4 Tunggal Putra yang Menjuarai Turnamen BWF World Tour Super 1000 2026

- Empat turnamen BWF World Tour Super 1000 2026 di Malaysia, Inggris, Indonesia, dan China melahirkan empat juara tunggal putra berbeda.
- Kunlavut Vitidsarn menjuarai Malaysia Open setelah Shi Yu Qi mundur karena cedera; Lin Chun Yi merebut All England sebagai pemain nonunggulan usai mengalahkan Lakshya Sen.
- Victor Lai mencetak sejarah bagi Kanada lewat gelar Indonesia Open, sedangkan Chou Tien Chen memenangkan China Open dan menjadi juara Super 1000 kedua dari Taiwan tahun ini.
Turnamen BWF World Tour Super 1000 menjadi seri pertama dari turnamen World Tour yang rampung digelar pada 2026. Sepanjang 2026, empat turnamen berbeda sukes digelar di Malaysia, Inggris, Indonesia, dan China dengan juara yang beragam di setiap turnamennya.
Sektor tunggal putra menjadi salah satu sektor dengan persaingan yang ketat. Dari empat turnamen World Tour Super 1000 yang digelar tahun ini, sektor tunggal putra melahirkan juara yang berbeda-beda. Berikut daftar empat tunggal putra yang menjuarai turnamen World Tour Super 1000 2026.
1. Kunlavut Vitidsarn (Thailand) menjuarai Malaysia Open 2026
Malaysia Open 2026 menjadi turnamen BWF World Tour Super 1000 pertama yang digelar pada 2026. Di sektor tunggal putra, Kunlavut Vitidsarn asal Thailand sukses memenangkan gelar juara. Gelar juara tersebut menjadi gelar juara World Tour Super 1000 pertama dan satu-satunya Thailand pada musim 2026.
Kunlavut Vitidsarn dinyatakan sebagai kampiun setelah menang atas unggulan pertama asal China, Shi Yu Qi, pada partai final. Unggulan kedua itu menang tanpa menyelesaikan seluruh pertandingan. Saat ia unggul dengan skor 23-21 dan 6-1, Shi Yu Qi memutuskan mundur dari pertandingan karena cedera. Mundurnya Shi Yu Qi secara otomatis membuat Vitidsarn dinyatakan sebagai pemenang.
2. Lin Chun Yi (Taiwan) merengkuh gelar juara di All England 2026
Tunggal putra selanjutnya yang menjuarai turnamen BWF World Tour Super 1000 2026 adalah Lin Chun Yi. Tunggal putra Taiwan itu di luar prediksi berhasil menaiki podium tertinggi di All England 2026. Ia menjuarai turnamen bulu tangkis tertua di dunia itu dengan status nonunggulan.
Lin Chun Yi keluar sebagai juara setelah menaklukkan tunggal putra nonunggulan lainnya asal India pada partai final. Ia membekuk Lakshya Sen lewat duel 2 game langsung yang berdurasi 57 menit dengan skor 21-15 dan 22-20. Gelar juara itu menjadi satu-satunya gelar juara World Tour Super 1000 yang diraihnya musim ini.
3. Victor Lai (Kanada) finis sebagai pemenang di Indonesia Open 2026
Tunggal putra Kanada secara mengejutkan juga masuk dalam daftar ini. Ia adalah Victor Lai yang menjuarai turnamen BWF World Tour Super 1000 di Indonesia Open 2026 dengan status nonunggulan. Ia mencetak sejarah sebagai pebulu tangkis Kanada pertama yang menjuarai turnamen BWF level ini.
Victor Lai menjadi juara setelah memenangkan laga final kontra andalan tuan rumah yang diunggulkan di urutan kelima, yakni Jonatan Christie. Ia menang 2 game langsung dengan skor 21-19 dan 21-8 dalam waktu 39 menit. Selain menjadi satu-satunya gelar juara yang diraih pemain Kanada di level Super 1000, gelar juara Victor Lai juga tercatat sebagai satu-satunya gelar juara World Tour Super 1000 yang diraih pemain Amerika pada 2026.
4. Chou Tien Chen (Taiwan) memenangkan gelar juara di China Open 2026
Tunggal putra terakhir yang menjuarai turnamen BWF World Tour Super 1000 2026 adalah Chou Tien Chen. Pemain kenamaan Taiwan itu meraihnya di China Open 2026. Ia menjadi tunggal putra Taiwan kedua yang menjuarai BWF World Tour Super 1000 tahun ini.
Pada partai final, Chou Tien Chen mengamankan kemenangan atas tunggal putra nonunggulan asal Prancis, Toma Junior Popov. Ia menang dalam duel panjang 3 game yang berdurasi 64 menit dengan skor 21-15, 7-21, dan 21-13. Kemenangannya itu memastikan Taiwan menutup turnamen World Tour Super 1000 musim 2026 dengan meraih tiga gelar juara.
Ketatnya persaingan musim ini membuat sektor tunggal putra menarik untuk diikuti pada musim 2027. Akankah dominasi para juara musim ini akan berlanjut, atau justru muncul nama baru yang mampu merebut gelar di turnamen Super 1000?























