Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Taufik Hidayat: Tantangan Indonesia Open Berat, Motivasi Harus Lebih Besar

Taufik Hidayat: Tantangan Indonesia Open Berat, Motivasi Harus Lebih Besar
Wakil Ketua Umum I PP PBSI, Taufik Hidayat di konferensi pers Indonesia Open 2026 (IDN Times/Margith Damanik)
Intinya Sih
Gini Kak
  • Taufik Hidayat menilai Indonesia Open 2026 bukan sekadar ajang teknis, tapi juga tantangan besar bagi atlet nasional menghadapi atmosfer paling meriah di dunia bulu tangkis.
  • Menurut Taufik, bermain di Istora Senayan menuntut keberanian dan kekuatan mental ekstra karena tekanan tampil di depan publik sendiri jauh lebih berat dibanding turnamen lain.
  • Taufik berharap Indonesia Open 2026 bisa menjadi momentum kebangkitan prestasi bulu tangkis Indonesia yang belakangan belum kembali ke puncak kejayaan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Jakarta, IDN Times - Indonesia bersiap menjadi tuan rumah ajang BWF Super 1000 ketiga musim 2026. Indonesia Open 2026 akan digelar di Istora Senayan, Jakarta pada 2-7 Juni.

Sederet elite dunia turun berlaga dan unjuk kemampuan diri di ajang besar ini. Namun, Indonesia Open semestinya bukan sekadar ajang adu kemampuan teknis untuk wakil tuan rumah. Setidaknya, begitu pendapat Wakil Ketua Umum I PP PBSI, Taufik Hidayat.

1. Indonesia Open jadi tantangan tersendiri

Taufik Hidayat dalam Konferensi pers Evaluasi Hasil Piala Thomas dan Uber 2026 (IDN Times/Margith Damanik)
Taufik Hidayat dalam Konferensi pers Evaluasi Hasil Piala Thomas dan Uber 2026 (IDN Times/Margith Damanik)

BWF memiliki empat ajang Super 1000 saat ini. Bagi Taufik, Indonesia Open selalu punya tempat tersendiri di hati pebulu tangkis nasional.

Tidak hanya soal tampil dengan atmosfer terbaik, Indonesia Open juga diakui Taufik memberikan tantangan tersendiri. Namun, dia berharap skuad Garuda siap menghadapinya.

“Mungkin kalau di seri yang lain ada All England (yang bergengsi). Tapi buat kita, Indonesia Open itu salah satu atmosfer yang memang paling ramai di seluruh dunia. Dan ini salah satu tantangan juga. Ini tantangan yang paling berat dan harus jadi motivasi yang lebih besar,” kata Taufik ditemui di kawasan Senayan, Jakarta, Senin (1/6/2026).

2. Adu mental di lapangan

Christo Popov dan Jonatan Christie dalam duel Prancis vs Indonesia di laga fase Grup D Thomas Cup 2026 (Dok.PP PBSI)
Christo Popov dan Jonatan Christie dalam duel Prancis vs Indonesia di laga fase Grup D Thomas Cup 2026 (Dok.PP PBSI)

Sebagai legenda hidup tunggal putra Indonesia, Taufik berbagi pandangannya soal Indonesia Open. Tak hanya tentang riuh atmosfer Istora Senayan yang ikonik, beban mental juga, menurut Taufik, pasti dirasakan lebih besar untuk skuad tuan rumah.

"Indonesia Open selalu menjadi turnamen yang spesial. Bermain di Istora bukan hanya soal kemampuan teknis, tetapi juga soal keberanian, mental, dan kesiapan menghadapi tekanan di depan publik sendiri. Itu yang membuat turnamen ini berbeda," kata Taufik.

3. Berharap jadi titik balik

Alwi Farhan saat berlaga mengalahkan ranking satu dunia asal China, Shi Yu Qi, di 16 besar Singapore Open 2026 (dok.PP PBSI)
Alwi Farhan saat berlaga mengalahkan ranking satu dunia asal China, Shi Yu Qi, di 16 besar Singapore Open 2026 (dok.PP PBSI)

Taufik menyadari bahwa prestasi atlet bulu tangkis Indonesia yang belum kembali ke puncak kini sedang dalam sorotan. Taufik berharap Indonesia Open 2026 bisa menjadi titik balik untuk prestasi bulu tangkis Indonesia.

“Dan kita tahu pertanyaannya satu: Kok belum ada yang juara? Mudah-mudahan dengan eh Indonesia Open ini jadi titik balik,” ujar peraih enam kali gelar juara Indonesia Open tersebut.

Share Article
Topics
Editorial Team
Dwifantya Aquina
EditorDwifantya Aquina

Related Articles

See More