Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

PB PODSI Berang Dayung Dicoret dari SEA Games 2027 Malaysia

2 min read
PB PODSI Berang Dayung Dicoret dari SEA Games 2027 Malaysia
Atlet dayung Indonesia, La Memo menjalani pertandingan pertama di Olimpiade 2024 Paris (dok.NOC Indonesia/Wahyu Putro A/ANTARA)
  • Cabang olahraga dayung tidak masuk dalam 43 cabang olahraga SEA Games 2027 Malaysia yang disahkan melalui sidang SEAGF di Bangkok.

  • PB PODSI menilai pencoretan dayung merugikan peluang Tim Indonesia karena cabang ini konsisten menyumbang medali emas.

  • PB PODSI mendesak Kemenpora dan Komite Olimpiade Indonesia mengirim nota keberatan kepada SEAGF dan OCM.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Cabang olahraga dayung dicoret dari SEA Games 2027 Malaysia. Pengurus Besar Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (PB PODSI) melayangkan protes keras dan telah menyatakan keberatan secara resmi.

Keputusan ini tersebut memang merugikan Tim Indonesia yang selama ini menjadikan dayung sebagai lumbung medali emas. Berdasarkan sidang Southeast Asian Games Federation (SEAGF) di Bangkok, telah disahkan 43 cabang olahraga dengan 473 nomor pertandingan tanpa memasukkan dayung di dalamnya.

  1. 1. Indonesia kehilangan lumbung medali emas andalan

    Penghapusan ini menjadi pukulan telak bagi peluang Tim Indonesia untuk bersaing memperebutkan posisi dua besar klasemen SEA Games 2027. Hal itu karena dayung Merah Putih acap kali menjadi juara umum secara konsisten di ajang tersebut.

    Rekam jejak prestasi tim dayung Indonesia sangat mentereng, mulai dari panen 13 emas di Singapura 2015 hingga meraup 14 emas di Vietnam 2021. Teranyar, pada SEA Games 2025 di Thailand, Indonesia sukses membawa pulang sembilan keping emas, sembilan perak, dan tujuh perunggu dari cabang ini.

    "Keputusan ini akan menghilangkan peluang atlet terbaik Indonesia untuk mempertahankan gelar juara dan menambah sulit target peringkat dua besar tim Indonesia," bunyi pernyataan resmi PB PODSI.

  2. 2. Malaysia dinilai ingkari kesepakatan federasi

    PB PODSI juga menyoroti adanya pengabaian kesepakatan sidang SEAGF pada Mei 2024. Kala itu, Thailand, Malaysia, dan Singapura, menjalin kesepakatan untuk mengakomodasi cabang-cabang tertentu, khususnya yang dipertandingkan di Olimpiade.

    Federasi internasional sebenarnya telah melakukan berbagai upaya diplomasi hingga memberikan bantuan pemusatan latihan bagi atlet dayung Malaysia agar cabang ini tetap dilombakan. Namun, keputusan pencoretan tetap diambil.

  3. 3. Desak Kemenpora dan NOC layangkan nota keberatan

    Merespons pencoretan tersebut, PB PODSI mendesak Kemenpora serta Komite Olimpiade Indonesia untuk bertindak. Mereka diminta segera melayangkan nota keberatan resmi kepada SEAGF dan Dewan Olimpiade Malaysia (OCM).

    "Dayung adalah kebanggaan Merah Putih. Hilangnya dayung di SEA Games 2027 bukan hanya kehilangan medali, tapi kehilangan marwah prestasi," bunyi pernyataan PB PODSI.

Related Articles

See More