PABSI Dukung Pembangunan Akademi Olahraga Nasional

- PB PABSI menyatakan dukungan penuh terhadap pembangunan Akademi Olahraga Nasional yang digagas pemerintah sebagai langkah strategis untuk memperkuat pembinaan atlet sejak usia dini di berbagai cabang olahraga.
- Rosan Perkasa Roeslani menjelaskan bahwa PABSI telah menerapkan sistem pelatnas jangka panjang berkesinambungan sejak 2015, dengan fokus pada pembinaan atlet dari level junior hingga senior secara terpusat dan berkelanjutan.
- Sistem pembinaan tersebut terbukti melahirkan lifter berprestasi seperti Eko Yuli dan Rizky Juniansyah, serta menghasilkan medali emas Olimpiade 2024, gelar juara dunia, dan rekor internasional bagi Indonesia.
Jakarta, IDN Times - Pengurus Besar Persatuan Angkat Besi Seluruh Indonesia (PB PABSI) mendukung program pembangunan Akademi Olahraga Nasional yang menjadi salah satu program strategis pemerintah. Ketua Umum PB PABSI, Rosan Perkasa Roeslani, menyatakan ide tersebut bisa membantu dalam program pengembangan usia dini di berbagai cabang olahraga.
Inisiasi Akademi Olahraga Nasional muncul setelah Menteri Pemuda dan Olahraga, Erick Thohir, bertemu dengan Presiden Prabowo Subianto di Hambalang, Jumat (19/6/2026) lalu. Pembangunan Akademi Olahraga Nasional dimaksudkan untuk bisa menjaring talenta di berbagai cabang olahraga, sekaligus membinanya. Nantinya, atlet dari berbagai level usia, mulai dari sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), hingga sekolah menengah atas (SMA).
"Kami menyambut baik arahan dan perhatian Bapak Presiden Prabowo terhadap penguatan pembinaan olahraga nasional melalui pelatnas jangka panjang dan skema anggaran multiyears. Ini juga merupakan inisiatif Menteri Pemuda dan Olahraga Bapak Erick Thohir, sebagai langkah krusial yang selama ini dibutuhkan oleh federasi olahraga, karena prestasi internasional tidak dapat dibangun dalam waktu singkat, melainkan melalui proses pembinaan yang terencana, konsisten, dan berkelanjutan," ujar Rosan, dilansir pernyataan resminya yang diterima IDN Times, Senin (22/6/2026).
1. Bukan sistem yang asing buat PABSI

Rosan menegaskan, PABSI sejak 2015 sudah menjalankan sistem pembinaan lewat Pelatnas jangka panjang berkesinambungan. Pelatnas yang dilakukan PABSI adalah dengan sistem berkesinambungan di berbagai level usia, dan tak ada pemulangan agar bisa memantau perkembangan lifter di level junior hingga senior.
"Kami percaya, prestasi olahraga tidak dibangun dalam hitungan bulan, tetapi melalui proses bertahun-tahun yang membutuhkan kepastian program dan dukungan yang berkelanjutan. Sejak usia 14-15 tahun, atlet sudah dibina secara terpusat dengan pendekatan komprehensif yang meliputi aspek latihan, gizi, pembinaan mental, serta dukungan sport science secara berkelanjutan," kata Rosan.
2. Sudah lahirkan banyak atlet berkelas

Sistem tersebut, dijelaskan Rosan, sudah memberikan hasil nyata ketika sejumlah lifter seperti Eko Yuli sampai Rizky Juniansyah, muncul dan memberikan prestasi yang tak kaleng-kaleng.
"Pendekatan ini telah menunjukkan hasil nyata melalui berbagai capaian internasional, antara lain medali emas Olimpiade 2024, gelar juara dunia, rekor dunia, serta prestasi di Asian Games yang sebelumnya belum pernah diraih Indonesia di cabang angkat besi," kata Rosan.
3. Akademi Olahraga jadi sentral
Maka dari itu, Rosan menyatakan PABSI mendukung gagasan dalam pengembangan Akademi Olahraga Nasional. Menurutnya, itu menjadi bagian dari upaya memperluas pembinaan atlet sejak dini
"Semakin dini potensi atlet ditemukan dan dibina, semakin besar peluang Indonesia melahirkan generasi atlet yang mampu bersaing di tingkat SEA Games, Asian Games, hingga Olimpiade," ujar pria yang juga menjabat sebagai Menteri Investasi dan Hilirisasi tersebut.


















