Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

AC Milan vs Inter Milan: Bola Mati Bakal Jadi Penentu?

AC Milan vs Inter Milan: Bola Mati Bakal Jadi Penentu?
ilustrasi pertandingan AC Milan (pixabay.com/chatst2)
Intinya Sih
  • Derby della Madonnina antara AC Milan dan Inter Milan di San Siro jadi laga krusial perebutan Scudetto, dengan Inter unggul 10 poin di puncak klasemen.
  • Inter dikenal tajam lewat bola mati dengan 21 gol musim ini, sedangkan Milan justru sering kebobolan dari situasi serupa sehingga bisa jadi faktor penentu pertandingan.
  • Pelatih Cristian Chivu menegaskan Inter tetap pada gaya agresifnya, sementara Massimiliano Allegri meminta Milan tampil disiplin menghadapi lini serang Inter yang sangat produktif.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - AC Milan akan menjamu Inter Milan di San Siro pada giornata 28 Serie A, Senin (9/3/2026) dini hari WIB. Duel bertajuk Derby della Madonnina ini diprediksi bakal berjalan ketat dan panas.

Bentrokan ini bukan sekadar gengsi kota, tapi juga pertarungan hidup-mati bagi kedua tim yang sedang mengejar Scudetto. Inter masih nyaman di puncak klasemen, unggul 10 poin atas rival sekotanya yang menguntit di posisi kedua.

Namun, berdasarkan catatan Football Italia, duel di San Siro nanti berpotensi ditentukan oleh skema bola mati. Lewat skema ini, Milan atau Inter yang diuntungkan?

1. Inter jago bola mati, Milan justru keropos

Statistik menunjukkan Inter piawai dalam memaksimalkan skema bola mati. Total, Nerazzurri berhasil mencetak 21 gol di Serie A musim ini lewat situasi tersebut.

Sebanyak 15 gol di antaranya lahir dari sepak pojok. Federico Dimarco dan kolega hanya kalah tipis dari Arsenal, yang menjadi raja skema bola mati musim ini di Eropa.

Ironisnya, kekuatan Inter ini justru menjadi kelemahan terbesar pasukan Rossoneri. Dari total kebobolan Milan di seluruh kompetisi musim ini, 50 persennya berasal dari skema bola mati yang tidak terantisipasi.

2. Inter fokus dengan identitas permainan

Pelatih Inter, Cristian Chivu, menegaskan timnya tidak akan mengubah pendekatan taktik yang sudah terbukti sukses. Dia menuntut anak-anak asuhnya untuk cerdas membaca momen permainan: kapan harus menekan tinggi, dan kapan harus bertahan lebih dalam.

"Kami tidak akan melakukan pendekatan permainan secara pasif, itu bukan bagian dari identitas kami," kata Chivu di laman resmi klub.

3. Allegri akui lini serang Inter ganas

Sementara, pelatih Milan, Massimiliano Allegri, mengakui Inter memiliki daya gedor yang begitu produktif, baik itu skema open play atau dari situasi bola mati. Allegri menuntut Milan untuk tampil lebih disiplin dan bertahan dengan solid.

"Mereka bisa mencetak gol dengan berbagai cara. Mereka kuat secara fisik di dalam kotak penalti, dan memiliki banyak solusi menyerang, penyelesaian yang bagus, dan pemain kuat dalam duel udara. Kami juga memiliki kualitas yang kuat dan kemampuan untuk bermain bagus dan menciptakan peluang untuk mencetak gol melawan mereka," ujar Allegri.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Satria Permana
EditorSatria Permana
Follow Us

Latest in Sport

See More