Update Peringkat Ganda Putra Peraih Medali di Kejuaraan Asia 2026

Kejuaraan Asia 2026 yang berlangsung di Ningbo, China, resmi berakhir pada 12 April lalu dengan menghadirkan persaingan ketat di sektor ganda putra. Turnamen yang setara dengan level Super 1000 ini memberikan tambahan poin besar bagi para peserta di ranking dunia BWF. Setelah turnamen selesai, BWF merilis pembaruan peringkat terbaru yang mencerminkan hasil dari ajang tersebut.
Pada sektor ganda putra, perubahan peringkat terjadi pada pasangan-pasangan yang berhasil meraih medali. Tiga pasangan tercatat mengalami kenaikan posisi berkat tambahan poin signifikan, sementara satu pasangan lainnya tetap bertahan di posisi puncak dunia. Lantas, bagaimana update peringkat terbaru para peraih medali Kejuaraan Asia 2026 di sektor ganda putra?
1. Kim Won Ho/Seo Seung Jae (Korea Selatan) makin kokoh sebagai ganda putra terbaik dunia
Pasangan Korea Selatan, Kim Won Ho/Seo Seung Jae, berhasil meraih medali emas di Kejuaraan Asia 2026 setelah tampil konsisten sepanjang turnamen. Mereka memastikan gelar juara usai mengalahkan rekan senegara, Kang Min Hyuk/Ki Dong Ju, pada laga final. Hasil ini juga menegaskan dominasi Korea Selatan lewat terciptanya all Korean final di sektor ganda putra.
Berkat kemenangan tersebut, Kim/Seo tetap bertahan di peringkat pertama dunia ganda putra versi BWF. Tambahan poin dari gelar juara membuat posisi mereka semakin sulit digeser oleh pasangan lain. Capaian ini sekaligus memastikan Kim/Seo semakin kokoh sebagai ganda putra terbaik dunia saat ini.
2. Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri (Indonesia) masuk peringkat top 3 dunia
Pasangan Indonesia, Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri, menjalani debut mereka sebagai duet di Kejuaraan Asia 2026 dengan hasil yang cukup impresif. Berstatus unggulan kelima, Fajar/Fikri mampu melangkah hingga babak semifinal setelah melewati sejumlah pertandingan ketat. Performa tersebut menunjukkan adaptasi cepat keduanya sebagai pasangan baru di level turnamen besar.
Langkah Fajar/Fikri terhenti di semifinal usai kalah dari pasangan Korea Selatan, Kang Min Hyuk/Ki Dong Ju, melalui pertarungan tiga gim. Meski demikian, hasil tersebut memastikan Indonesia meraih satu medali perunggu dari sektor ganda putra. Tambahan poin dari pencapaian ini membawa Fajar/Fikri naik dua peringkat dan kini menempati posisi tiga dunia.
3. Kang Min Hyuk/Ki Dong Ju (Korea Selatan) naik tujuh tingkat ke top 15
Pasangan Korea Selatan, Kang Min Hyuk/Ki Dong Ju, tampil mengejutkan sebagai pasangan nonunggulan di Kejuaraan Asia 2026. Mereka mampu melaju hingga babak final setelah menyingkirkan sejumlah pasangan unggulan sepanjang turnamen. Perjalanan impresif tersebut menjadi salah satu sorotan di sektor ganda putra.
Langkah Kang/Ki akhirnya terhenti di partai puncak setelah kalah dari rekan senegara yang menjadi unggulan pertama. Meski hanya finis sebagai runner up, mereka tetap meraih lonjakan signifikan di peringkat dunia. Kang/Ki kini naik tujuh tingkat dan menempati peringkat ke-15 dunia.
4. He Ji Ting/Ren Xiang Yu (China) naik drastis 74 tingkat
Pasangan tuan rumah, He Ji Ting/Ren Xiang Yu, tampil mengejutkan sebagai pasangan nonunggulan di Kejuaraan Asia 2026. Mereka mampu melangkah hingga babak semifinal setelah mengalahkan sejumlah pasangan unggulan sepanjang turnamen. Salah satu kemenangan penting diraih saat menyingkirkan rekan senegara unggulan ketiga, Liang Wei Keng/Wang Chang, di perempat final.
Langkah He/Ren terhenti di semifinal setelah kalah dari unggulan pertama asal Korea Selatan, Kim Won Ho/Seo Seung Jae. Meski demikian, pencapaian tersebut memberikan tambahan poin besar bagi peringkat dunia mereka. He/Ren kini naik drastis 74 tingkat dan menempati peringkat ke-99 dunia.
Secara keseluruhan, Kejuaraan Asia 2026 memberikan dampak signifikan terhadap perubahan peringkat dunia sektor ganda putra. Pasangan peraih medali berhasil memaksimalkan tambahan poin dari turnamen level tinggi ini untuk memperbaiki posisi mereka. Hal ini menunjukkan ketatnya persaingan serta pentingnya konsistensi di setiap turnamen besar.
Dominasi Korea Selatan terlihat jelas dengan keberhasilan mereka menempatkan lebih dari satu pasangan di papan atas. Sementara itu, pasangan dari Indonesia dan China juga menunjukkan perkembangan positif meski belum mencapai final. Pembaruan peringkat ini menjadi gambaran awal peta kekuatan ganda putra dunia setelah Kejuaraan Asia 2026.
















