Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Ruben Amorim Sindir Mental Tempe AC Milan di Liga Europa

2 min read
Ruben Amorim Sindir Mental Tempe AC Milan di Liga Europa
ilustrasi San Siro (pixabay.com/chatst2)
  • AC Milan kalah 0-2 dari Ferencvaros di San Siro pada laga Liga Europa.

  • Ruben Amorim menyoroti kurangnya ambisi, konsentrasi, dan kesiapan Milan bermain di dua kompetisi.

  • Amorim menyebut Strahinja Pavlovic sebagai contoh etos kerja yang seharusnya diikuti pemain lain.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Konsistensi AC Milan di Liga Europa musim 2026/27 berlanjut. Menjamu Ferencvaros di San Siro, Jumat (6/11/2026) dini hari WIB, Rossoneri justru keok dengan skor 0-2.

Kekalahan memalukan ini membuat sang pelatih, Ruben Amorim, kebingungan. Mengingat, beberapa hari sebelumnya, mereka berhasil mempermalukan Inter Milan dengan skor 3-1 di Serie A.

  1. 1. Tanpa ambisi dan pamer blunder bodoh

    Sejak babak pertama, Amorim melihat Luka Modric dan kawan-kawan kekurangan ambisi dan konsentrasi. Derita semakin bertambah efek keroposnya barisan pertahanan, yang dihukum brace Lenny Joseph.

    "Tidak ada penjelasan, kami memberi peluang dan membuat kesalahan bodoh. Kami tidak siap bermain sepak bola malam ini. Ketika Anda bermain dengan jersi Milan, Anda memiliki tanggung jawab dan Anda tidak bisa tampil seperti ini," sembur Amorim dikutip dari Football Italia.

  2. 2. Belum sanggup main tiga hari sekali

    Kekalahan ini mempertegas inkonsistensi Milan dalam membagi fokus di dua kompetisi berbeda. Mereka kini sudah menelan tiga kekalahan dari empat laga awal Liga Europa yang membuat posisi mereka di ambang eliminasi.

    "Kami tidak siap untuk kompetitif di dua lini (kompetisi). Kami tidak siap bermain dan menang setiap tiga hari sekali," ujar Amorim.

  3. 3. Rindu etos kerja Strahinja Pavlovic

    Di laga ini, Amorim terpaksa melakukan rotasi dengan mengistirahatkan Strahinja Pavlovic yang selama ini tak pernah tergantikan di lini belakang. Ketidakhadiran bek tangguh itu ternyata sangat berdampak pada hilangnya keberanian dan agresivitas tim dalam memenangkan duel bola kedua.

    "Dia siap mati dalam latihan, dia memberikan contoh yang baik, semua orang seharusnya berlatih seperti Pavlovic," ujar Amorim meminta para pemain mencontoh Pavlovic.

Related Articles

See More