Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

3 Asisten Baru Pep Guardiola di Manchester City Mulai 2025/2026

ilustrasi lambang Manchester City
ilustrasi lambang Manchester City (unsplash.com/bradenhopkins)
Intinya sih...
  • Pepijn Linders, tangan kanan Juergen Klopp di Liverpool
  • James French ditunjuk sebagai pelatih bola mati
  • Kolo Toure mendapat promosi menjadi asisten pelatih tim senior Manchester City
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Manchester City merombak skuadnya pada musim panas 2025. Bongkar pasang bahkan bukan hanya terjadi di sektor pemain, melainkan juga staf pelatih. Pada akhir 2024/2025, The Cityzens memang kehilangan Juanma Lilo dan Inigo Dominguez yang habis kontrak. Carlos Vicens juga hengkang karena memilih menerima tawaran untuk menjadi kepala pelatih SC Braga.

Sebagai gantinya, klub menunjuk Pepijn Linders, James French, dan Kolo Toure untuk membantu Pep Guardiola. Dua nama pertama diumumkan secara resmi pada 10 Juni. Sementara, Toure menyusul pada 15 Juli. Namun, legenda asal Pantai Gading tersebut sebelumnya sudah bekerja di tim akademi. Oleh karena itu, penunjukkan Toure pun lebih layak disebut promosi. Lantas, seperti apa profil ketiganya?

1. Pepijn Linders merupakan tangan kanan Juergen Klopp di Liverpool

Sosok yang dipilih Pep Guardiola untuk menjadi tangan kanan barunya adalah Pepijn Linders. Menariknya, pria asal Belanda ini merupakan orang kepercayaan Juergen Klopp ketika masih melatih Liverpool. Lijnders awalnya bergabung dengan Liverpool pada 2014/2015 sebagai pelatih tim U-18. Semusim berselang, ia diajak Brendan Rodgers untuk menukangi skuad senior.

Pada Oktober 2015, Klopp dipilih untuk menggantikan Rodgers sebagai pelatih Liverpool. Klopp pun memutuskan untuk mempertahankan Lijnders. Pada Januari—Mei 2018, Lijnders sempat meninggalkan Liverpool untuk menjadi kepala pelatih NEC Nijmegen. Namun, ia dipecat pada akhir musim tersebut. Klopp pun lantas mengajaknya untuk kembali ke Liverpool pada awal 2018/2019.

Kisah Lijnders di Liverpool kembali berakhir setelah Klopp memutuskan untuk meninggalkan klub pada penghujung 2023/2024. Lijnders lantas hengkang ke Austria untuk melatih RB Salzburg. Namun, ia hanya bertahan sampai Desember. Setelah menganggur selama 6 bulan, Lijnders akhirnya kembali bekerja usai menerima tawaran dari Manchester City.

2. James French ditunjuk sebagai pelatih bola mati

Selain Pepijn Linders, Manchester City juga menunjuk mantan asisten pelatih Liverpool lainnya. Dia adalah James French. Pria asal Portugal ini bahkan menghuni Liverpool jauh lebih lama dibanding Lijnders. Ia bekerja di klub Merseyside tersebut pada 2012—2025.

Saat bekerja untuk Liverpool, French ditugaskan sebagai analis lawan. Sementara, Manchester City memberinya peran pelatih bola mati. Sebelumnya, pria yang baru berusia 38 tahun ini tercatat sebagai analis pertandingan di Swansea City (2010—2011) dan Cardiff City (2011—2012).

French pernah memiliki pengalaman sebagai kepala pelatih. Namun, itu didapat di level junior. Ia memulai karier kepelatihannya bersama Tynecastle FC pada Juli 2007—Februari 2009. Setelah itu, French menukangi tim muda Hearts pada Februari—Oktober 2009.

3. Kolo Toure mendapat promosi menjadi asisten pelatih tim senior Manchester City

Manchester City mengangkat Kolo Tour secara resmi sebagai asisten pelatih tim senior pada 15 Juli 2025. Selama Piala Dunia Antarklub FIFA 2025, mantan bek tengah ini memang terlebih dahulu menjabat posisi tersebut dengan status interim. Sebelumnya, Toure merupakan asisten pelatih Manchester City U-18 untuk 2024/2025.

Toure memang bukan sosok asing bagi Manchester City. Ia pernah membela mereka sebagai pemain pada 2009—2013. Ia gantung sepatu pada 2017 dan langsung memulai karier kepelatihannya sebagai asisten di Timnas Pantai Gading U-23, Timnas Pantai Gading senior, dan Celtic. Toure lantas bekerja sebagai asisten Brendan Rodgers di Leicester City pada 2019—2022.

Pada November 2022, Toure menjadi kepala pelatih untuk pertama kalinya. Ia melakukannya di Wigan Athletic. Namun, legenda Arsenal ini dipecat 2 bulan berselang dengan torehan 3 keimbangan dan 6 kekalahan. Kini, Toure mendapat kesempatan untuk kembali memperbaiki karier kepelatihannya sebagai asisten di Manchester City.

Manchester City melewati musim yang buruk pada 2024/2025. Hasil memalukan tersebut membuat mereka bergerak begitu aktif sepanjang musim panas 2025. Manajemen bukan hanya memperbaiki skuadnya, melainkan juga menghadirkan tiga wajah baru untuk menjadi asisten Pep Guardiola. Mampukah perubahan ini membawa Manchester City kembali ke puncak kejayaan?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Gagah N. Putra
EditorGagah N. Putra
Follow Us