Iran Bikin Surat Perpisahan Menyentuh saat Tinggalkan Los Angeles

- Iran meninggalkan surat perpisahan menyentuh di ruang ganti Los Angeles Stadium setelah bermain imbang 0-0 melawan Belgia pada laga kedua Grup G Piala Dunia 2026.
- Surat tulisan tangan itu berisi pesan damai, rasa terima kasih kepada tuan rumah dan suporter, serta penegasan semangat bangsa Iran dari masa Persia kuno hingga kini.
- Tim Melli bersiap menuju Seattle untuk laga penentuan kontra Mesir, wajib menang demi peluang lolos, usai singgah ke Tijuana karena aturan visa yang ketat.
Jakarta, IDN Times - Iran meninggalkan pesan perpisahan di ruang ganti Los Angeles Stadium usai menahan Belgia 0-0 pada laga kedua Grup G Piala Dunia 2026, Senin (22/6/2026). Pesan yang ditinggalkan memiliki makna mendalam.
Pesan itu ditinggalkan karena Iran tak lagi bertanding di stadion berkapasitas 70 ribu penonton tersebut. Tim Melli akan bertolak ke Seattle, untuk menghadapi Mesir dalam laga pamungkas grup, pada Sabtu (27/6/2026).
Meski dibayangi ketegangan politik, skuad asuhan Amir Ghalenoei tetap menunjukkan kelasnya di luar lapangan. Lantas, pesan apa yang ditulis mereka?
1. Pesan damai dari bangsa kuno Persia
Surat tersebut ditulis tangan, dan ditinggalkan di ruang ganti. Isi pesannya menyoal perdamaian dan harga diri bangsa. Mereka menegaskan semangat bangsa Iran akan terus menyala dari zaman kuno hingga era modern saat ini.
"Dari Persia kuno ribuan tahun yang lalu hingga Iran yang beradab saat ini, semangatnya tetap hidup dan teguh," bunyi penggalan awal surat tersebut, dikutip dari AS.
2. Berterima kasih pada tuan rumah dan suporter
Iran mengesampingkan ego. Mereka dengan besar hati mengucapkan terima kasih atas keramahan publik tuan rumah selama berada di Los Angeles. Surat tersebut juga didedikasikan untuk para diaspora Iran yang rela datang jauh-jauh demi memberikan dukungan moral secara langsung di stadion.
"Terima kasih kepada setiap warga Iran yang telah memberikan hati, suara, dan jiwa mereka untuk Iran sepanjang 180 menit ini (dua pertandingan). Semoga kedamaian, rasa hormat, dan persahabatan, menang di antara semua bangsa," bunyi lanjutan surat tersebut.
3. Fokus ukir sejarah di laga penentuan Seattle
Setelah ini, Iran tentu saja tidak langsung ke Seattle. Mereka kembali memutar arah menuju markasnya, Tijuana, Meksiko, akibat aturan visa yang ketat.
Iran wajib memenangkan duel di Seattle karena baru mengoleksi dua poin, meski masih duduk di peringkat kedua. Sementara itu, posisi Mesir lebih nyaman karena berada di puncak dengan torehan empat poin. Jika menang, Iran berpotensi lolos sebagai pemuncak.

















