Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Masalah Rem yang Mengganggu Francesco Bagnaia di MotoGP 2025

Francesco Bagnaia saat menjalani pekan balap GP Malaysia 2025.
Francesco Bagnaia saat menjalani pekan balap GP Malaysia 2025. (commons.wikimedia.org/ Liauzh)
Intinya sih...
  • Inkonsistensi performa menyebabkan Francesco Bagnaia terlempar dari posisi tiga besar di klasemen pembalap MotoGP 2025
  • Kehilangan kemampuan mengerem saat berbelok memengaruhi performa Francesco Bagnaia saat menunggangi Desmosedici GP25
  • Francesco Bagnaia tak puas atas pencapaiannya yang merosot di MotoGP 2025
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

MotoGP 2025 bukanlah musim balap yang menyenangkan bagi Francesco Bagnaia. Pembalap Ducati Lenovo Team itu kesulitan bersaing di barisan depan. Bahkan, Bagnaia terlempar dari posisi tiga besar klasemen pembalap.

Anjloknya performa Bagnaia terjadi bukan tanpa sebab. Pembalap berpaspor Italia itu mengakui dirinya kehilangan kemampuan mengerem saat berbelok. Situasi tersebut rupanya merugikan Bagnaia selama balapan.

1. Inkonsistensi performa menyebabkan Francesco Bagnaia terlempar dari posisi tiga besar di klasemen pembalap MotoGP 2025

Francesco Bagnaia menjadi salah satu pembalap yang diprediksi meramaikan persaingan gelar juara MotoGP 2025. Itu tak lepas dari penampilan okenya meski gagal mempertahankan gelar juara pada 2024. Namun, realitas di atas lintasan mengungkapkan hal sebaliknya.

Bagnaia gagal tampil gemilang selama menunggangi Desmosedici GP25. Ia hanya mampu mendulang 2 kemenangan pada balapan utama GP Amerika Serikat dan Jepang serta 2 kemenangan balapan sprint di GP Jepang dan Malaysia. Bahkan, Bagnaia tercatat tujuh kali gagal finis pada balapan utama.

Inkonsistensi performa Bagnaia memengaruhi posisinya di klasemen pembalap. Ia harus puas bertengger di peringkat kelima lewat koleksi 288 poin. Ini menjadi pertama kalinya Bagnaia gagal menembus tiga besar selama menjadi pembalap Ducati Lenovo Team.

Torehan mengecewakan tersebut berbanding terbalik dengan capaian rekan setimnya, Marc Marquez. Pembalap asal Spanyol itu sukses merengkuh gelar juara setelah mencetak 545 poin. Marc Marquez menyabet titel tersebut pada musim perdananya membela tim pabrikan Ducati.

2. Kehilangan kemampuan mengerem saat berbelok memengaruhi performa Francesco Bagnaia saat menunggangi Desmosedici GP25

Kemerosotan performa Francesco Bagnaia dipengaruhi sejumlah faktor, salah satunya pengereman. Pembalap bernomor 63 itu mengaku kehilangan kemampuan mengerem saat berbelok. Kondisi tersebut kian diperparah oleh munculnya getaran terus-menerus saat keluar dari tikungan. Ini membuat Bagnaia kurang percaya diri dengan area depan Desmosedici GP25 miliknya.

"Pengereman di trek lurus sangat mirip dibandingkan sebelumnya. Namun, perbedaan terbesar adalah saat aku memasuki tikungan. Sebelumnya, aku punya kesempatan menghentikan laju motor dengan sudut miring. Itu adalah hal yang aku rindukan sepanjang musim, terutama saat mengikuti pembalap lain," kata Francesco Bagnaia dilansir Crash.

Bagnaia menyoroti pentingnya kemampuan menghentikan laju motor saat menikung. Sebab, pembalap akan kesulitan memperlambat kecepatan motor saat sedang membuntuti pembalap lain yang ada di depan. Itu terjadi karena pembalap berada dalam slipstream ketika mengekor pembalap lain saat melaju di trek lurus.

"Saat kamu mengikuti pembalap lain, slipstream tak membantumu menghentikan motor. Jika kamu tak bisa berhenti saat berbelok, maka kamu akan mengalami masalah dan itu yang terjadi padaku. Pada 2024, aku bisa mengerem dengan sudut kemiringan lebih tajam. Aku bisa menghentikan banyak selip dan memaksakan banyak hal pada bagian akhir untuk mengurangi kecepatan," jelas Bagnaia.

3. Francesco Bagnaia tak puas atas pencapaiannya yang merosot di MotoGP 2025

Francesco Bagnaia secara terbuka menyatakan ketidakpuasan atas pencapaiannya di MotoGP 2025. Ia mengaku sulit menerima kenyataan yang terjadi pada tahun lalu. Bagnaia telah berusaha beradaptasi dengan motor Desmosedici GP25. Akan tetapi, ia tak mampu memaksimalkan potensi yang dimiliki motor tersebut.

"Motor itu punya potensi besar karena Marc Marquez telah menunjukkannya. Namun, sisanya diriku mengalami kesulitan. Sejujurnya, aku tak tahu apa yang bisa aku pelajari dari musim ini (MotoGP 2025). Hal yang menurutku penting untuk dipahami adalah diriku selalu berupaya beradaptasi dan mencoba tampil kompetitif. Inilah yang akan membantuku pada waktu mendatang," ujar Francesco Bagnaia dikutip Motorsport.

Francesco Bagnaia masih memperkuat Ducati Lenovo Team di MotoGP 2026. Ia memiliki kontrak dengan tim tersebut hingga akhir musim nanti. Bisakah Bagnaia bangkit dari keterpurukannya sendiri?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Gagah N. Putra
EditorGagah N. Putra
Follow Us

Latest in Sport

See More

Barcelona vs Real Madrid Live di TV Mana? Ini Link Streamingnya

12 Jan 2026, 01:15 WIBSport