Francesco Bagnaia Sebut MotoGP AS 2026 bak Mimpi Buruk
- Francesco Bagnaia alami balapan berat di MotoGP AS 2026, hanya finis ke-10 setelah kehilangan cengkeraman ban pada lap-lap akhir di Circuit of the Americas.
- Keputusan memakai ban medium justru membuat motor Ducati terasa berat dan sulit dikendalikan, hingga Bagnaia disalip lima pembalap sekaligus menjelang garis finis.
- Meski kecewa, Bagnaia memuji performa Aprilia yang dinilai jauh lebih unggul karena mampu menjaga kecepatan tanpa mengorbankan daya tahan ban sepanjang balapan.
Jakarta, IDN Times - Balapan utama MotoGP Amerika Serikat 2026 bagaikan mimpi buruk bagi rider Ducati Lenovo, Francesco Bagnaia, pada Senin (30/3/2026) dini hari WIB. Mimpi buruk itu datang pada lap-lap terakhir di Circuit of the Americas (COTA).
Bagnaia menyebut momen-momen terakhir di Austin seperti mimpi buruk di siang bolong. Ia hanya mampu menyelesaikan balapan di posisi ke-10, terpaut 14,544 detik dari Marco Bezzecchi (Aprilia Racing) yang finis pertama.
1. Ganti kompon ban, malah kehilangan cengkeraman

Setelah kalah taruhan ban melawan Jorge Martin (Aprilia Racing) di sesi Sprint Race, Bagnaia akhirnya memutuskan memakai ban medium untuk balapan utama. Namun, pilihan tersebut ternyata tidak menjadi solusi.
Pembalap berpaspor Italia itu justru kelimpungan sepanjang balapan, bahkan sejak pemanasan pada pagi hari WIB. Motor menjadi terasa lebih berat, cengkramannya pun tak begitu terasa.
"Jujur saja, saya mulai banyak kesulitan sejak pagi, saya tidak merasa seperti kemarin. Motor terasa jauh lebih berat dan sulit menjaga kecepatan masuk tikungan," keluh Bagnaia dikutip dari Crash.
2. Hancur lebur disalip lima pembalap sekaligus
Bagnaia sejatinya sempat tampil solid dengan mengamankan posisi kelima di depan rekan setimnya, Marc Marquez. Namun, petaka datang saat balapan menyisakan tiga lap terakhir ketika ban belakangnya benar-benar habis total tanpa sisa.
Marc Marquez yang sedang memulihkan posisi usai long lap penalty sukses menyalipnya dengan mudah. Manuver tersebut membuka jalan bagi Enea Bastianini, Alex Marquez, Raul Fernandez, dan Luca Marini untuk ikut meramaikan pesta menyalip Bagnaia hingga garis finis.
"Saya hanya menunggu sampai ban pembalap di depan turun performanya, tapi (nyatanya) saya yang mulai banyak menurun. Dua lap terakhir adalah mimpi buruk karena saya berisiko jatuh, saya sangat lambat," sesal Bagnaia.
3. Akui kehebatan Aprilia: Mereka jauh di depan!

Di sisi lain, Bagnaia tak segan memberikan pujian setinggi langit kepada Aprilia, yang kembali mendominasi balapan. Ia menilai motor RS-GP tahun ini telah melakukan lompatan performa yang fantastis.
"Aprilia telah mengambil langkah maju yang besar tahun ini. Yang membedakan adalah mereka tidak menghabiskan ban mereka meskipun melaju begitu cepat," ujar Bagnaia.


















