Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Ada Peraturan Baru, Denda Rp 50 Juta Jika Duduk di Bench Pemain

Ada Peraturan Baru, Denda Rp 50 Juta Jika Duduk di Bench Pemain
Bola.net
Share Article

PT Liga Indonesia Baru (PT LIB) selaku pemilik kompetisi resmi di Indonesia mulai melakukan langkah tegas terkait kedisplinan. Anggota OC Piala Presiden 2018, Tigorshalom Boboy mengungkapkan bahwa tindakan-tindakan yang kurang disiplin dalam kompetisi harus segera dibenahi.

Satu hal yang hangat yaitu komentarnya mengenai denda Rp 50 juta bagi orang yang tidak berkepentingan yang menghuni bench (Tempat duduk di pinggir lapangan). Tigor mengungkapkan bahwa denda Rp 50 juta akan dilakukan demi mewujudkan liga yang tertib.

Tigor mengakui bahwa selama Piala Presiden ini tidak mempermasalahkan karena memang aturan belum dibuat secara resmi. Namun ketika Liga 1 2018 resmi dimulai, maka aturan denda Rp 50 juta akan diterapkan sebagai sebuah sanksi yang tegas.

1. Bench pemain untuk para kitman dan pihak yang punya kewenangan

Bola.com
Bola.com

Perlu diketahui bahwa terkadang ada pihak-pihak yang "kurang berkepentingan" seperti pemilik klub maupun petinggi-petinggi yang ikut-ikutan datang di bench. Padahal sejatinya tempat bench yang terbatas itu harus dimanfaatkan untuk keperluan tim.

Orang yang berkepentingan tersebut seperti pemain, pelatih, pengatur strategi, maupun tim dokter yang setiap saat wajib ada di bench. Selain membuat konsentrasi bisa terpecah bagi para pemain, juga bisa menghambat proses pertandingan yang sedang berjalan.

2. PT Liga Indonesia bersatu tunjukkan profesionalisme

bola.net
bola.net

PT LIB selain melakukan tindakan tegas di Liga 1 2018 nanti juga pernah membuat keputusan yang tegas. Dimana ketika bulan Oktober 2017 PT.LIB mendapatkan ancaman pemogokan dari 15 klub Liga 1 . Namun,  petinggi dari PT. LIB tidak merespon dengan serius dan mempersilahkan untuk mogok asal dengan prosedur yang tepat.

Sebelumnya PT.LIB juga memberikan hal yang "luar biasa" dengan memasukan wasit asing di paruh kedua kompetisi. Selain itu transparansi mengenai laporan keuangan sudah berupaya dilakukan untuk membentuk kompetisi yang bersih dan profesional.

3. Tidak ingin kalah dari negara tetangga

themalaymailonline.com
themalaymailonline.com

Liga Indonesia bukannya tidak sadar bahwa perubahan itu penting. Hal tersebut karena negara tetangga sudah "lebih serius" dalam membentuk kualitas liga demi tercapainya atmosfer sepak bola dalam negara dan tim nasional.

Sebut saja Thailand yang sudah menggunakan teknologi VAR (Video assistant referee) atau asisten wasit untuk melihat apakah sudah terjadi gol, off side, atau pelanggaran secara jelas. Teknologi ini juga sudah dilakukan di Liga Inggris dan Piala Konfederasi 2017 lalu.

Malaysia pun tidak mau kalah dengan mampu memperlihatkan kualitas tontonan liga dengan ultra high definition. Secara bisnis, tentunya sangat hebat dan menghibur bagi warga Malaysia dan Asia Tenggara untuk menyaksikan tayangan sepak bola kesayangan.

Share Article
Topics
Editorial Team
Dimas Ridody
EditorDimas Ridody

Related Articles

See More

Piala Dunia 2026: Laga Iran Lawan Selandia Baru Tanpa Pemenang

16 Jun 2026, 10:09 WIBSport