4 Murid Guardiola yang Sukses Juara Bareng Klub, Termasuk Arteta

- Mikel Arteta sukses membawa Arsenal juara Premier League 2025/26 setelah menimba ilmu kepelatihan dari Pep Guardiola saat menjadi asisten di Manchester City.
- Xabi Alonso, mantan pemain Guardiola di Bayern Munich, berhasil mematahkan dominasi Bayern dengan membawa Bayer Leverkusen juara Bundesliga musim 2023/24.
- Xavi Hernandez dan Enzo Maresca juga menunjukkan pengaruh Guardiola, masing-masing membawa Barcelona juara LaLiga 2022/23 dan Leicester City juara Championship 2023/24.
Jakarta, IDN Times - Keberhasilan Arsenal menjadi juara Premier League 2025/26 tak terlepas dari tangan dingin Mikel Arteta. Namun, jangan lupakan juga, Arteta bisa memiliki kemampuan mengelola tim yang baik berkat kepiawaian Pep Guardiola dalam menciptakan pelatih atau manajer selama bekerja dengannya.
Jika di masa lalu ada Johan Cruyff yang sering membawa anak didiknya menjadi pelatih hebat, kini Guardiola melakukan hal serupa. Terbukti, ada tiga eks anak didik Guardiola yang pada akhirnya bisa membawa tim asuhannya juara di kompetisi masing-masing. Siapa saja?
1. Arteta akhirnya bawa Arsenal juara Premier League

Arteta menjadi contoh nyata dari keberhasilan Guardiola. Sebelum menjadi manajer Arsenal, Arteta merupakan tangan kanan Guardiola selama di Manchester City. Keduanya resmi berpisah pada 2019 silam, ketika Arsenal menawari Arteta posisi manajer.
Tawaran itu diterima Arteta dengan senang hati. Di musim pertamanya, Arteta langsung memberikan Arsenal trofi Piala FA. Namun, setelahnya Arteta sempat mengalami kesulitan. Bahkan, pria asal Spanyol itu pernah dilabeli "Guru Penjas", karena Arsenal yang selalu sulit bersaing. Tapi, pada akhirnya kerja keras Arteta terbayarkan setelah berhasil membawa Arsenal juara Premier League musim ini, mengakhiri penantian 22 tahun.
2. Xabi Alonso yang bawa Bayer Leverkusen patahkan dominasi Bayer Leverkusen

Xabi Alonso juga pernah menjadi anak didik Guardiola. Dia menimba ilmu selama masih bermain di Bayern Munich saat masih ditangani Guardiola. Selama jadi pemain Guardiola, Alonso mencuri ilmu kepelatihannya dan selalu memerhatikan detail.
"Pep Guardiola merepresentasikan versi kesempurnaan saya dalam sepak bola," kata Alonso, dilansir The Athletic.
Dengan menyerap ilmu dan manajemen dari Guardiola, Alonso pada akhirnya bisa menciptakan tim mengerikan di Bayer Leverkusen pada musim 2023/24. Hingga akhirnya, dominasi Bayern dipatahkan oleh Leverkusen dan menjadi juara Bundesliga.
3. Xavi Hernandez juga jadi bukti nyata

Xavi Hernandez menjadi anak didik Guardiola yang sukses pula. Ketika masih menangani Barcelona, Guardiola memang menjadi mentor Xavi. Tapi, Xavi sebenarnya tak cuma menyerap ilmu dari Guardiola.
Dia juga belajar manajemen tim dari Louis van Gaal, Frank Rijkaard, Luis Enrique, Luis Aragones, hingga Inaki Saez. Hasilnya, Xavi berhasil bawa Barcelona juara LaLiga musim 2022/23.
"Saya belajar manajemen tim dari Aragones. Sementara, taktik dari Guardiola," ujar Xavi.
4. Calon suksesornya juga pernah juara
Enzo Maresca, eks manajer Chelsea yang akan menjadi suksesor Guardiola, juga berstatus anak didiknya. Maresca memang belum meraih gelar di Premier League, tapi, membawa Leicester City juara Championship pada musim 2023/24.
Namun, bukti sah kepiawaian Maresca adalah ketika mengantarkan Chelsea juara Piala Dunia Antarklub pada 2025 lalu. Sayangnya, Maresca malah didepak manajemen The Blues.

















