3 Rookie of The Year di MotoGP 2025 yang Bikin Geger

- Fermin Aldeguer jadi rookie MotoGP dengan 3 podium sprint dan 3 podium main race, serta kemenangan di Sirkuit Mandalika.
- Daniel Holgado tampil menawan di Moto2 dengan 5 pole position, 5 podium, termasuk kemenangan di Catalunya dan Jepang.
- Maximo Quiles bikin geger di Moto3 dengan 2 pole position, 9 kali naik podium, termasuk 3 kali jadi pemenang, dan bisa menempati peringkat ketiga kejuaraan.
Siapa bilang pembalap debutan cuman mencari pengalaman? Di MotoGP, Moto2, dan Moto3 musim 2025, tiga rookie tampil sangat ganas. Mereka mengaspal bak pembalap veteran yang haus kemenangan.
Ketiganya merupakan peraih titel Rookie of The Year, sebuah penghargaan yang disematkan bagi debutan yang berhasil mengemas poin tertinggi. Prestasi mereka tak hanya di atas kertas. Oleh karena itu, performa mereka di lintasan layak dirayakan. Siapa saja para rookie mumpuni ini? Yuk, simak ulasannya!
1. Fermin Aldeguer jadi rookie yang masuk daftar pembalap elite MotoGP
Di MotoGP, nama Fermin Aldeguer jadi buah bibir. Pembalap anyar di tim Gresini Racing itu bisa merebut 3 podium sprint dan 3 podium main race. Prestasi tertingginya adalah jadi kampiun di Sirkuit Mandalika, Indonesia.
Kala berlaga di Mandalika, Aldeguer bisa menang dengan gap mencapai 6,987 detik dari Pedro Acosta yang finis runner-up. Setelah menyalip Acosta di putaran ketujuh, Aldeguer tak terkejar hingga akhir balapan yang berdurasi 27 putaran itu. Ini adalah kemenangan pertamanya di kelas premier.
Berkat kemenangan itu, Aldeguer masuk dalam daftar pembalap elite MotoGP. Usianya yang baru 20 tahun dan 183 hari saat menang membawanya ke dalam daftar pemenang termuda MotoGP. Aldeguer berada di peringkat kedua setelah Marc Marquez yang menang di musim debutnya saat berumur 20 tahun dan 63 hari.
Bagi Aldeguer, tahun 2025 memang sarat penghargaan. Pada akhir musim ia sukses mengemas 214 poin dan menempati peringkat kedelapan klasemen akhir. Ia jauh lebih unggul dari perolehan poin dua rookie lainnya, Ai Ogura (Trackhouse Racing) dan Somkiat Chantra (Idemitsu Honda LCR).
2. Daniel Holgado tampil menawan di Moto2
Di Moto2, performa Daniel Holgado begitu trengginas. Rider CFMOTO Inde Apsar Team itu tak kenal takut. Ia beberapa kali bisa beradu sikut dengan pembalap yang lebih mapan, seperti juara dunia Diogo Moreira dan runner-up kejuaraan Manuel Gonzalez.
Tak heran, Holgado bisa meraih 5 pole position dan 5 podium, termasuk kemenangan di Catalunya dan Jepang. Di Catalunya, Holgado tampil sempurna. Start dari pole position, ia bisa mengonversikanya menjadi kemenangan dengan gap 2,5 detik. Holgado memimpin balapan secara dominan dari awal hingga akhir putaran. Ia tak gentar meski diburu pembalap senior sekaliber Jake Dixon.
Pada akhir musim, Holgado mengemas 208 poin dan menempati peringkat keenam klasemen. Ia satu-satunya rookie Moto2 yang melewati angka 200 poin musim ini. Holgado lebih unggul dari rookie lainnya seperti David Alonso, Collin Veijer, Ivan Ortola, dan Adrian Huertas.
3. Maximo Quiles bikin geger paddock Grand Prix
Di Moto3, Maximo Quiles bikin geger. Bagaimana tidak, pembalap debutan CFMOTO Valresa Aspar Team itu mencatatkan sederet prestasi mentereng. Meski cuman mengikuti 18 dari 22 balapan, Quiles bisa raih 2 pole position, bisa 9 kali naik podium, termasuk 3 kali jadi pemenang, dan bisa menempati peringkat ketiga kejuaraan dengan raihan 274 poin.
Kisah awal karier Quiles di ajang Grand Prix memang unik. Ia baru memulai balapan di seri ketiga. Pada dua seri sebelumnya, Quiles masih belum bisa balapan karena berusia di bawah 17 tahun.
Kala pertama kali tampil pada seri Amerika, ia langsung bisa start dari baris terdepan, tepatnya urutan kedua di grid. Hasil balapnya patut diacungi jempol. Ia bisa langsung bersaing di deretan depan dan finis lima besar.
Namun, Quiles malah cedera sehingga harus absen di dua seri. Menariknya, saat kembali di seri Prancis, ia langsung meraih pole position pertamanya di ajang Grand Prix. Dari sini, deretan prestasinya meningkat pesat.
Di seri Italia, Quiles merebut kemenangan pertamanya di Moto3. Pembalap bernomor 28 itu sangat kompetitif. Ia unggul dari Alvaro Carpe dengan gap ekstra tipis, yaitu 0,006 detik. Di Hungaria, di Sirkuit Balaton Park yang baru pertama kali ia kunjungi, Quiles tampil sempurna dengan merebut pole position. Ia lalu mencuri kemenangan di lap terakhir dari Valentin Perrone dengan gap 0,018 detik.
Fermin Aldeguer, Daniel Holgado, dan Maximo Quiles menjadi buah bibir di paddock Grand Prix. Di masa depan, MotoGP, Moto2, dan Moto3 punya pembalap yang bakal jadi bintang yang bersinar terang. Bisakah mereka tampil makin garang saat berstatus sophomore rider?


















