Pujian Mourinho untuk Valverde: Dia Bisa Jadi Bek Sayap Hingga Kiper

Jose Mourinho menjelaskan penempatan Federico Valverde sebagai bek sayap Real Madrid merupakan keputusan taktis yang diperhitungkan, terutama karena krisis kedalaman di lini belakang.
Mourinho menilai Valverde sangat fleksibel dan mampu tampil berstandar tinggi sebagai bek sayap, gelandang, maupun pemain nomor 10, sehingga menjadi aset penting Los Blancos.
Valverde dipuji karena profesionalisme, loyalitas, dan jiwa kepemimpinannya sebagai kapten; ia disebut siap menjalankan posisi apa pun demi kebutuhan tim.
Jakarta, IDN Times - Pelatih Real Madrid, Jose Mourinho, akhirnya buka suara terkait eksperimen taktiknya belakangan ini. Keputusan menempatkan Federico Valverde sebagai bek sayap memicu perbincangan hangat di kalangan publik sepak bola dunia.
Juru taktik kawakan asal Portugal itu menegaskan opsi tersebut bukan keputusan impulsif. Langkah menaruh gelandang asal Uruguay di sisi luar pertahanan merupakan buah perhitungan matang.
Mourinho tak ragu mengumbar pujian atas fleksibilitas luar biasa sang pemain. Kualitas multifungsi Valverde dinilai menjadi aset paling berharga bagi skuad Los Blancos saat ini.
"Seandainya saya punya empat pemain seperti Valverde, satu akan saya tempatkan sebagai bek sayap, satu di lini tengah, dan satu lagi sebagai pemain nomor 10. Dia adalah pemain serba bisa yang mampu tampil di posisi mana pun dengan standar yang sangat tinggi," katanya dilansir Marca.
1. Krisis kedalaman lini belakang Madrid buat Mourinho putar otak
Dalam beberapa pertandingan pamungkas, dinamika tim menuntut perubahan skema. Krisis kedalaman lini belakang memaksa Mourinho memutar otak demi menjaga keseimbangan tim.
Peran Valverde di posisi bek sayap terbukti vital melapisi pergerakan winger lawan. Penampilan disiplin sang pemain sukses menambal celah krusial di lini pertahanan Madrid.
Komitmen tanpa kompromi ditunjukkan Valverde sepanjang menjalankan tugas barunya. Mourinho mengapresiasi loyalitas sang pemain yang tak pernah mengeluhkan pergeseran posisi tersebut.
2. Jiwa pengorbanan Valverde tercermin dari kesiapannya
Sikap profesional itu dinilai selaras dengan statusnya sebagai sosok pimpinan di lapangan hijau. Jiwa kepemimpinan sang pemain menjadi teladan bagi seluruh pilar El Real.
Mourinho menekankan, tidak ada resistensi dari sang gelandang serba bisa. Jiwa pengorbanan Valverde tercermin dari kesiapannya menjalankan instruksi pelatih demi kepentingan tim.
Bagi Mourinho, pemahaman taktik dan dedikasi tinggi sang kapten memudahkan tugasnya sebagai pelatih. Sang manajer tak perlu membuang energi untuk memberikan penjelasan panjang lebar.
3. Valverde adalah kapten Real Madrid
Loyalitas tanpa batas sang pemain diyakini menjadi alasan utama dibalik kepercayaannya mengenakan ban kapten. Pemain berusia 28 tahun itu selalu siap mengabdi di manapun dibutuhkan.
"Lagipula, saya tidak perlu meyakinkan dia akan apa pun. Dia adalah kapten Real Madrid. Jika dia harus bermain sebagai penjaga gawang, dia akan langsung memakai sarung tangan dan berdiri di bawah mistar gawang," beber Mourinho menilai Valverde.






















