Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Pernyataan Lengkap Cristiano Ronaldo Usai Pensiun dari Timnas Portugal

6 min read
Pernyataan Lengkap Cristiano Ronaldo Usai Pensiun dari Timnas Portugal
Selebrasi Cristiano Ronaldo bersama penggawa yang lain saat Portugal cetak gol kemenangan atas Kroasia di 32 besar Piala Dunia 2026, Jumat (2/7/2026). (Photo by Cole Burston / AFP)
  • Cristiano Ronaldo resmi pensiun dari Timnas Portugal pada 5 November 2026, menutup perjalanan 23 tahun sejak debutnya pada Agustus 2003.

  • Ronaldo meninggalkan rekor 234 penampilan dan 146 gol untuk Portugal, serta mempersembahkan Euro 2016 dan UEFA Nations League 2019 serta 2025.

  • Dalam pernyataannya, Ronaldo berterima kasih kepada rekan setim, staf, keluarga, dan masyarakat Portugal, seraya menegaskan kebanggaannya selalu mewakili negaranya.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Masa Cristiano Ronaldo mengakhiri perjalanan di Timnas Portugal akhirnya tiba. Dia resmi pensiun dari skuad 'Seleccao das Quinas' pada Kamis (5/11/2026).

Ronaldo pergi dengan segudang catatan. Selain perkara gol dan jumlah penampilan yang melimpah serta paling banyak, dia juga pergi dengan membawa emosi dan rasa haru.

Apalagi, sebelum memutuskan pensiun, Ronaldo sempat bertikai dengan Jorge Jesus dalam laga UEFA Nations League beberapa waktu lalu. Namun kini, itu semua hanya jadi cerita manis.

Membela Portugal sejak 2003, sudah barang tentu Ronaldo menorehkan banyak rekor secara individu. Paling kentara adalah catatan gol dan penampilan terbanyak bersama Timnas.

Total, Ronaldo menorehkan 234 laga bersama Timnas Portugal, terbanyak di antara para pemain lain. Dia juga jadi pencetak gol terbanyak bagi Portugal, dengan catatan 146 gol.

Sementara itu, secara tim, Ronaldo juga bukannya tanpa gelar di Portugal. Total, dia berhasil menyumbangkan tiga gelar bagi 'Seleccao das Quinas', yakni Euro 2016, serta UEFA Nations League 2019 dan 2025.

Dia juga hampir saja menyamai catatan legenda Portugal lain, Eusebio, yang membawa Portugal finis di peringkat tiga Piala Dunia. Sayang, pada 2006 lalu, Portugal kalah dari Jerman.

Berikut adalah pernyataan lengkap Cristiano Ronaldo seiring keputusannya pensiun dari Timnas Portugal, yang dia ucapkan pada Kamis (5/11/2026).

Halo, orang-orang Portugal. Hari ini, saya mengembalikan jersey nomor 7 yang telah menjadi bagian dari perjalanan kita bersama. Saya tidak pernah membayangkan diri saya berada di posisi ini.

Namun, selama 23 tahun, saya mendapatkan kehormatan sekaligus tanggung jawab untuk mengenakan jersey tersebut. Untuk menjaganya dan membawanya ke stadion-stadion di seluruh dunia. Sekarang, saatnya menyerahkannya kepada masa depan.

Ini bukan keputusan yang mudah. Sebab, ada keputusan yang tidak hanya diambil dengan kepala, tetapi juga dengan hati. Saya memulai perjalanan ini pada Agustus 2003, dan perjalanan tersebut mengubah hidup saya untuk selamanya.

Ketika melihat kembali semua yang telah saya alami bersama tim nasional, saya tidak hanya melihat pertandingan, gol, rekor, atau trofi. Saya melihat orang-orang. Saya melihat oranng-orang Portugal di luar negeri, yang selama 90 menit merasakan Portugal sedikit lebih dekat.

Saya melihat jutaan orang Portugal yang tidak pernah saya kenal secara pribadi, tetapi telah menjadi bagian dari hidup saya. Sebab, pada akhirnya, sepak bola jauh lebih besar daripada sekadar permainan. Sepak bola adalah tentang manusia.

Selama karier saya bersama tim nasional, saya selalu berusaha melampaui batas kemampuan sendiri. Saya ingin menang, ingin menjadi yang terbaik, dan ingin menciptakan sejarah.

Saya selalu menuntut lebih dari diri saya sendiri. Saya selalu ingin lebih. Saya selalu percaya bahwa kita bisa melangkah lebih jauh. Dan saya memberikan segalanya yang saya miliki untuk jersey ini.

Ada pertandingan dan malam-malam yang sempurna. Ada kemenangan yang tidak akan pernah saya lupakan. Ada kekalahan yang masih sulit untuk saya kenang. Saya juga pernah gagal. Saya juga pernah menderita.

Ada saat-saat ketika saya tidak bisa memberikan apa yang diinginkan orang-orang Portugal. Namun, saya tidak pernah menyerah. Dan yang paling penting, saya tidak pernah berhenti merasa bangga mewakili Portugal.

Selama bertahun-tahun, saya belajar sesuatu yang sangat sederhana. Gol-gol akan berlalu. Trofi-trofi akan berada di museum. Rekor-rekor akan datang dan kemudian dipecahkan. Namun, ada sesuatu yang tidak bisa dihapus oleh waktu. Tempat yang kita miliki di hati orang-orang.

Jika suatu saat saya pernah membuat Anda bahagia, jika suatu saat gol-gol saya membuat Anda melupakan kekhawatiran atau merasa bangga terhadap negara kita, maka semuanya itu sudah sangat berarti.

Sebab, menjadi orang Portugal juga berarti seperti itu. Menderita bersama, bangkit bersama. Kita kembali percaya.

Portugal akan membutuhkan anak-anak yang berani bermimpi. Para pemain yang tidak pernah menyerah. Generasi baru yang percaya dan mampu membawa Portugal mencapai tempat-tempat yang belum pernah dicapai sebelumnya. Sebab, negara yang terus melahirkan generasi baru adalah negara yang tidak pernah berhenti percaya kepada dirinya sendiri.

Kepada rekan-rekan setim saya, saya ingin menyampaikan sesuatu yang istimewa. Terima kasih atas setiap perjalanan. Atas setiap kebersamaan. Atas setiap percakapan. Atas setiap ritual kecil sebelum memasuki lapangan. Atas setiap kemenangan yang kita raih bersama. Dan atas setiap kekalahan yang membuat kita menjadi lebih kuat.

Saya mendapat kesempatan untuk menjadi kapten kalian. Namun, seorang kapten tidak pernah berjalan sendirian. Kalian semua merupakan bagian dari sejarah saya.

Kepada seluruh staf pelatih, jajaran manajemen, fisioterapis, petugas perlengkapan, dan semua orang yang telah bekerja bersama saya selama bertahun-tahun, saya ingin mengucapkan terima kasih.

Banyak dari kalian tidak pernah muncul dalam foto. Namun, tanpa kalian, foto-foto tersebut tidak akan pernah bisa terwujud.

Kepada keluarga saya, terima kasih telah berbagi mimpi ini bersama saya. Terima kasih telah memahami setiap kehilangan, pengorbanan, dan saat-saat ketika tim nasional mengambil waktu yang juga seharusnya menjadi milik kalian. Jika saya bisa sampai sejauh ini, itu karena kita selalu bersama.

Kepada orang-orang Portugal, kepada seluruh masyarakat Portugal yang tersebar di seluruh dunia, saya ingin menyampaikan satu hal terakhir.

Ada sebuah gambaran yang akan selalu saya bawa bersama saya. Sebuah momen yang dimulai ketika saya melihat ke sekeliling. Saya melihat teman-teman saya. Saya melihat tribune. Saya melihat anak-anak, para ibu, para ayah, dan orang-orang Portugal yang datang dari tempat jauh hanya untuk berada di sana.

Pada saat-saat itu, kita tidak lagi berbeda. Tidak ada klub. Tidak ada warna. Tidak ada kelas sosial. Tidak ada pekerjaan. Tidak ada perbedaan pendapat. Yang ada hanyalah satu cinta. Portugal. Itulah perasaan yang akan saya bawa sepanjang hidup saya.

Hari ini, saya mengakhiri perjalanan saya bersama Timnas. Saya meninggalkan tempat ini dengan bangga atas perjalanan yang telah saya lalui dan dengan kesadaran bahwa saya telah memberikan segalanya yang saya miliki untuk Portugal.

Namun, saya tidak akan pernah berhenti menjadi salah satu dari kalian. Saya akan terus merasakan kesedihan, kebahagiaan, dan merayakan setiap kemenangan Portugal bersama kalian. Saya menghabiskan hidup saya bekerja untuk menjadi pemain terbaik di dunia.

Hari ini, saya menyadari bahwa kemenangan terbaik adalah mendapatkan hak untuk mewakili negara terbaik di dunia.

Terima kasih atas 23 tahun ini. Terima kasih telah mempercayai saya. Terima kasih telah mengizinkan saya menjalani mimpi yang dimulai ketika saya masih seorang anak laki-laki di Madeira, berlari mengejar bola.

Jersey nomor 7 mengajarkan saya bahwa kebanggaan mengenakan seragam ini akan menjadi bagian dari diri saya selamanya. Portugal akan selalu ada di dalam diri saya. Selamanya.

Cristiano Ronaldo.

    Related Articles

    See More