Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Jojo Ajukan Permohonan Mundur dari Pelatnas Sejak Tahun Lalu

Jojo Ajukan Permohonan Mundur dari Pelatnas Sejak Tahun Lalu
Tunggal putra Indonesia, Jonatan Christie dalam laga melawan India di fase grup D Piala Sudirman 2025 (dok. PP PBSI)
Intinya Sih
  • Jonatan Christie memutuskan hengkang dari Pelatnas PBSI
  • Keputusan ini dipengaruhi oleh perannya sebagai suami dan ayah
  •  
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Tunggal putra Indonesia, Jonatan Christie blak-blakan soal keputusannya hengkang dari Pelatnas PBSI. Keputusan ini ternyata sudah dipertimbangkan cukup lama oleh atlet yang akrab disapa Jojo ini.

Keluarga menjadi alasan utama Jojo memutuskan keluar dari Pelatnas. Jojo mengaku ada banyak penyesuaian yang dilakukannya dalam kesehariannya setelah menikah, memiliki anak, dan usai menjalani Olimpiade 2024 Paris.

1. Sudah ajukan permohonan sejak akhir 2024

Tunggal putra Indonesia, Jonatan Christie dalam laga melawan India di fase grup D Piala Sudirman 2025 (dok. PP PBSI)
Tunggal putra Indonesia, Jonatan Christie dalam laga melawan India di fase grup D Piala Sudirman 2025 (dok. PP PBSI)

Setelah Olimpiade 2024 Paris, Jojo memutuskan pulang-pergi dari rumah ke Pelatnas untuk latihan. Sebelumnya, selama tujuh bulan setelah menikah, Jojo masih tinggal di asrama untuk persiapam Olimpiade 2024 Paris.

Statusnya yang kini sudah menikah dan punya anak membuat Jojo harus melakukan penyesuaian terhadap banyak hal dalam kehidupannya. Permohonan untuk mundur dari Pelatnas ternyata sudah diajukan Jojo kepada PBSi sejak akhir tahun 2024 lalu.

“Butuh banyak hal yang di-adjust, jadi saya memberanikan diri untuk menyampaikan permohonan sebagai pemain profesional kepada PBSI dari akhir tahun lalu," kata Jojo ditemui di Pelatnas PBSI Cipayung pada Kamis (15/5/2025).

2. Negosiasi bertahan hingga Piala Sudirman 2025

Tunggal putra Indonesia, Jonatan Christie dalam laga melawan India di fase grup D Piala Sudirman 2025 (dok. PP PBSI)
Tunggal putra Indonesia, Jonatan Christie dalam laga melawan India di fase grup D Piala Sudirman 2025 (dok. PP PBSI)

Permohonan Jonatan untuk pergi dari Pelatnas tak langsung dikabulkan PBSI. Negosiasi dilakukan dengan PBSI. Jojo dan pengurus PBSI sepakat Piala Sudirman menjadi turnamen terakhir Jonatan sebagai penghuni Pelatnas.

“Setelah disepakati bersama, akhirnya kita bersepakat sampai (Piala) Sudirman mungkin terakhir untuk saya bermain atau berlatih di Pelatnas," kata Jojo.

Alhasil, Jojo masuk dalam skuad Indonesia untuk Piala Sudirman 2025. Jojo berperan sebagai kapten tim dan senantiasa menyumbang angka saat dua kali dimainkan yakni melawan wakil India, Prannoy H.S (fase Grup D) dan wakil Thailand, Kunlavut Vitidsarn (babak perempat final).

3. Keluarga jadi pertimbangan utama Jojo

Sambutan kapten tim Sudirman 2025 Indonesia, Jonatan Christie setelah tiba di Tanah Air bersama skuad Merah Putih (dok. PP PBSI)
Sambutan kapten tim Sudirman 2025 Indonesia, Jonatan Christie setelah tiba di Tanah Air bersama skuad Merah Putih (dok. PP PBSI)

Keluarga menjadi pertimbangan utama Jojo mengambil keputusan besar tersebut. Menyadari perannya sebagai seorang suami dan ayah, Jonatan mengaku jarak rumah ke PBSI dan waktu yang banyak habis terbuang tanpa keluarga menjadi alasannya mundur dari Pelatnas PBSI.

“Karena saya sudah jadi suami dan ayah, dengan jarak dari rumah saya ke Cipayung yang gak dekat dan butuh waktu,” kata Jojo.

Selanjutnya, Jojo akan kembali ke klub asalnya, PB Tangkas, dan menjalani turnamen sebagai pemain profesional.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Deti Mega Purnamasari
EditorDeti Mega Purnamasari
Follow Us

Latest in Sport

See More