Arsenal vs Manchester City: Duel Kiper Cadangan di Final Piala Liga

- Final Piala Liga antara Arsenal dan Manchester City di Wembley akan menjadi ajang perebutan gelar domestik pertama musim ini.
- Mikel Arteta dan Pep Guardiola sama-sama berencana menurunkan kiper cadangan, Kepa Arrizabalaga untuk Arsenal dan James Trafford untuk Manchester City.
- Arteta yakin keputusan rotasi kiper sudah diperhitungkan matang demi menjaga fokus tim di kompetisi lain serta peluang meraih trofi kedua bagi The Gunners.
Jakarta, IDN Times - Arsenal versus Manchester City dalam final Piala Liga akan menjadi salah satu laga paling menentukan di kompetisi domestik Inggris. Duel yang digelar di Wembley Stadium, Minggu (22/3/2026), itu akan menjadi persaingan untuk menghasilkan gelar pertama kompetisi domestik Inggris.
Meski begitu, kedua juru taktik kemungkinan akan mengambil keputusan berani. Baik Mikel Arteta maupun Pep Guardiola kemungkinan menurunkan kiper kedua di laga tersebut.
1. Kepa juga punya kelebihan
Arteta punya kecenderungan menurunkan Kepa Arrizabalaga di Piala Liga. Kebijakan itu diambil agar David Raya, kiper pertama Arsenal, bisa mendapatkan istirahat yang cukup dan terus menjaga fokusnya di Premier League serta Liga Champions.
Selain itu, kualitas Kepa tak buruk-buruk amat. Pernah menjadi kiper utama di Chelsea, Kepa memiliki kemampuan untuk mengantisipasi penalti, menjadi antisipasi jika nantinya laga berakhir tos-tosan.
2. Guardiola sudah ambil keputusan sejak lama
Hal serupa juga akan dilakukan oleh manajer ManCity, Pep Guardiola. James Trafford, sejak awal pekan lalu, sudah dikonfirmasi oleh Guardiola untuk menjaga gawang ManCity.
Guardiola juga merasa butuh mengistirahatkan Gianluigi Donnarumma agar bisa lebih segar dalam bermain di Premier League serta Piala FA.
3. Arteta gak takut
Keputusan berani tersebut sebenarnya bisa saja berbuah buruk. Namun, Arteta merasa semua sudah diperhitungkannya. Dia yakin bisa mempersembahkan trofi kedua buat The Gunners setelah mempersembahkan Piala FA pada 2021 lalu.
"Saat berada dalam posisi ini, bertahun-tahun tanpa trofi tak cuma menambah kebutuhan, tapi juga mengarahkanmu karena sangat menginginkannya. Itulah yang kami miliki, hal terpenting untuk dicapai sejak lama dan ada kesempatannya sekarang," ujar Arteta dilansir Daily Mirror.


















