3 Update Dilakukan Ferrari di Tes Pramusim ke-2 Bahrain 2026, Inovasi!

Tes pramusim F1 2026 telah resmi selesai pada Jumat (20/2/2026). Formula 1 sendiri melakukan dua kali tes di Bahrain pada dua pekan yang berbeda dan setiap pekannya tes dilakukan selama tiga hari. Format ini memberi setiap tim total 6 hari pengujian sebelum memasuki seri pembuka yang akan berlangsung di Melbourne, Australia, pada Maret 2026.
Pada pekan pertama, sebagian besar tim masih fokus pada pengumpulan data dasar, uji reliabilitas, dan simulasi balap. Namun, memasuki pekan kedua, perhatian tertuju pada Ferrari yang mulai menunjukkan arah pengembangan positif melalui update- update komponen baru. Perubahan tersebut membuat Ferrari menjadi salah satu tim yang paling dibicarakan pada tes pramusim Bahrain 2.
1. Inovasi sayap belakang yang membuka dengan cara memutar ke belakang
Ferrari memperkenalkan sayap belakang baru (rear wing) yang bisa berputar 180 derajat pada SF-26 di tes pramusim 2 Bahrain 2026. Desain ini mampu mengubah posisi sayap secara ekstrem untuk mengurangi hambatan udara di trek lurus. Saat berada pada mode kecepatan tinggi, sayap akan terbalik, menciptakan pola aliran udara berbeda yang dirancang untuk memaksimalkan top speed sekaligus mengatur downforce saat masuk zona pengereman.
Perubahan ini terlihat ketika sayap bertransisi dari posisi normal ke mode rendah drag saat mobil mencapai kecepatan tinggi. Mekanisme ini bekerja sesuai batasan aturan aero yang baru diperkenalkan pada musim 2026, tetapi dieksekusi dengan cara yang sangat berbeda dibanding kompetitor lain. Konsep tersebut bertujuan memberi keuntungan lebih besar dari aero aktif biasa yang hanya membuka celah.
Inovasi sayap ini langsung menjadi perhatian besar di paddock karena desainnya yang tidak pasaran. Apalagi desain tersebut diprediksi memiliki potensi untuk lebih mengoptimalkan performa mobil di lintasan lurus tanpa mengorbankan traksi di tikungan. Ferrari seperti sengaja mengeksplorasi limit dari regulasi F1 baru untuk menemukan racikan mobil 2026 yang terbaik.
2. Melakukan uji coba paket aerodinamika di belakang knalpot SF-26
Selain sayap belakang yang berputar, Ferrari juga melanjutkan uji komponen aerodinamika baru di bagian belakang SF-26. Bagian ini mencakup winglet kecil yang dipasang dekat pipa knalpot, yang dirancang untuk mengontrol aliran gas buang dan mempengaruhi distribusi downforce di belakang mobil. Pengembangan winglet tersebut dimainkan bersama desain rear wing untuk mengeksploitasi interaksi aliran udara dengan sistem knalpot.
Paket aero belakang ini tidak terlihat pada tes pramusim 1 yang berlangsung pada pekan pertama Februari 2026. Ferrari menyebut komponen itu sebagai FTM yang memiliki fungsi ganda, yaitu meningkatkan hambatan aerodinamika sayap belakang di lintasan lurus sekaligus menciptakan tekanan negatif di belakang diffuser. Kehadiran winglet baru menunjukkan Ferrari sedang mengoptimasi bagian belakang mobil secara signifikan.
Eksperimen ini merupakan langkah Ferrari untuk meningkatkan efisiensi di bagian aerodinamika, terutama di lintasan seperti Bahrain yang menuntut keseimbangan antara downforce dan drag. Evaluasi komponen ini membantu mereka menentukan jalur pengembangan sebelum era baru regulasi bergulir sepenuhnya.
3. Menggunakan power unit baru setelah mesin yang lama mati di akhir pramusim Bahrain 1
Ferrari juga melakukan uji paket power unit baru selama tes pramusim Bahrain 2. Pergantian tersebut karena mesin lama mengalami mati mesin beberapa lap sebelum akhir sesi pramusim Bahrain 1. Menariknya, sebelum mengalami gangguan, mesin tersebut sudah menempuh jarak lebih dari 4.300 kilometer atau setara 14 balapan. Jarak itu dihitung sejak digunakan pada sesi shakedown di Barcelona dan pramusim Bahrain 1.
Menariknya, menggunakan mesin baru Charles Leclerc mencatat waktu tercepat sepanjang seluruh sesi pramusim Bahrain 2026. Hasil ini menunjukkan bahwa mobil kini berada dalam jalur yang tepat secara performa. Leclerc bahkan mampu mendapatkan waktu 1:31.992 yang menjadi angka terbaik dari total 6 hari pengujian. Posisi teratas tersebut juga menandakan SF-26 dengan komponen terakhirnya memiliki potensi yang cukup tajam, meskipun mereka selalu berhati-hati catatan waktu tersebut di pramusim tidak bisa menjadi patokan dalam peta persaingan saat balapan nanti.
Secara keseluruhan, tes pramusim di Bahrain memberi gambaran awal mengenai kesiapan Ferrari menghadapi musim 2026. Inovasi sayap belakang yang memutar 180 derajat menjadi salah satu contoh positif cara mereka beradaptasi dengan regulasi baru. Jika arah pengembangan ini konsisten, Ferrari berpotensi menjadi salah satu penantang utama di F1 2026.

















