5 Fakta Skuad Bulu Tangkis Indonesia di All England 2026

- All England 2026 jadi pembuka rangkaian World Tour Eropa, dengan Indonesia mengirim 24 atlet terbaik untuk berburu gelar di turnamen bulu tangkis tertua dunia itu.
- Empat pemain berstatus unggulan dan sebelas atlet debutan memperkuat skuad Merah-Putih, menunjukkan kombinasi pengalaman dan regenerasi dalam tim nasional.
- Tim Indonesia berangkat lebih awal ke Inggris untuk aklimatisasi, sementara pasangan Lanny/Apriyani batal tampil sehingga sektor ganda putri hanya memiliki tiga wakil.
All England 2026 akan menjadi pembuka dari rangkaian turnamen World Tour di Eropa yang berlangsung pada Maret 2026. Turnamen World Tour Super 1000 itu akan dibuka pada Selasa (3/3/2026) mendatang di Birmingham, Inggris.
Sebagai turnamen bulu tangkis tertua di dunia, Indonesia tentu tidak akan melewatkan kesempatan untuk mengirimkan pemain terbaiknya di turnamen ini. Tercatat, ada 24 atlet Indonesia yang diterbangkan untuk berburu gelar juara. Berikut lima fakta skuad Indonesia di All England 2026.
1. Empat pemain berstatus unggulan
Beberapa pemain Indonesia akan menjalani All England 2026 dengan memikul status unggulan. Tercatat, ada empat pemain Indonesia yang berstatus unggulan. Pemain tersebut adalah Jonatan Christie, Putri Kusuma Wardani, Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri, dan Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani. Jonatan berstatus unggulan keempat sektor tunggal putra. Putri KW menjadi unggulan keenam sektor tunggal putri. Sementara, Fajar/Fikri dan Sabar/Reza didapuk sebagai unggulan kelima dan ketujuh sektor ganda putra. Empat unggulan itu akan menjadi ujung tombak Indonesia dalam berburu gelar juara di All England 2026.
2. Ada sebelas atlet yang menjadi debutan
Indonesia juga beramunisikan banyak debutan di All England 2026. Setidaknya, ada sebelas atlet Indonesia yang akan menjalani All England perdananya. Sebelas atlet tersebut tersebar dari berbagai sektor. Di sektor tunggal putra, hanya Alwi Farhan yang berstatus debutan. Di sektor ganda putra, Raymond Indra, Nikolaus Joaquin, dan Rahmat Hidayat akan mencicipi All England pertamanya. Di sektor ganda putri, status debutan dipegang Rachel Allessya Rose, Febi Setianingrum, dan Meilysa Trias Puspitasari. Sementara itu, di sektor ganda campuran, Jafar Hidayatullah, Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu, Amri Syahnawi, dan Nita Violina Marwah sama-sama berstatus debutan.
3. Berangkat lebih awal untuk menjalani aklimatisasi
Tim Indonesia juga menjalani persiapan yang berbeda di All England 2026. Tahun ini, skuad Merah-Putih terbang lebih dahulu ke Inggris untuk menjalani aklimatisasi atau penyesuaian diri dengan iklim, lingkungan, kondisi, hingga suasana baru. Para pemain pelatnas menjalani aklimatisasi di Milton Keynes, Inggris, yang berjarak sekitra 120 kilometer dari tempat berlangsungnya All England 2026. Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi (Kabid Binpres) Pelatnas PBSI, Eng Hian, menyebutkan ini merupakan bagian dari persiapan intens untuk turnamen dengan tingkat persaingan yang tinggi. "Kami ingin pemain benar-benar siap saat memasuki arena, baik secara fisik, teknis, maupun mental,” ungkapnya mengutip laman resmi PBSI.
4. Beberapa pemain langsung menghadapi unggulan
Beberapa pemain Indonesia langsung menghadapi unggulan pada babak pertama All England 2026. Rachel Allessya Rose/Febi Setianingrum termasuk salah satunya. Ganda putri debutan itu akan langsung berhadapan dengan unggulan ketiga asal China, Jia Yi Fan/Zhang Shu Xian. Pemain Indonesia lainnya yang bernasib sama adalah Gloria Emanuelle Widjaja. Ia yang berpasangan dengan Hee Yong Kai Terry asal SIngapura malah langsung bersua unggulan pertama asal China di sektor ganda campuran, yakni Feng Yan Zhe/Huang Dong Ping.
5. Ada pemain yang batal tampil
Skuad Indonesia di All England 2026 sejatinya mengalami perubahan. Sebelumnya, nama Lanny Tria Mayasari/Apriyani Rahayu di sektor ganda putri juga didaftarkan. Namun, keikutsertaan mereka dibatalkan PBSI sebelum keberangkatan. Tidak ada pernyataan resmi dari PBSI terkait penarikan pasangan baru itu. Dengan batalnya keikutsertaan mereka, ganda putri Indonesia hanya akan mempunyai tiga wakil, yakni Rachel Allessya Rose/Febi Setianingrum, Amalia Cahaya Pratiwi/Siti Fadia Silva Ramadhanti, dan Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari.
Pada edisi sebelumnya, Indonesia gagal membawa pulang gelar juara meskipun turun dengan kekuatan turun dengan kekuatan terbaiknya. Tahun ini, dengan skuad yang hampir sama, mampukah Indonesia merebut gelar juara?

















