Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Andai Tak Terpeleset, Persija Bisa Finis Lebih Baik Musim Ini

Andai Tak Terpeleset, Persija Bisa Finis Lebih Baik Musim Ini
Persija lawan Persita di JIS dalam Super League 2025/26. (Dok. Persija)
Intinya Sih
  • Persija Jakarta menutup musim di posisi ketiga Super League dengan 71 poin, mencatat sejarah baru namun tetap menyisakan rasa penyesalan karena gagal bersaing dalam perebutan gelar juara.
  • Tim asuhan Mauricio Souza kehilangan banyak poin di laga kandang, termasuk dua kekalahan dari Persib Bandung, yang membuat peluang mereka untuk finis lebih tinggi akhirnya sirna.
  • Meskipun tampil kurang konsisten di kandang, Persija justru menunjukkan performa impresif saat tandang dengan meraih 11 kemenangan, terbanyak dibanding tim lain di liga musim ini.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Jakarta, IDN Times - Persija Jakarta harus mengakhiri musim ini dengan perasaan campur aduk. Mereka tidak buruk, tetapi ada yang mengganjal karena mereka gagal dalam perebutan gelar juara Super League.

Tim dengan julukan 'Macan Kemayoran' itu finis di peringkat tiga klasemen akhir Super League musim ini dengan raihan 71 poin. Torehan ini jadi sejarah bagi tim, tetapi tetap menghadirkan penyesalan.

Sesal memang acap datang di akhir, dan memang, andai Persija bisa lebih baik di beberapa laga, mereka bisa mengakhiri musim lebih baik.

1. Persija mengawali musim dengan baik

WhatsApp Image 2025-08-11 at 19.51.16.jpeg
Persija lawan Persita di JIS dalam Super League 2025/26. (Dok. Persija)

Musim ini, Persija sebenarnya mengawali semua dengan baik. Dalam lima laga awal, mereka mampu meraih tiga kemenangan dan dua hasil imbang. Namun, mereka sempat tersentak juga oleh dua kekalahan dari PSM dan Borneo FC.

Kemudian, dalam laga melawan tim-tim Jawa Timur seperti Persebaya, Madura United, Arema FC, dan Persik, mereka menyapu semua dengan kemenangan. Hasil-hasil ini yang sempat membawa Persija naik ke papan atas.

2. Kehilangan 11 poin, kalah dua kali dari Persib

Persija menghadapi Persib di Super League 2025/26.
Persija menghadapi Persib di Super League 2025/26. (Dok. Persija)

Namun, di antara hasil-hasil apik, Persija ternyata rutin terpeleset musim ini, bahkan saat mereka main di kandang sendiri. Hal itu diakui pelatih Persija musim ini, Mauricio Souza, pasca laga terakhir lawan Semen Padang di Jakarta.

"Mengenai musim ini, saya rasa kami seharusnya bisa tampil lebih baik saat bermain di kandang. Saya rasa itulah yang menentukan posisi akhir di kompetisi," ujar Souza kepada awak media.

Persija gagal menang enam kali di kandang musim ini, yakni main imbang saat lawan Malut United, Bali United, Dewa United, dan Borneo FC, serta kalah dari Arema FC dan Persib Bandung.

Padahal, jika mampu menang di lima laga itu, Persija berpotensi meraih tambahan 15 poin dan mengakhiri musim dengan total 82 poin, cukup untuk melewati Persib yang menjadi juara dengan 79 poin.

Ditambah lagi, Persija kalah dari Persib dalam dua pertemuan di liga musim ini, baik saat kandang maupun tandang. Hal itu juga yang membuat mereka gagal menyeruak ke posisi dua besar.

3. Tertolong oleh performa impresif di laga tandang

Persija lawan Persijap di Super League.
Persija lawan Persijap di Super League. (Dok. Persija)

Meski kerap terpeleset di kandang, Persija impresif saat main tandang. Rizky Ridho dan kawan-lawan jadi tim dengan torehan kemenangan tandang terbanyak musim ini, yakni 11 kali.

Torehan ini lebih banyak dari Borneo FC dengan total 10 kemenangan, serta Persib dengan sembilan kemenangan. Torehan ini juga yang membuat Persija mampu bersaing di papan atas liga.

Namun, tetap saja andai Persija bisa menang dalam laga-laga penting di kandang, termasuk saat lawan Persib, mereka tentu bisa mengakhiri Super League 2025/26 dengan lebih baik.

Share Article
Topics
Editorial Team
Ilyas Listianto Mujib
EditorIlyas Listianto Mujib

Related Articles

See More