Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Premier League Masih Bisa Kirim 6 Wakil ke Liga Champions, Skenarionya?

Premier League Masih Bisa Kirim 6 Wakil ke Liga Champions, Skenarionya?
Penyerang Ollie Watkins mencetak gol ketiga Aston Villa ke gawang Liverpool FC yang dikawal kiper Giorgi Mamardashvili dalam laga Premier League di Villa Park, Birmingham, Inggris, Sabtu (15/5/2026). (FOTO: AFP/DARREN STAPLES)
Intinya Sih
  • Aston Villa menjuarai Liga Europa, membuka peluang Premier League mengirim enam wakil ke Liga Champions musim depan.
  • Inggris sudah mendapat jatah ekstra tiket Liga Champions melalui European Performance Spot (EPS) berkat koefisien klub yang tinggi di Eropa.
  • Skenario enam wakil terjadi jika Aston Villa finis kelima, sehingga tiket EPS diwariskan ke peringkat keenam yang diperebutkan Bournemouth dan Brighton.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Jakarta, IDN Times - Keberhasilan Aston Villa menjuarai Liga Europa musim 2025/26 dapat memberikan berkah buat Premier League. Sebab, dengan kondisi itu, Inggris berpeluang untuk mengirim enam wakil ke Liga Champions di musim depan.

Namun, semua itu bergantung pada hasil dari klasemen akhir Premier League, ketika seluruh laga pamungkas akan dihelat secara serentak, pada Minggu (24/5/2026) pukul 22.00 WIB. Bagaimana skenarionya?

1. Inggris sudah dapat lima tiket lewat EPS

Sebelum final Liga Europa digelar, Inggris sudah dipastikan mendapat jatah tiket Liga Champions ekstra yang disebut European Performance Spot (EPS).

Jatah ini merupakan hadiah atas nilai koefisien klub-klub Inggris secara kolektif di Eropa. Dengan begitu, tim yang finis di peringkat lima dapat lolos ke Liga Champions.

Namun, jatah peringkat lima diibaratkan sebagai bonus. Tiket yang didapatkan oleh peringkat lima, bisa berubah skenarionya dengan kondisi Villa juara Liga Europa dan posisi akhirnya di Premier League

2. Villa finis di empat besar, bagaimana skenario yang terjadi?

Villa sementara ini ada di peringkat empat klasemen Premier League. Jika kondisi ini bertahan, hak istimewa Villa sebagai juara Liga Europa tak akan memberikan keistimewaan kepada Inggris untuk mengirimkan enam wakil.

Jadi, tiket peringkat lima yang menjadi bonus EPS, tak bisa diturunkan ke tim di posisi enam. Justru, UEFA menggunakan sistem rebalancing. Artinya, tim yang awalnya harus melalui kualifikasi Liga Champions, bisa lolos langsung ke fase liga.

Lalu, UEFA akan menentukan tim mana yang memiliki koefisien tertinggi di fase kualifikasi. Ketika sudah menemukannya, UEFA memberikannya secara langsung kepada mereka. Dalam kondisi ini, Inggris hanya akan mengirimkan lima klub ke Liga Champions, lalu jatah Liga Europa dan Conference League akan sama seperti sedia kala.

3. Villa finis kelima, Inggris bisa dapat jatah tambahan

Kasus berbeda akan terjadi ketika Villa finis di peringkat lima. Dengan situasi itu, tiket EPS menjadi bonus bagi tim di bawahnya. Karena EPS merupakan bonus dan jatah normalnya hanya empat, Villa akan menggunakan hak istimewanya sebagai juara Liga Europa.

Dalam posisi ini, Liverpool sudah dipastikan aman dari kejaran AFC Bournemouth. Justru, Bournemouth dan Brighton and Hove Albion yang harus adu sikut demi dapat jatah tiket tambahan.

Situasi ini agak berat untuk terwujud. Sebab, Villa setidaknya harus kalah dari Manchester City dengan margin empat gol. Di sisi lain, Liverpool harus menang atas Brentford dengan skor berapa pun. Melalui skenario itu, maka poin Liverpool dengan Villa akan sama, 62. Tapi, The Reds akan unggul secara selisih gol atas Villa dan berhak finis lebih tinggi.

4. Simulasi Premier League bisa kirim 6 klub ke Liga Champions

AFP__20260515__B2Z78QG__v1__HighRes__FblEngPrAstonVillaLiverpool.jpg
Bek asal Belanda Virgil van Dijk tampak bereaksi setelah peluang yang terbuang saat membela Liverpool dalam laga Premier League 2025/26 melawan Aston Villa di Villa Park, Birmingham, Inggris, Sabtu (15/5/2026). (FOTO: AFP/DARREN STAPLES)

Skenario persaingan ke Liga Champions lewat perhitungan poin

  1. Villa finis kelima, usai kalah dari Manchester City dengan margin empat gol, lalu Liverpool menang dengan keunggulan minimal dua gol. Tiket diberikan kepada posisi enam dengan Villa menggunakan hak istimewanya lewat EPS. Otomatis, Bournemouth dan Brighton harus adu sikut.
  2. Villa finis di empat besar, hak istimewa juara Liga Europa hangus. Liverpool dan Bournemouth harus bersaing demi tiket lewat posisi lima.
  3. Liverpool bisa lolos lewat posisi lima, meski kalah dengan skor 0-1 dan Bournemouth menang akibat unggul selisih gol.
  4. Jika Liverpool kalah 0-5, dan Bournemouth menang 2-0 atas Nottingham Forest, maka yang lolos ke Liga Champions adalah Bournemouth
  5. Ketika Villa finis kelima, jatah Liga Europa tak akan bertambah, tapi tereduksi menjadi satu tiket. Sistem rebalancing akan diberlakukan dan membuat Inggris hanya memiliki masing-masing satu wakil di Liga Europa dan Conference League. Dengan situasi itu, maka antara Brighton atau Chelsea yang akan berebut posisi lebih tinggi.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Satria Permana
Jujuk Ernawati
Satria Permana
EditorSatria Permana

Related Articles

See More