Kenapa Mastantuono Diusir Wasit saat Real Madrid Kalah dari Getafe?

Jakarta, IDN Times - Sudah jatuh tertimpa tangga pula. Itulah ungkapan yang pas buat Real Madrid usai kalah dari Getafe dengan skor 0-1 di Santiago Bernabeu, Selasa (3/3/2026).
Dalam laga itu, Los Blancos gak cuma kalah. Mereka juga kehilangan pemain mudanya, Franco Mastantuono, yang dikartu merah di menit-menit akhir laga. Imbasnya, Madrid bakal main tanpa Mastantuono maksimal dalam tiga pertandingan ke depan.
1. Gak ada pelanggaran ke lawan, kenaoa Mastantuono diusir?
Mastantuono sebenarnya gak bersikap agresif ke lawan saat duel memasuki menit-menit akhir. Tapi, emosinya meledak ketika para pemain Getafe melakukan sejumlah trik untuk membuang-buang waktu.
Kemudian, Mastantuono protes keras ke wasit Alejandro Muniz. Hingga akhirnya, Muniz melayangkan kartu merah kepada Mastantuono.
Dilansir Diario AS, Muniz menuliskan tindakan Mastantuono dalam laporannya. Pemuda Argentina itu ternyata melayangkan kata-kata tak pantas yang akhirnya dianggap sebagai bentuk penghinaan kepada wasit.
"Sangat memalukan, benar-benar memalukan!" begitu kalimat Mastantuono dalam laporan Muniz.
2. Sanksi berat dan ancaman sanksi tambahan dari federasi
Karena kartu merah diberikan secara langsung, Mastantuono otomatis absen pada laga berikutnya. Namun persoalan tidak berhenti di situ. Berdasarkan Kode Disiplin Federasi Sepak Bola Spanyol (RFEF), pemain yang terbukti menghina atau menunjukkan sikap tidak hormat kepada wasit dapat dijatuhi hukuman dua hingga tiga pertandingan.
Jika sanksi dua laga dijatuhkan, Mastantuono bukan hanya absen kala Madrid menghadapi Celta Vigo, tetapi juga Elche. Keputusan resmi RFEF nantinya akan menentukan hukuman apa dan berapa lama dia harus absen oleh tindakan yang diperbuatnya.
3. Arbeloa kesal
Pelatih Madrid, Alvaro Arbeloa, kesal dengan tindakan Mastantuono. Dia menilai tak seharusnya Mastantuono bersikap agresif ke wasit. Terlebih, kata-katanya tak mencerminkan pengendalian diri yang baik.
"Tak bisa diterima. Apa yang dilakukan Mastantuono tak seharusnya terjadi," kata Arbeloa.

















