Jak Crawford Optimistis Punya Peluang Debut di Formula 1 2027

- Sepak terjang Jak Crawford di ajang balap single-seater tidak bisa dipandang sebelah mata. Ia menjadi runner-up ADAC Formula 4 pada 2020. Setahun kemudian, Crawford menduduki peringkat ketiga di klasemen akhir EuroFormula Open Championship 2021. Meski gagal menembus peringkat lima besar di Formula 3 pada 2021 dan 2022, Crawford tetap naik ke Formula 2 pada 2023.
- Crawford mengalami peningkatan setelah berpindah tim. Ia menutup F2 2024 dengan berada di posisi kelima lewat koleksi 125 poin. Performanya melonjak pada 2025 sehingga masuk daftar kandidat juara. Sayangnya, Crawford harus menempati peringkat kedua dengan selisih
Berkompetisi di level tertinggi ajang balap seperti Formula 1 menjadi keinginan tiap pembalap, tak terkecuali Jak Crawford. Ia gagal mengamankan kursi balap pada 2026. Namun, ambisinya menjadi pembalap reguler tak pernah padam. Crawford melihat adanya punya peluang menduduki posisi tersebut pada 2027.
1. Jak Crawford mengemban tugas sebagai pembalap ketiga Aston Martin di Formula 1 2026
Aston Martin menunjuk Jak Crawford sebagai pembalap ketiga untuk Formula 1 2026. Pembalap asal Amerika Serikat itu mengisi posisi yang sebelumnya menjadi milik Felipe Drugovich. Crawford menyambut baik keputusan tim dan bertekad memberi kontribusi terbaik pada musim ini.
"Ini adalah momen besar dalam perjalananku bersama Aston Martin serta menjadi motivasi besar untuk terus belajar dan berkontribusi. Selama 2 musim terakhir, aku telah belajar banyak di lingkungan Formula 1. Aku akan melakukan yang terbaik untuk mendukung tim dan terus berkembang sebagai pembalap," kata Jak Crawford dilansir Formula 1.
Crawford bukan sosok asing di Aston Martin. Ia telah bergabung dengan program pengembangan pembalap muda tim tersebut sejak 2024. Crawford sudah menjalani sejumlah tes privat bersama Aston Martin.
Ia juga turun dalam sesi latihan pada pekan balap Formula 1 2025 GP Meksiko dan Abu Dhabi. Crawford turut ambil bagian pada tes resmi pembalap muda pada 9 Desember 2025 di Yas Marina Circuit, Abu Dhabi. Pada sesi tersebut, Crawford menjadi pembalap tercepat dengan catatan waktu 1 menit 23,766 detik setelah memutari sirkuit selama 119 lap.
2. Jak Crawford berharap ada tim yang tertarik merekrutnya menjadi pembalap reguler di Formula 1 2027
Penunjukan Jak Crawford sebagai pembalap ketiga Aston Martin memiliki nilai positif dan negatif. Posisi tersebut menyebabkan Crawford tak ambil bagian di Formula 2 musim ini. Namun, hal tersebut membuka peluang Crawford naik status sebagai pembalap utama pada 2027. Ia berharap ada tim yang tertarik kepadanya meski tak balapan secara rutin pada 2026.
"Aku merasa baik tetap berada di paddock. Itu membuat nama kamu selalu dibicarakan banyak orang karena mereka melihat kamu. Jadi, aku pikir F1 2027 adalah kesempatan terbaikku mendapatkan kursi balap," ujar Jak Crawford dikutip Motorsport.
Crawford gagal menjadi balap reguler pada 2026 karena Aston Martin mempertahankan Fernando Alonso dan Lance Stroll. Ia juga dikabarkan melakukan pembicaraan dengan Cadillac. Akan tetapi, langkah tersebut berakhir antiklimaks lantaran Cadillac memilih Sergio Perez dan Valtteri Bottas.
3. Jak Crawford tak khawatir terhadap persaingan perebutan posisi pembalap reguler di Formula 1
Status pembalap ketiga memberi sedikit angin segar bagi Jak Crawford yang mengincar peran pembalap reguler di Formula 1 2027. Di sisi lain, tak ada jaminan untuknya bisa langsung menduduki posisi tersebut. Sebab, Crawford harus bersaing dengan pembalap lain yang juga menargetkan hal serupa.
Salah satu pembalap yang gagal menembus Formula 1 adalah Felipe Drugovich. Juara Formula 2 2022 itu telah mengemban tugas sebagai pembalap ketiga Aston Martin sejak 2023. Namun, penantian Drugovich berakhir sia-sia. Pembalap asal Brasil itu pada akhirnya beralih ke ajang Formula E menjadi pembalap tim Andretti.
Crawford menyadari situasi tersebut. Sebab, banyak pembalap yang menginginkan kursi balap Formula 1. Meski begitu, ia tak khawatir dan tetap fokus memberi kontribusi terbaik untuk Aston Martin.
"Semua pembalap yang ada di sini sebagai pembalap cadangan ingin tampil penuh di Formula 1. Jadi, kamu tentu saja belum sampai di posisi tersebut. Jadi, kamu harus berusaha dan mendapatkannya," ucap Jak Crawford dilansir Motorsport.
Crawford memiliki rekam jejak yang baik dalam kejuaraan balap sebelum menjadi pembalap ketiga Aston Martin. Ia merupakan runner-up ADAC Formula 4 pada 2020. Setahun kemudian, Crawford menduduki peringkat ketiga di klasemen akhir EuroFormula Open Championship 2021.
Meski gagal menembus peringkat lima besar di Formula 3 pada 2021 dan 2022, Crawford tetap naik ke Formula 2 2023. Prestasi terbaiknya dalam ajang tersebut terjadi pada 2025. Crawford masuk daftar kandidat juara meski pada akhirnya harus menempati peringkat kedua dengan selisih 36 poin dari Leonardo Fornaroli.
Sepak terjang Jak Crawford di ajang balap single-seater tidak bisa dipandang sebelah mata. Ia menjadi runner-up ADAC Formula 4 pada 2020. Setahun kemudian, Crawford menduduki peringkat ketiga di klasemen akhir EuroFormula Open Championship 2021.
Meski gagal menembus peringkat lima besar di Formula 3 pada 2021 dan 2022, Crawford tetap naik ke Formula 2 pada 2023. Ia bertengger di peringkat ke-13 pada musim perdananya di kejuaraan tersebut sebagai pembalap tim Hitech. Crawford hanya semusim memperkuat Hitech sebelum bergabung dengan DAMS.
Crawford mengalami peningkatan setelah berpindah tim. Ia menutup F2 2024 dengan berada di posisi kelima lewat koleksi 125 poin. Performanya melonjak pada 2025 sehingga masuk daftar kandidat juara. Sayangnya, Crawford harus menempati peringkat kedua dengan selisih 36 poin dari Leonardo Fornaroli.

















