-Stadion ini lantas berakhir di posisi ketujuh pada fase liga Liga Europa 2025/2026. Mereka meraih lima kemenangan atas Basel (2-1), Utrecht (2-0), Nice (3-1), RB Salzburg (1-0), dan Maccabi Tel Aviv (1-0). Freiburg seri dengan Bologna (1-1) dan Viktoria Plzen (0-0). Lille merupakan tim satu-satunya yang mengalahkan Freiburg. Mereka menyerah 0-1 sebagai tamu pada matchday pemungkas.

2. Freiburg menyingkirkan KRC Genk secara comeback pada 16 besar

Posisi ketujuh pada fase liga membuat Freiburg melenggang otomatis ke 16 besar Liga Europa 2025/2026. Mereka kemudian berhadapan dengan KRC Genk. Freiburg mendapat hak untuk tampil di kandang pada leg kedua berkat status kelolosan tersebut. Privilese ini pada akhirnya membantu mereka melaju ke perempat final.

Sebab, ketika bermain tandang pada leg pertama, Freiburg memang kalah akibat gol tunggal Zakaria El Ouahdi. Namun, saat beraksi di depan publik sendiri, Freiburg mengamuk. Mereka menang telak 5-1 berkat gol Matthias Ginter, Igor Matanovic, Vincenzo Grifo, Yuito Suzuki, dan Maximilian Eggestein.

3. Freiburg menang mudah atas Celta Vigo pada perempat final

Freiburg melanjutkan pertualangannya di Liga Europa 2025/2026 dengan melawan Celta Vigo pada perempat final. Mereka diunggulkan untuk menang. Pasalnya, Celta hanya berakhir di posisi ke-16 pada fase liga. Wakil dari Spanyol itu memang membuat kejutan pada 16 besar dengan menyingkirkan Olympique Lyon yang merupakan pemuncak klasemen pada fase liga. Namun, Freiburg mampu menundukkan Celta dengan meyakinkan.

Mereka menang 3-0 saat memainkan leg pertama di kandang. Gol dicetak Vincenzo Grifo, Niklas Beste, dan Matthias Ginter. Freiburg kembali mencetak tiga gol ketika melawat ke Estadio de Balaidos. Namun, mereka kebobolan satu gol. Yuito Suzuki menjadi bintang utama pada leg kedua dengan mengukir brace. Sebelum ia mencatatkan namanya di papan skor, Igor Matanovic lebih dulu melakukannya. Sementara, gol hiburan Celta dibuat Williot Swedberg.

4. Freiburg mengalahkan Braga secara dramatis pada semifinal

Freiburg mengamankan tiket final Liga Europa 2025/2026 berkat kemenangan dramatis atas Braga pada semifinal. Mereka kalah dulu 1-2 saat hadir sebagai tamu di Estadio Municipal de Braga pada leg pertama. Vincenzo Grifo menyamakan kedudukan pada menit 16 setelah Demir Ege Tiknaz mencetak gol 8 menit sebelumnya. Braga mendapat hadiah penalti pada akhir babak pertama. Namun, Noah Atubolu berhasil menahan eksekusi Rodrigo Salazar. Sayangnya, beberapa saat sebelum pertandingan selesai, gawang Atubolu dibobol Mario Dorgeles.

Freiburg lantas membalikkan keadaan dengan menang 3-1 pada leg kedua. Hasil ini tidak terlepas berkat keunggulan jumlah pemain mulai menit keenam. Wasit Davide Massa memberikan kartu merah kepada Dorgeles yang melakukan pelanggaran saat Niklas Beste sudah berhadapan 1 lawan 1 dengan Lukas Hornicek. Freiburg akhirnya memecah kebuntuan sekaligus menyamakan agregat lewat gol Lukas Kuebler pada menit 19. Mereka menjauh berkat gol Johan Manzambi pada menit 41 dan brace Kuebler pada menit 72. Braga memperkecil kekalahannya melalui sundulan Pau Victor pada menit 79.

Freiburg bakal membuat sejarah jika menang pada final Liga Europa 2025/2026. Mereka akan mengangkat trofi mayor pertamanya. Sebelumnya, Freiburg bahkan cuma pernah sekali mencapai final. Itu terjadi di DFB-Pokal 2021/2022 dan mereka kalah dari RB Leipzig lewat adu penalti. Mampukah Freiburg menaklukkan Aston Villa?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Kidung Swara Mardika
EditorKidung Swara Mardika
Follow Us

Latest in Sport

See More