Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Peraih Thomas Cup pada 5 Edisi Terakhir, China Masih Mendominasi!

Peraih Thomas Cup pada 5 Edisi Terakhir, China Masih Mendominasi!
ilustrasi bulu tangkis (pexels.com/Saif71.com)
Intinya Sih
  • Dalam lima edisi terakhir Thomas Cup, empat negara berbeda berhasil menjadi juara: Denmark (2016), China (2018, 2024), Indonesia (2020), dan India (2022).
  • China menunjukkan konsistensi dengan dua gelar dalam lima edisi terakhir, termasuk kemenangan di kandang sendiri pada 2024 setelah menundukkan Indonesia 3-1 di final.
  • Persaingan beregu putra dunia semakin beragam dengan munculnya juara baru seperti India, sementara negara kuat seperti Indonesia dan Denmark tetap menjaga tradisi tampil di babak puncak.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Ajang beregu putra paling bergengsi di dunia bulu tangkis akan kembali digelar pada pekan ini dalam edisi 2026. Turnamen yang berlangsung setiap dua tahun sekali ini selalu menjadi panggung persaingan antarnegara dengan kekuatan terbaik di sektor putra. Tahun ini, Denmark didaulat sebagai tuan rumah Thomas Cup.

Dalam catatan sejarah, Indonesia masih menjadi negara tersukses dengan 14 gelar juara, diikuti China dengan 11 gelar, serta Malaysia di posisi ketiga dengan 5 gelar. Namun, jika menilik lima edisi terakhir hingga 2024, peta persaingan mulai menunjukkan variasi juara yang berbeda dari dominasi klasik tersebut. Lantas, negara mana saja yang berhasil meraih gelar juara dalam lima edisi terakhir Thomas Cup tersebut?

1. Denmark menjuarai Thomas Cup untuk pertama kalinya pada 2016

Salah satu momen bersejarah terjadi pada edisi 2016 ketika Denmark berhasil mencatatkan namanya sebagai juara untuk pertama kalinya. Sebelum melangkah ke partai final, tim Denmark terlebih dahulu harus melewati laga ketat melawan Malaysia yang berakhir dengan skor tipis 3-2. Kemenangan tersebut menjadi modal penting bagi Denmark untuk melaju ke partai puncak.

Di final, Denmark kembali menunjukkan konsistensi permainan mereka saat menghadapi Indonesia dengan skor yang sama, 3-2. Pada pertandingan tersebut, seluruh tunggal putra Indonesia harus mengakui keunggulan lawan yang tampil lebih stabil di momen krusial. Hasil ini sekaligus menandai keberhasilan pertama Denmark dalam menjuarai Piala Thomas sepanjang sejarah keikutsertaan mereka.

2. China menaiki podium tertinggi di Thomas Cup 2018

Setelah dalam dua edisi sebelumnya gagal meraih gelar, bahkan pada 2016 harus tersingkir di perempat final tanpa medali, China akhirnya kembali bangkit pada edisi 2018. Kebangkitan tersebut menjadi penting karena menunjukkan bahwa mereka masih menjadi salah satu kekuatan utama di sektor beregu putra. Momentum itu mulai terbentuk sejak fase gugur yang mempertemukan mereka dengan lawan-lawan kuat.

Sebelum melangkah ke final, China terlebih dahulu harus menghadapi Indonesia di semifinal dan berhasil menang dengan skor 3-1. Pada laga puncak, China kembali tampil solid saat berhadapan dengan Jepang dan menutup pertandingan dengan skor yang sama, 3-1. Kemenangan ini sekaligus menjadi gelar kesepuluh China di ajang Piala Thomas dalam sejarah turnamen BWF satu ini.

3. Indonesia merebut Thomas Cup 2020

Indonesia akhirnya kembali mencatatkan namanya sebagai juara pada edisi 2020 setelah penantian panjang sejak terakhir kali mengangkat trofi pada 2002. Gelar ini menjadi momen penting karena menandai kembalinya Indonesia ke puncak persaingan beregu putra dunia. Sepanjang turnamen, performa tim terlihat konsisten saat menghadapi lawan-lawan kuat di fase gugur.

Pada babak semifinal, Indonesia berhasil mengatasi perlawanan Denmark dengan skor 3-1 untuk memastikan tiket ke final. Di partai puncak, Indonesia tampil dominan saat menghadapi juara bertahan dan menang meyakinkan dengan skor 3-0. Hasil tersebut sekaligus menjadi gelar kesebelas bagi Indonesia di ajang Piala Thomas.

4. India menciptakan sejarah di Thomas Cup 2022

India mencatat sejarah baru pada edisi 2022 dengan meraih gelar Piala Thomas untuk pertama kalinya. Pencapaian ini menjadi tonggak penting bagi perkembangan bulu tangkis India di level beregu putra dunia. Sepanjang turnamen, performa mereka meningkat konsisten hingga fase-fase krusial.

Pada semifinal, India berhasil menyingkirkan Denmark melalui pertandingan ketat dengan skor 3-2. Laju mereka berlanjut ke final, di mana India tampil sangat dominan saat menghadapi juara bertahan Indonesia dengan skor akhir 3-0 dan memastikan India meraih gelar perdana Piala Thomas dalam sejarah mereka. Lakshya Sen dan rekan-rekan kembali menjadi bagian dari skuad yang turun pada edisi tahun ini.

5. China kembali merebut Thomas Cup 2024

Pada edisi 2024, China kembali menunjukkan dominasinya di ajang beregu putra dengan merebut gelar Piala Thomas. Turnamen ini mempertemukan kembali dua kekuatan besar yang kerap menjadi langganan final, yakni China dan Indonesia. Status China sebagai tuan rumah juga memberi keuntungan tersendiri dalam menjaga momentum sepanjang kompetisi.

Sebelum meraih gelar di sektor putra, China lebih dulu sukses membawa pulang Piala Uber dengan mengalahkan Indonesia 3-0. Tren positif tersebut berlanjut saat tim Thomas China kembali menundukkan Indonesia di partai final dengan skor 3-1. Kemenangan ini menjadi gelar kesebelas bagi tim Thomas China di ajang Piala Thomas.

Dalam lima edisi terakhir hingga 2024, persaingan di ajang beregu putra ini menunjukkan dinamika yang cukup beragam meski tetap didominasi oleh negara-negara kuat. Denmark, China, Indonesia, dan India silih berganti mencatatkan sejarah dengan masing-masing karakter permainan yang berbeda di setiap edisinya. Kini, perhatian tertuju pada Thomas Cup 2026 dan siapa yang akan keluar sebagai juara di edisi berikutnya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Kidung Swara Mardika
EditorKidung Swara Mardika
Follow Us

Latest in Sport

See More