Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Pujian Giacomo Agostini atas Langkah Marc Marquez Hengkang dari Honda

Marc Marquez saat masih memperkuat Gresini Racing pada pekan balap MotoGP Malaysia 2024.
Marc Marquez saat masih memperkuat Gresini Racing pada pekan balap MotoGP Malaysia 2024. (commons.wikimedia.org/ Liauzh)

Marc Marquez menjalani musim kedua menggunakan motor Desmosedici di MotoGP. Sebelumnya, pembalap berkebangsaan Spanyol itu telah menghabiskan waktu selama 11 musim memacu RC213V milik Honda. MotoGP 2023 menjadi momen pemungkas Marc Marquez bersama pabrikan asal Jepang tersebut.

Keputusan Marc Marquez hengkang dari tim pabrikan Honda terus mendapat sorotan hingga kini. Terbaru, Giacomo Agostini ikut bersuara terkait hal tersebut. Ia memuji langkah berani Marc Marquez yang memilih bergabung dengan Gresini Racing, tim satelit Ducati, pada 2024.

1. Marc Marquez meraih enam gelar juara MotoGP bersama Honda, tetapi memilih pergi pada akhir 2023

Marc Marquez menjalani debut di MotoGP pada 2013. Ia langsung mendapat kursi balap di Repsol Honda. Tak butuh waktu lama bagi Marc Marquez untuk merasakan gelar juara. Ia merengkuh gelar prestisius tersebut pada musim perdananya di kelas utama.

Selepas itu, Marc Marquez kembali menjadi jawara pada 2014. Kemudian, pembalap bernomor motor 93 itu meraih gelar juara empat kali beruntun pada 2016--2019. Akan tetapi, cerita manis itu tak lagi terlihat sejak 2020.

Marc Marquez harus absen semusim lantaran mengalami cedera patah tulang lengan kanan. Itu terjadi lantaran insiden pada balapan GP Spanyol 2020. Kejadian tersebut membuatnya terpaksa absen hingga akhir musim. Marc Marquez kembali mengaspal di GP Portugal 2021. Setelahnya, ia menorehkan tiga kemenangan di GP Jerman, Amerika Serikat, dan Emilia Romagna pada musim yang sama.

Namun, Marc Marquez kesulitan bersaing di barisan depan pada 2022 dan 2023. Performa RC213V yang kurang kompetitif menjadi faktor yang menyulitkannya bersaing di lintasan. Marc Marquez akhirnya membuat langkah berani dengan pindah ke Gresini Racing. Itu dilakukan demi bisa bertarung secara kompetitif dengan motor Ducati yang memiliki performa terbaik di antara pabrikan lainnya.

"Setelah jeda musim panas (MotoGP 2023), aku bilang kepada diriku untuk berkendara lebih santai. Jadi, aku mulai memacu motor dengan cara yang aman. Namun, itu sangat membosankan. Bagiku, itu seperti mimpi buruk untuk datang ke sirkuit, berkendara dengan mode mudah, dan bertarung demi posisi ke-15. Aku berkata pada diriku, 'Bisakah aku melakukannya satu tahun lagi seperti ini?'," kata Marc Marquez dalam wawancara dengan Mat Oxley dilansir Road Racing World & Motorcycle Technology.

2. Marc Marquez menorehkan tiga kemenangan saat menjadi pembalap Gresini Racing

Marc Marquez untuk pertama kalinya memacu motor Desmosedici GP milik Ducati pada 2024. Ia mengendarai motor versi 2023 saat menjadi pembalap Gresini Racing. Marc Marquez tak kesulitan beradaptasi dengan motor tersebut. Itu terbukti dari hasil yang diperoleh sepanjang musim lalu.

Marc Marquez naik podium sebanyak 10 kali dengan 3 di antaranya terjadi karena memenangi balapan. Ia finis terdepan pada balapan utama GP Aragon, San Marino, dan Australia. Selain itu, ia menorehkan satu kemenangan sprint di GP Aragon.

Marc Marquez menutup perjalanannya bersama Gresini Racing dengan menduduki posisi ketiga di klasemen pembalap lewat perolehan 392 poin. Ia tertinggal 116 poin dari Jorge Martin yang meraih gelar juara. Di sisi lain, Gresini Racing bercokol di posisi ketiga klasemen tim usai mengumpulkan 565 poin. Tim tersebut mengalami peningkatan ketimbang pada 2023 saat mereka berada di peringkat keenam dengan koleksi 328 poin.

3. Marc Marquez langsung mempersembahkan kemenangan pada musim pertama memperkuat tim pabrikan Ducati

MotoGP 2025 menjadi babak baru untuk Marc Marquez. Ia mendapat kursi balap di Ducati Lenovo Team dan bertandem dengan Francesco Bagnaia. Tak seperti musim sebelumnya, kakak kandung Alex Marquez itu memakai motor Desmosedici GP25.

Tak butuh waktu lama bagi Marc Marquez beradaptasi dengan motor Ducati versi terbaru. Hingga GP Austria, ia berhasil menorehkan 9 kemenangan balapan utama dan 12 kemenangan balapan sprint. Marc Marquez memimpin klasemen pembalap dengan membukukan 418 poin.

4. Giacomo Agostini memuji talenta balap dan keberanian Marc Marquez untuk pindah ke Ducati

Performa mengesankan Marc Marquez di atas motor Desmosedici mengundang komentar Giacomo Agostini. Legenda MotoGP asal Italia itu memuji keberanian Marc Marquez mengambil keputusan meninggalkan Honda demi bersaing merengkuh kemenangan. Agostini menilai Marc Marquez sedang bahagia karena punya motor mumpuni untuk bertarung di barisan depan.

"Dia luar biasa. Dia sangat berbakat. Aku pikir dia sekarang bahagia karena punya motor bagus sehingga bisa menunjukkan kemampuannya. Sebelumnya, dia meraih banyak kemenangan saat memperkuat Honda. Namun, dia mengalami sejumlah masalah cedera bahu," kata Giacomo Agostini dalam wawancara dengan MotoGP dikutip Crash.

"Saat ini, dia berani pindah ke Ducati dan menolak banyak uang setelah bertahun-tahun bersama Honda. Dia ingin menang. Dia pernah bilang padaku jika finis balapan di posisi kelima, keenam, atau ketujuh, maka dia tidak ingin balapan," sambungnya.

Ada catatan menarik terkait Marc Marquez. Ia berhasil melampaui jumlah kemenangan Giacomo Agostini di kelas utama. Marc Marquez sudah mengantongi 71 kemenangan, sedangkan Agostini mengoleksi 68 kemenangan. Jumlah kemenangan Marc Marquez bisa bertambah mengingat MotoGP 2025 masih menyisakan sembilan pekan balap. Jika berhasil sapu bersih, maka Marc Marquez akan memiliki 80 kemenangan sepanjang kiprahnya di MotoGP pada akhir musim nanti.

Terlepas dari itu, Marc Marquez telah membuktikan kemampuan terbaiknya bersama Ducati dalam dua musim terakhir. Ia berpeluang besar meraih gelar juara ketujuh di kelas premier jika menilik keunggulannya di klasemen pembalap. Jelang GP Hungaria 2025, ia punya keunggulan 142 poin atas Alex Marquez. Apabila berhasil menjaga konsistensi, gelar juara bisa disegel sebelum MotoGP 2025 rampung.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Atqo Sy
EditorAtqo Sy
Follow Us