Aprilia Sindir Keputusan Yamaha yang Absen Dari MotoGP Qatar 2026

CEO Aprilia Racing Massimo Rivola menegaskan seluruh pihak harus tetap berangkat ke MotoGP Qatar 2026 jika penyelenggara menyatakan balapan aman dan tetap dijadwalkan.
Rivola menyindir pihak yang enggan hadir, dengan menekankan pembalap, jurnalis, manajer, dan insinyur memiliki tanggung jawab menjalankan pekerjaan masing-masing.
Yamaha memutuskan absen dari MotoGP Qatar 2026, sementara MotoGP menyatakan pabrikan Iwata itu berpotensi menerima sanksi olahraga; seri tersebut masih tercantum dalam kalender.
Jakarta, IDN Times - CEO Aprilia Racing, Massimo Rivola, menegaskan tidak ada alasan untuk memperdebatkan keikutsertaan pembalap di MotoGP Qatar 2026. Dia secara halus menyindir Yamaha.
Dua pembalap pabrikan Aprilia, Marco Bezzecchi dan Jorge Martin, masih memiliki peluang matematis untuk bersaing memperebutkan gelar juara MotoGP 2026. Kompetisi menyisakan tiga seri, meski keduanya tertinggal jauh dari Marc Marquez.
Bezzecchi kini tertinggal lebih dari 60 poin dari Marquez, sedangkan Martin terpaut 44 poin. Martin juga masih harus menghadapi kondisi fisik setelah mengalami patah tulang pergelangan tangan.
1. Keikutsertaan di Qatar seharusnya tak perlu dipertanyakan
Bagi Rivola, persoalan keikutsertaan di Qatar bukan sesuatu yang perlu diperdebatkan. MotoGP dalam beberapa pekan terakhir telah menegaskan bahwa balapan tetap dijadwalkan berlangsung.
"Jika penyelenggara mengatakan kita berangkat, ya, kita berangkat. Jika penyelenggara mengatakan itu aman, kita harus berangkat. Tidak perlu terlalu banyak perdebatan," kata Rivola, dilansir "Crash".
2. Sindiran lain Rivola untuk pabrikan lain
Rivola menegaskan dirinya ingin tetap berangkat ke Qatar. Ia juga menyebut para pembalap, jurnalis, manajer, hingga insinyur memiliki tanggung jawab untuk menjalankan pekerjaan masing-masing.
"Saya ingin berangkat. Jika Anda tidak ingin menjalani pekerjaan ini, Anda tinggal di rumah. Kalian para jurnalis, saya sebagai manajer, para insinyur, semuanya," kata Rivola.
Menurutnya, keputusan untuk tetap menggelar balapan harus didasarkan pada informasi dan dokumentasi yang dimiliki penyelenggara.
"Jika penyelenggara, dengan seluruh informasi dan dokumentasi yang dimiliki, mengatakan 'kita berangkat', maka kita berangkat. Sesederhana itu," lanjutnya.
3. Yamaha mundur dari MotoGP Qatar
Sejak MotoGP Australia di Phillip Island, perkembangan terbaru datang dari seri Malaysia. Yamaha memutuskan untuk tidak mengikuti balapan Qatar.
MotoGP kemudian mengeluarkan pernyataan setelah pengumuman Yamaha. Pabrikan asal Iwata tersebut disebut berpotensi menerima sanksi olahraga atas keputusan tersebut.
MotoGP Qatar 2026 sendiri masih tercantum dalam jadwal, sementara keputusan terkait pelaksanaannya tetap menjadi perhatian menjelang seri tersebut. Di sisi lain, Aprilia pun menyindir Yamaha yang tak mau pergi.



















