Haas F1 Team resmi merekrut pembalap muda asal Brasil, Rafael Camara, untuk menghadapi Formula 1 2027. Pengumuman pada 14 Oktober 2026 ini menjadi langkah besar bagi Camara yang baru menjalani musim debutnya di Formula 2 bersama Invicta Racing. Meski masih berusia 21 tahun, ia sudah mengoleksi gelar juara Formula 3 dan Formula Regional Eropa. Performa apik di lintasan juga membuatnya bersaing memperebutkan gelar F2 musim ini. Lantas, apa saja yang membuat Haas akhirnya memilih Camara untuk mengisi kursi balap mereka?
4 Hal di Balik Keputusan Haas Merekrut Rafael Camara untuk F1 2027

Take a Deeper Read
1. Berhasil menjuarai Formula 3 pada musim debut
Rafael Camara punya rekam jejak yang menarik sebelum mendapatkan kesempatan menuju F1. Pada 2025, ia langsung menjuarai Formula 3 bersama Trident dalam musim debutnya di kategori tersebut. Ia mengunci gelar setelah meraih kemenangan Feature Race di Hungaria dan memastikan gelar juara saat masih menyisakan satu putaran musim.
Camara juga mencatat lima pole position sepanjang musim F3 2025, jumlah terbanyak yang pernah diraih seorang pembalap dalam satu musim kompetisi tersebut menurut FIA Formula 3. Lima pole position tersebut menunjukkan bahwa Camara juga mampu tampil cepat dalam sesi kualifikasi. Prestasi tersebut menjadi salah satu bagian penting dari rekam jejak yang ia bawa ketika memasuki radar tim F1.
2. Langsung bersaing untuk memenangkan gelar juara Formula 2
Setelah menjadi juara F3, Camara naik ke Formula 2 pada 2026 dan bergabung dengan Invicta Racing. Menariknya, ia tidak membutuhkan waktu lama untuk menunjukkan performa kompetitif karena berhasil meraih kemenangan Feature Race di Spanyol, Belgia, dan Azerbaijan. Hasil tersebut membuatnya berada di jalur persaingan gelar meski baru menjalani musim pertamanya di F2.
Berdasarkan pengumuman Haas pada 14 Oktober 2026, Camara memimpin klasemen F2 dengan 207 poin ketika masih tersisa dua putaran. ia unggul tujuh poin atas Nikola Tsolov menjelang dua seri terakhir musim ini. Dengan hasil tersebut, Camara semakin menunjukkan bahwa dirinya mampu beradaptasi dengan cepat guna bersaing di level yang lebih tinggi.
3. Sudah melakukan tes dengan mengendarai mobil F1 Hass di Portugal
Sebelum mengumumkan perekrutan Camara, Haas mengujinya menggunakan mobil VF-25 di Portimao, Portugal, pada Agustus 2026. Tes tersebut juga melibatkan Ryo Hirakawa dan Leonardo Fornaroli sehingga tim bisa mengevaluasi beberapa kandidat untuk kursi musim 2027. Pada tes tersebut, Camara menunjukkan hasil yang menjanjikan ketika dibandingkan dengan patokan performa pembalap Haas, Oliver Bearman.
Dilansir dari laman resmi F1 setelah pengumuman, prinsipal Haas Ayao Komatsu berfokus kepada potensi Camara dan perkembangannya selama proses evaluasi. Meski Haas tidak mengumumkan catatan waktu lengkap dari tes tertutup tersebut, sesi itu pasti menjadi bagian dari proses penilaian mereka. Artinya, keputusan Haas bukan hanya bertumpu pada hasil balapan F3 dan F2, tetapi juga evaluasi langsung di balik kemudi mobil F1.
4. Memiliki dukungan dari Ferrari Driver Academy
Camara juga bukan nama asing dalam program pembinaan pembalap muda Ferrari. Ia bergabung dengan Ferrari Driver Academy pada awal perjalanan kariernya di balap mobil formula dan terus berkembang melalui kategori Formula 4, Formula Regional, Formula 3, hingga Formula 2. Jalur tersebut memberinya pengalaman bertahap sebelum mendapat kesempatan menembus kelas utama.
Hubungan ini juga punya kaitan dengan Haas karena tim Amerika tersebut menggunakan unit tenaga Ferrari. Oliver Bearman, pembalap Haas saat ini, juga merupakan lulusan Ferrari Driver Academy sebelum berkarier penuh di F1. Meski begitu, dukungan Ferrari tidak otomatis menjamin kursi balap, sehingga performa Câmara dan hasil evaluasi Haas tetap menjadi bagian penting dalam keputusan perekrutan.
Haas telah memastikan Camara mendapat kontrak multi-tahun untuk tampil di F1 mulai 2027. Ia kini harus mempersiapkan diri menghadapi mobil dan persaingan yang jauh berbeda dari kategori junior. Debut ini menjadi langkah besar dalam kariernya setelah menjuarai F3 dan sementara bersaing memperebutkan gelar juara dunia F2.
Curated For You
- Perempuan Penggerak Koperasi Tangguh di Tepi Rel20 Oct 2026, 09:20 WIB
- Menilik Alasan Haas Memilih Rafael Camara untuk F1 202717 Oct 2026, 15:57 WIB
- Dipa Andika Bongkar Soal Perizinan dan Produksi Operasi Pesta Copet di Pestapora04 Sep 2026, 08:59 WIB
- Profil Rafael Camara, Pembalap Baru Haas Pengganti Ocon di Formula 117 Oct 2026, 15:53 WIB
- 3 Hal yang Dikagumi Haas dari Oliver Bearman pada Fase Awal F1 202611 Apr 2026, 19:34 WIB