Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Sebelum Luka Modric, Ini Dia 5 LimaPemain Terbaik Sebelumnya

Sebelum Luka Modric, Ini Dia 5 LimaPemain Terbaik Sebelumnya
Getty Images

Luka Modric ditahbiskan sebagai pemain terbaik Piala Dunia edisi 2018. Peran penggawa milik Real Madrid tersebut sepanjang kejuaraan memang tak terbantahkan. Ratusan umpan dilepas, ribuan jengkal lapangan dijelajahi, tembakan demi tembakan terarah ke gawang. Namun pada akhirnya kerja kerasnya masih belum cukup untuk mengantar Kroasia ke podium juara.

Namun, tak selamanya gelar pemain paling bersinar sepanjang turnamen empat tahunan tersebut untuk pemain dari tim runner-up. Ada pula dari juara tingga hingga kiper. Berikut ini daftar peraih bola emas dari kurun edisi 2014 hingga 1998, dilansir dari Si.com dan Sportskeeda.com.

1. Lionel Messi (Argentina, Piala Dunia 2014)

Getty Images
Getty Images

Mengantar Argentina hingga fase final, Messi adalah penggerak utama permainan. Bertindak sebagai pembangun serangan serta pencari gol, La Pulga seolah-olah menanggung beban sendirian sepanjang tujuh pertandingan.

Namun permainan kolektif khas Jerman pada akhirnya tak mampu mereka bendung. Rona wajah penggawa Barcelona itu saat menerima trofi bola emas memang menyesakkan hati. Apalah arti gelar pemain terbaik jika tak mampu meraih juara dunia?

2. Diego Forlan (Uruguay, Piala Dunia 2010)

Getty Images
Getty Images

Diego Forlan adalah anomali. Kapten tim Uruguay di Piala Dunia 2010 ini memang amat vital di jantung tim La Celeste. Menjadi tandem Luis Suarez, lima gol lahir dari kaki pemain yang mencuat bersama Atletico Madrid ini. Alhasil dirinya pun termasuk dalam jajaran top skorer edisi 2010.

Namun terpilihnya Forlan adalah anomali. Agaknya permainan menjurus kasar Belanda, sang runner-up, saat bersua Spanyol di partai puncak jadi pertimbangan komite teknikal FIFA.

3. Zinedine Zidane (Prancis, Piala Dunia 2006)

Reuters
Reuters

Sang maestro. Usai gagal total di 2002, penebusan manis akhirnya datang untuk Prancis empat tahun kemudian. Zizou keluar dari masa pensiun demi mengawal Les Blues di tanah Jerman. Umpan demi umpan iringi langkah Thierry Henry beserta kolega ke final. Sang pelatih, Raymond Domenech, bahkan merasa bersyukur atas kembalinya si jenderal.

Sayang, lembar penutup kisah bersama timnas tercoreng akibat insiden tandukan ke dada Materazzi. Foto Zidane berjalan gontai ke kamar ganti tanpa sedikit pun menoleh ke arah trofi, gambarkan tepat seperti apa perasaannya saat itu.

Dia bahkan memilih tak hadir dalam acara seremonial selepas pertandingan.

4. Oliver Kahn (Jerman, Piala Dunia 2002)

Getty Images
Getty Images

Kiper Jerman paling garang sepanjang masa. Teriakan Oli memberi instruksi bak auman dari benteng belakang. Sosok yang mencuat bersama Bayern Muenchen ini bahkan tak segan untuk terlibat keributan dengan pemain lawan. Seluruh skuat Der Panzer menaruh hormat padanya.

Rekornya selama turnamen 2002 pun berbicara lantang. Dari tujuh laga (Termasuk partai final kontra Brasil), gawangnya hanya bobol sebanyak tiga kali. Selain trofi bola emas, penghargaan kiper terbaik pun diberi oleh FIFA.

Inilah kali pertama dalam sejarah seorang penjaga gawang menyabet gelar Pemain Terbaik.

5. Ronaldo (Brasil, Piala Dunia 1998)

AFP
AFP

Il Phenomenon pertontontkan magisnya untuk dunia. Empat gol membantu Selecao meraih final kedua beruntun usai 1994. Bertindak sebagai tandem Bebeto, peran Si Gundul terbilang dinamis. Kadang dirinya pun ikut turun ke lini pertahanan atau membangun serangan dari lini tengah.

Meski kalah tiga gol tanpa balas dari Les Blues di final, Ronaldo menerima gelar pemain terbaik di umur yang masih sangat muda yakni 21 tahun. Sakit hatinya baru terbayar lunas empat tahun kemudian di Korea-Jepang.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Topics
Editorial Team
Achmad Hidayat Alsair
EditorAchmad Hidayat Alsair
Follow Us

Latest in Sport

See More

Aprilia Memprediksi Ducati Normal Lagi di MotoGP Spanyol 2026

04 Apr 2026, 20:00 WIBSport