Presiden Prabowo Subianto berikan bonus Peraih Medali SEA Games 2025. (IDN Times/Ilman Nafi'an)
Kabar membanggakan datang dari SEA Games 2025 Thailand. Tim Indonesia mengemas 333 medali—91 emas, 112 perak, dan 130 perunggu, hingga sukses mengunci posisi runner-up di bawah tuan rumah.
Capaian ini melampaui target awal 90 emas.
“Realitanya kemarin seperti yang sudah disampaikan, untuk SEA Games sendiri, itu kalau kita bisa mendapatkan emas 82–90 kita di ranking tiga. Itu sejalan dengan yang sudah sebelum-sebelumnya. Nah, ini yang terus kita gali potensinya,” kata Erick di Kantor Kemenpora, Jakarta, Senin, 10 November 2025.
Hasil di Thailand menjadi raihan runner-up luar kandang terbaik Indonesia sejak SEA Games 1995. Atletik menyumbang emas terbanyak, sementara menembak mendominasi raihan total lewat 23 medali.
Indonesia juga mencetak rekor emas perdana di cabor ice hockey, basket 3x3 putri, petanque, kabaddi, dan futsal putra. Hal ini membuktikan prestasi nasional tak lagi bergantung pada cabor tertentu.
Sektor anggaran tetap menjadi tantangan besar. Kebijakan efisiensi memaksa Kemenpora memaksimalkan dana terbatasi.
Pemerintah lantas memprioritaskan cabor proyeksi Asian Games dan Olimpiade, dengan mengutus 1.021 atlet.
Meski demikian, pemerintah tetap mengucurkan apresiasi bernilai total Rp465,25 miliar. Peraih emas tunggal memperoleh Rp1 miliar, perak Rp315 juta, dan perunggu Rp157 juta.
"Kami dari Kemenpora langsung mentransfer seluruh bonus kepada masing-masing atlet dan pelatih langsung melalui BRI. Total dananya Rp465,25 miliar. Ini angka yang luar biasa. Terima kasih, Bapak Presiden," ujar Erick di Istana Negara pada Kamis, 8 Januari 2026 lalu.
Nominal bonus SEA Games 2025 ini melonjak dua kali lipat ketimbang edisi 2023 yang hanya Rp289 miliar.