Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Rossi Akhirnya Akui Kemampuan Luar Biasa Marquez di MotoGP

Rossi Akhirnya Akui Kemampuan Luar Biasa Marquez di MotoGP
Valentino Rossi turun lintasan di Pertamina Mandalika International Circuit, pada Selasa (29/01/2026). (Dok. Pertamina Lubricants).
Intinya Sih

  • Valentino Rossi mengakui dominasi Marc Marquez di MotoGP dan menilai sulit mengalahkannya tanpa dukungan motor berkualitas tinggi dari pabrikan.
  • Rossi menyebut Marco Bezzecchi sebagai murid paling potensial menyaingi Marquez karena konsistensi, kerja keras, dan peningkatan performa bersama Aprilia.
  • Francesco Bagnaia mengalami penurunan performa yang disebut Rossi dipengaruhi tekanan psikologis akibat kehadiran Marquez di tim Ducati.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Legenda MotoGP, Valentino Rossi, akhirnya mengakui dominasi Marc Marquez di MotoGP. Dalam sebuah pertemuan spesial para legenda balap dunia di Misano, Rossi menilai mengalahkan Marquez akan sangat sulit, terutama jika menggunakan motor yang performanya berada di bawah rivalnya.

Bagi Rossi, demi mengalahkan Marquez tak cukup mengandalkan kemampuan di atas lintasan. Perlu ada dukungan motor berkualitas dari pabrikan dan racikannya juga harus cocok. Menggunakan motor dengan spesifikasi standar, bahkan di bawah Ducati, sama saja bunuh diri saat menghadapi Marquez, yang saat ini merupakan pembalap paling kompetitif dan konsisten.

"Aprilia sedikit lebih buruk dibanding dengan Ducati. Jadi mengalahkan Marquez dengan motor yang lebih buruk? Mustahil," kata Rossi mengutip Crash.

1. Bezzecchi jadi yang paling potensial

AFP__20260301__99EN7BV__v1__HighRes__MotoPrixTha.jpg
Pembalap Aprilia Racing, Marco Bezzecchi, merayakan kemenangannya memastikan diri jadi juara MotoGP Thailand di Sirkuit Internasional Buriram, Buriram, MInggu (1/3/2026). (FOTO: Lillian SUWANRUMPHA/AFP)

Bagi Rossi, saat ini pembalap paling potensial untuk menjadi pesaing Marquez adalah muridnya di VR46 Academy, Marco Bezzecchi. Pembalap Italia tersebut, menurut Rossi, saat ini merupakan yang paling konsisten dan tampil dalam performa terbaik.

Terlebih, motor RS-GP milik Aprilia telah disematkan teknologi baru yang membuat gaya berkendaranya makin nyaman. Saat berlatih pun, ditegaskan Rossi, Bezzecchi menekan batasannya hingga titik tertinggi.

"Bezzecchi berlatih paling keras. Bahkan di kamp, dia sangat cepat. Dia sangat fokus dan ingin menang. Menurut saya, dia melakukan pekerjaannya dengan baik," kata Rossi.

2. Bezzecchi meningkat, bagaimana dengan Bagnaia?

Beda dengan Bezzecchi, murid Rossi lainnya, Francesco Bagnaia, diklaim tak nyaman dengan posisinya sekarang. Sempat menjadi pesaing kuat Marquez, Bagnaia malah mengalami penurunan performa yang drastis. Bahkan, musim lalu dia sempat beberapa kali gagal finis dan harus mengakhiri balapan di posisi paling belakang.

"Pecco sekarang sedikit kehilangan arah. Saat pengereman dan masuk tikungan, yang dulu sangat kuat, sekarang malah mengalami kesulitan," kata Rossi.

3. Pengaruh Marquez juga?

Bagi Rossi, penurunan performa Bagnaia juga tak terlepas dari kedatangan Marquez di Ducati. Ada perasaan tak nyaman yang menyelimuti Bagnaia, terkesan tak aman karena harus berbagi garasi dengan Marquez.

"Rasanya, ketika Marquez datang dan melaju dengan cepat, secara psikologis jadi tak mudah," ujar Rossi.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Satria Permana
EditorSatria Permana
Follow Us

Latest in Sport

See More