Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Berapa Nilai Trofi Piala Dunia jika Dirupiahkan?
ilustrasi trofi Piala Dunia (unsplash.com/My Profit Tutor)

Trofi Piala Dunia jadi hadiah yang paling diimpikan oleh pesepak bola di seluruh dunia. Bentuknya memang tidak besar, tetapi nilainya jauh melampaui benda mewah lainnya. Lantas, tak sedikit orang yang penasaran, sebenarnya berapa harga trofi Piala Dunia jika dihitung dengan uang saat ini?

Jawabannya ternyata tidak sesederhana melihat berat emas yang menyusunnya. Selain dibuat dari material berharga, trofi Piala Dunia juga menyimpan nilai sejarah, prestise, dan simbol kejayaan yang sulit diukur dengan angka. Lalu, jika dirupiahkan, seberapa mahal trofi Piala Dunia sebenarnya? Yuk, kita hitung di bawah ini!

1. Harga emasnya saja sudah mencapai miliaran rupiah

ilustrasi trofi Piala Dunia (unsplash.com/Fauzan Saari)

Trofi Piala Dunia sudah memiliki nilai yang sangat fantastis jika dilihat dari bahan-bahan yang menyusunnya. Dilansir FIFA, trofi ini dibuat dari emas 18 karat, memiliki tinggi 36,8 sentimeter, dan berat sekitar 6,175 kilogram. Bagian bawah trofi juga dihiasi dua lapisan batu malasit hijau yang menjadi ciri khasnya.

Dengan berat dan material tersebut, nilai emas yang menyusun trofi diperkirakan mencapai lebih dari Rp11 miliar, tergantung harga emas dunia yang terus berubah. Meski begitu, angka tersebut hanya mencerminkan nilai bahan bakunya, bukan harga keseluruhan trofi. Pasalnya, nilai trofi Piala Dunia tidak hanya berasal dari emas yang digunakan, tetapi juga dari sejarah dan makna yang melekat di dalamnya.

2. Nilai sejarahnya jauh lebih mahal daripada emasnya

ilustrasi trofi Piala Dunia (unsplash.com/Fauzan Saari)

Harga trofi Piala Dunia tidak bisa dihitung hanya dari berat emas yang menyusunnya. FIFA menyebut bahwa trofi yang digunakan saat ini mulai diperkenalkan pada 1974 sebagai pengganti Jules Rimet Trophy. Sejak saat itu, trofi yang sama telah diangkat oleh setiap juara Piala Dunia, mulai dari Jerman Barat pada 1974 hingga juara-juara terbaru setiap edisinya.

Hal tersebut membuat trofi ini memiliki nilai sejarah yang terus bertambah dari satu turnamen ke turnamen berikutnya. Berbeda dengan emas yang memiliki harga pasar, nilai sejarah sebuah benda tidak bisa diukur hanya dengan angka. Itu sebabnya, banyak orang menilai trofi Piala Dunia jauh lebih berharga daripada sekadar emas yang digunakan untuk membuatnya.

3. Jika dijual, nilainya bisa mencapai ratusan miliar rupiah

ilustrasi trofi Piala Dunia (pixabay.com/QuinceCreative)

Meski nilai emasnya diperkirakan hanya mencapai miliaran rupiah, harga trofi Piala Dunia secara keseluruhan bisa berkali-kali lipat lebih tinggi. Mengutip dari Consumer News and Business Channel (CNBC), trofi Piala Dunia diperkirakan bernilai sekitar 20 juta dolar atau setara dengan lebih dari 320 miliar rupiah berdasarkan kurs saat ini. Nilai fantastis tersebut tidak hanya berasal dari emas yang digunakan sebagai bahan pembuatnya, tetapi juga dari sejarah, kelangkaan, dan prestise yang melekat.

Meski demikian, angka tersebut hanyalah estimasi karena trofi asli tidak pernah diperjualbelikan kepada publik. FIFA tetap menjadi pemilik sah trofi tersebut dan hanya meminjamkannya kepada tim juara saat seremoni penyerahan. Dengan kata lain, berapa pun nilainya jika dirupiahkan, trofi Piala Dunia pada dasarnya merupakan benda yang tidak memiliki harga jual resmi.

Trofi Piala Dunia bukan hanya bernilai karena emas yang menyusunnya, tetapi juga karena sejarah dan prestise yang melekat di dalamnya. Tak heran jika trofi ini dianggap sebagai salah satu benda paling berharga dalam dunia olahraga. Jika kamu diberi kesempatan memegang trofi Piala Dunia selama 1 menit, hal pertama apa yang ingin kamu lakukan?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

EditorYudha ‎

Related Article