Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Hubungan Jorge Martin dan Aprilia Kian Erat di MotoGP 2026

Hubungan Jorge Martin dan Aprilia Kian Erat di MotoGP 2026
potret Jorge Martin (commons.wikimedia.org/Oliveraron)
Intinya Sih
  • Musim perdana Jorge Martin bersama Aprilia Racing pada 2025 diwarnai cedera berat yang membuatnya absen di beberapa seri dan kesulitan beradaptasi dengan motor RS-GP.
  • Martin sempat berniat mengaktifkan klausul kontrak untuk keluar dari Aprilia pada akhir 2025 akibat performa buruk dan cedera, namun akhirnya memutuskan bertahan demi masa depannya.
  • Memasuki MotoGP 2026, hubungan Martin dan Aprilia membaik dengan komunikasi intens dan hasil positif di lintasan, termasuk kemenangan sprint GP Amerika serta posisi kedua klasemen sementara.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

MotoGP 2026 menandai musim kedua Jorge Martin bersama Aprilia Racing. Pembalap asal Spanyol itu bergabung dengan tim tersebut pada 2025. Sayangnya, musim perdana kebersamaan mereka diwarnai dengan cedera dan sengketa kontrak.

Namun, situasi berubah menjadi jauh lebih baik pada musim ini. Proses adaptasi Martin terhadap motor RS-GP terus menunjukkan peningkatan. Kondisi di garasi Aprilia Racing juga kian kondusif. Bagaimana perubahan tersebut bisa terjadi?

1. Jorge Martin mengalami rentetan cedera pada musim perdananya bersama Aprilia Racing

Musim perdana Jorge Martin bersama Aprilia Racing pada 2025 tak berjalan mulus. The Martinator lebih banyak menghabiskan waktu di meja operasi akibat rentetan cedera. Bahkan, Martin mengalami cedera sebelum seri perdana bergulir.

Pembalap berkebangsaan Spanyol itu mengalami patah tulang tangan kanan dan kaki kiri akibat insiden pada tes pramusim di Sirkuit Sepang, Malaysia. Setelah itu, Martin kembali harus menghadapi kenyataan pahit lantaran dibekap cedera patah tulang tangan kiri saat berlatih menjelang GP Thailand. Akibatnya, ia harus melewatkan tiga seri perdana musim lalu untuk pemulihan cedera.

GP Qatar menjadi momen kembalinya Martin ke lintasan balap. Ia menuntaskan balapan sprint di Sirkuit Lusail dengan finis di posisi ke-16. Sayangnya, Martin kembali harus bertemu dengan dokter bedah menyusul cedera tulang rusuk kanan posterior imbas insiden pada balapan utama.

2. Jorge Martin sempat berniat mengaktifkan klausul kontrak untuk angkat kaki dari Aprilia Racing pada akhir 2025

Di tengah proses pemulihan cedera, Martin justru berniat mengaktifkan klausul dalam kontraknya agar bisa hengkang dari Aprilia Racing pada akhir 2025. Autosport melansir, klausul tersebut memungkinkan Martin untuk angkat kaki dari tim jika tak lagi memiliki peluang dalam perebutan gelar juara setelah seri keenam yang digelar di Sirkuit Le Mans, Prancis. Kans Martin keluar dari tim sangat besar mengingat dirinya hanya turun sekali di GP Qatar dan tidak mendapatkan poin.

Sengketa kontrak tersebut berlangsung hingga pertengahan Juli 2025. Hasilnya, Martin tetap memperkuat Aprilia Racing sesuai dengan durasi kontrak yang telah disepakati. Saat itu, Martin beralasan dirinya ingin mengaktifkan klausul demi masa depannya di kejuaraan.

"Semua yang aku lakukan dalam beberapa bulan terakhir adalah demi masa depan dan kepentinganku. Tidak ada yang bisa memahami rasanya berada di rumah sakit dengan 12 tulang rusuk patah sehingga tidak bisa tidur selama seminggu. Tidak ada yang tahu hal yang terlintas dalam pikiranku saat itu. Jadi, semua itu kulakukan atas dasar keyakinan bahwa hal tersebut adalah langkah terbaik untuk masa depanku. Itulah alasanku tetap berada di sini," kata Jorge Martin dilansir Autosport.

3. Jorge Martin dan Aprilia Racing kini membangun sinergi kuat yang berbuah hasil positif di lintasan

Ketegangan yang sempat terjadi antara Jorge Martin dan Aprilia akibat sengketa kontrak kini tak lagi terlihat. Kedua pihak menunjukkan sinergi yang kuat pada fase awal MotoGP 2026. Martin mengungkapkan, dirinya dan tim telah melupakan dinamika yang sempat terjadi tahun lalu. Itu bisa terjadi karena kedua pihak saling memahami kondisi satu sama lain.

"Situasinya sangat luar biasa. Kami sangat menyatu. Aku pikir kami semakin dekat ketimbang sebelumnya setelah diriku menjalani operasi dan mereka memahami perjuangan emosional serta fisik yang aku alami. Mereka siap berusaha sekuat tenaga untukku dan aku akan melakukan hal yang sama untuk mereka," jelas Jorge Martin dilansir Corsedimoto.

Komunikasi antara Martin dan Aprilia semakin membaik dari waktu ke waktu. Juara MotoGP 2024 itu mengaku mengadakan diskusi tiap pekan untuk memahami cara meningkatkan performa saat menghadapi pekan balap. Kerja sama tersebut membuahkan hasil positif di atas lintasan.

Martin berhasil finis terdepan pada balapan sprint GP Amerika Serikat. Selain itu, ia juga finis kedua secara beruntun pada balapan utama GP Brasil dan Amerika Serikat. Torehan tersebut berpengaruh pada posisinya di klasemen pembalap.

Martin bercokol di peringkat kedua lewat perolehan 77 poin. Ia tertinggal 4 poin dari rekan setimnya, Marco Bezzecchi. Ini menempatkan Martin sebagai salah satu penantang titel juara di MotoGP 2026.

Martin masih belum terlalu memikirkan tentang gelar juara. Ia ingin fokus pada tiap pekan balap demi mencapai hasil terbaik. Akankah momentum positif yang sedang terjadi dapat terjaga hingga berbuah titel prestisius?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Gagah N. Putra
EditorGagah N. Putra
Follow Us

Related Articles

See More