Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Keputusan Amri/Nita Bertahan di Ganda Campuran yang Berbuah Manis

2 min read
Keputusan Amri/Nita Bertahan di Ganda Campuran yang Berbuah Manis
Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah mengunci kemenangan pertama di Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis 2026. (Dok. PP PBSI)
  • Amri Syahnawi dan Nita Violina Marwah meraih medali perak Asian Games 2026, mengakhiri penantian panjang prestasi ganda campuran Indonesia di ajang tersebut.

  • Amri bertahan di ganda campuran karena menilai potensinya sebagai pemain belakang dengan pukulan dan power untuk menutup area lapangan.

  • Nita sempat ingin menyerah setelah merasa mentok di level senior, tetapi dukungan keluarga, pelatih, dan teman mendorongnya terus berlatih hingga berprestasi.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Sebelum bergabung sebagai pasangan ganda campuran Indonesia, Amri Syahnawi dan Nita Violina Marwah punya perjalanannya masing-masing. Situasi dan takdir-lah yang menjadikan mereka Amri/Nita.

Amri/Nita menorehkan sensasi di Asian Games 2026. Setelah lama ganda campuran Indonesia tak berprestasi di ajang tersebut, mereka sukses menorehkan medali perak. Mereka tembus ke final.

Hal itu tak lepas dari pilihan dan situasi yang Amri dan Nita pilih. Keputusan keduanya bertahan di ganda campuran mengantarkan mereka pada hasil yang tak disangka-sangka.

  1. 1. Kejelian Amri dalam melihat potensi diri

    Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah meraih medali perunggu di Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis 2026 (Instagram.com/badminton.ina)
    Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah meraih medali perunggu di Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis 2026 (Instagram.com/badminton.ina)

    Ditemui IDN Times di Pelatnas PBSI Cipayung, Selasa (6/10/2026), Amri menyebut keputusannya bertahan di ganda campuran didasari oleh kemampuannya melihat diri sendiri.

    Amri sadar, memiliki kemampuan sebagai pemain belakang dengan pukulan dan power-nya dalam menutup area lapangan. Dari situ, dia pun sadar untuk memaksimalkan potensinya di ganda campuran.

    "Saya rasa, waktu itu pelatih juga menarik saya ke ganda campuran karena melihat kemampuan tersebut. Saya merasa bisa bermain sebagai spesialis pemain belakang dan cocok saat menjalani latihan ganda campuran," ujar Amri.

  2. 2. Nita malah sempat ingin menyerah

    Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah melaju ke semifinal Asian Games 2026 Aichi-Nagoya (dok.PP PBSI)
    Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah melaju ke semifinal Asian Games 2026 Aichi-Nagoya (dok.PP PBSI)

    Berbeda dengan Amri, Nita mengaku sempat ingin menyerah di sektor ganda campuran. Meski kerap meraih hasil apik di sektor ini ketika level junior, dia merasa mentok kala naik ke level senior.

    Apalagi, Nita masuk ganda campuran dalam kondisi pasangan ganda putrinya mengalami cedera panjang. Namun, dia akhirnya memilih terus berjuang, dan sekarang sukses meraih prestasi.

    "Aku beberapa kali sempat ingin menyerah. Namun, keluarga, pelatih, dan teman-teman terus memberikan dukungan. Akhirnya, aku mencoba terus. Aku berusaha bertahan menghadapi rasa lelah, stres, dan segala macamnya. Aku menjalani hari demi hari dan berlatih sebaik mungkin," kata Nita.

  3. 3. Meraih capaian apik di Asian Games 2026

    Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah melaju ke final Asian Games 2026 Aichi-Nagoya.
    Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah melaju ke final Asian Games 2026 Aichi-Nagoya. (Dok. PP PBSI)

    Keberhasilan Amri/Nita meraih perak di Asian Games 2026 jadi secercah harapan bagi ganda campuran Indonesia. Setelah lama tak berprestasi di ajang itu, capaian apik akhirnya hadir lagi.

    Sekarang, Amri/Nita sudah ditunggu Denmark Open, Prancis Open, dan Hylo Open dalam rentetan BWF World Tour 2026 Eropa. Semoga, apa yang dicapai di Asian Games 2026 bisa terus berlanjut.

Share Article
Editorial Team

Di Balik Produksi Operasi Pesta Copet

Related Articles

See More